Jimbaran Sea Food [Lagi]

Hingar-bingar acara Konggres yang saya ikuti sudah selesai kemarin sore. Sudah terpilih kembali kepengurusan DPP yang baru, massa bakti 2010-2015. ‘Bapak’ saya yang dinyatakan demisioner saat Konggres dibuka hari Selasa yang lalu, akhirnya terpilih kembali untuk massa bakti selanjutnya. Sesaat setelah dibacakan daftar pengurus baru oleh Ibu MSP, saya kirim BBM: “Jadi, malam ini kita syukuran di mana, Pak?” Nggak dijawab. Malamnya, ketika kumpul di coffe shop hotel Inna bersama kawan-kawan yang lain, saya tanyakan kembali, dan dicapai kesepakatan untuk dirayakan di Jakarta saja. *nggak sabar pulang kampung*

Hari ini, rapat pengurus pertama diadakan di daerah Jimbaran, di sebuah hotel dengan pemandangan yang susah dilukiskan dengan kata-kata. Saat ke Jimbaran malam-malam kemaren, nggak sempat lagi menikmati pemandangan yang ada. Baru saya tahu tadi siang, bahwa Jimbaran adalah ke arah yang sama dengan GWK dan Uluwatu. Sayangnya saya tak sempat punya waktu untuk jalan-jalan. Langsung ke tempat tujuan, karena Ibu MSP sudah menunggu pengurus yang lain di sana. Untuk memasuki hotel saja, jaraknya ada kali 3 kilometer masuk ke dalam dengan pemandangan yang asri di sebelah kanan kiri jalan. Wow!

Tentu saja, saya nggak ikut dong, hanya mengantar saja. Jadilah saya dan teman makan ikan bakar [lagi] di Jimbaran. Kali ini, saya memilih tempat makan yang tepat. Namaya Bela SeaFood. Sangat saya rekomendasikan, karena jauh lebih enak dari pada tempat saya makan yang pertama. Jauh lebih enak dan lebih murah!

Berempat, kami memesan ikan kerapu dan ikan kue seberat 2,2 kilogram. Es kelapa muda 3 buah, 1 buah air mineral botol dan 3 gelas teh tawar, hanya menghabiskan Rp. 266.000,- Bandingkan dengan saat makan pertama 7 orang, dengan hanya minum teh tawar semua, yang harus dibayarkan adalah Rp. 587.000,- Mahal!

13

Tidak seperti saat kami makan pertama di Jimbaran kemarin, tadi kami makan di pinggir pantai, menikmati ombak dan bule yang sedang berselancar. Ada juga beberapa grup bule yang ngebir sambil ngobrol di tepi pantai. Saat rombongan bule-bule itu pada makan, saya lirik, semuanya makan nasi goreng! [Kalo saya jauh-jauh ke Bali cuma makan nasi goreng, pasti diprotes lagi… :mrgreen: ]

Dari pinggir pantai Jimbaran, terlihat landasan Bandara Ngurah Rai yang sangat sibuk. Maklum, hari ini, hampir seluruh delegasi peserta Konggres, meninggalkan Bali. Setiap beberapa menit, terlihat pesawat lepas landas. Benar-benar sibuk bandara.

Saat kami hampir selesai makan, turun hujan gerimis. Hadoh, menyebalkan. Terpaksa makanan digotong menuju ruangan. Nggak bisa lagi menikmati pantai dari jarak dekat. Tapi udah puaslah, saatnya balik hotel…

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

20 thoughts on “Jimbaran Sea Food [Lagi]”

  1. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Emang Mbak Nunik ini sukanya bikin orang ngiler aja…
    .-= alamendah biru selesai posting Mengisi Field dan Form Komentar Otomatis =-.

  2. Ahaiii mbak Nunik. Acaranya kok makan terus sih? Aku jadi ngiler neh… Tadi kalau ga salah aku baca ikan kue? itu maksudnya kue yg berbentuk ikan?

    Kalau bule jauh-jauh dari negaranya ke Bali makan nasi goreng, itu ma wajar. Tapi kalau mba Nunik jauh-jauh ke Bali makan nasi goreng, itu sangat wajar, ha ha ha ha. Nasi goreng di Bali rasanya beda lho, makanya bule doyan, coba aja…
    .-= budiastawa selesai posting Perokok, Asapmu Bukan Untukku =-.

  3. woww 266 ribu hanya mbak. klo dibuat beli nasi pecel di kampung ku itu gak habis seminggu lho mbak πŸ™‚

  4. Kalau nanti dah duduk manis di partai, ngeblognya gimana mbak? πŸ™„ πŸ™„ πŸ™„
    .-= TKB selesai posting Googling jadi Topeking =-.

  5. mbak..kalo mau makan ikan di jimbaran cari yang deket ama hotel four season..atau jajaran sebelah kiri kalo makin deket ke pasar harganya 40% lebih mahal karena ada sistem komisinya. Kalo mau lebih murah lagi dateng jam 4 sore di pasar ikannya..pilih ikannya dan samperin tempat jasa pembakaran ikannya..di jamin jauh lebih ngirit..tapi kalo itu buat yang di bungkus…
    .-= boyin selesai posting Dirty Old Man =-.

  6. Wah, kelihatannya tlisiban sama saya. Saya juga baru dari sana pada tanggal 27 Maret 2010. Tapi acara makan malam. Asik juga makan dengan “background” suara debur ombak dan pemandangan kelap-kelip lampu “Dreamland”.

    BTW
    Saya sudah kirimkan artikel yang saya janjikan. Silahkan diperiksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge