Isi Blog

Dari awal mula saya membuat blog, saya sempat bingung, apa yang harus di tulis di blog tersebut. Seolah-olah pikiran menjadi buntu. Rupanya, meskipun blog sering disebut sebagai diary online, ada perbedaannya juga dengan kalau kita menulis di dalam diary manual [aka buku].

Apa bedanya? Dalam blog, tentu saja ada beberapa keterbatasan yang mau tidak mau kita harus bisa menyesuaikan. Sebagai contoh, untuk saya pribadi, tentu saja kata-kata makian dan umpatan tidak akan nongol di dalam blog saya. Terlalu vulgar untuk menulis bahwa si A memang “bangs**” misalnya. Atau curhat terlalu dalam yang mungkin bisa menimbulkan kontroversi di dunia maya ini.

Dalam buku diary –hanya kita sendiri yang membacanya- kita memperoleh kebebasan yang sebebas-bebasnya. Terserah apa saja yang hendak kita ungkapkan. Tidak ada batasan sama sekali untuk menyatakan pendapat. Pun, jika kita membutuhkan tempat untuk mengatakan “baji****”.

Namun, kelebihan media online seperti blog, kita dapat memperoleh masukan balik atas apa yang kita ungkapkan. Kita bisa memanfaatkan tidak hanya sebagai tempat membuang penat di kepala, namun juga mendapatkan komentar dari teman-teman virtual kita.

Setelah isnuansa dot com balik lagi, saya sepertinya kembali mempunyai penyakit: kesulitan memperoleh ide yang akan ditulis di blog ini. Apa sebaiknya saya tulis saja umpatan yang pengen saya katakan pada seseorang ya…

——————————————-

Ada yang perlu mengumpat hari ini? Silahkan di kolom komentar. icon wink Isi Blog

Komentar Masuk

Skip to Comment Form
  1. [...] saya ‘asal’ tulis. Karena amat percaya pada prinsip ‘Blog saya terserah saya’ maka yang saya perlukan sebagai persiapan untuk menulis hanyalah kesiapan mental dan komputer yang [...]

  2. [...] yang menggeluti bisnis di internet, melakukan update postingan blog setiap hari berarti ‘menabung’. Semakin besar tabungan kita, semakin banyak pula yang bisa diindeks oleh mesin pencari, semakin [...]

Silakan berkomentar..

CommentLuv badge