Jual Akun Twitter; Akibat Tweet Berbayar?

Buat yang setiap saat nongkrong di twitter, pasti sudah mahir mengendus adanya tweet berbayar dari akun teman-teman yang kita follow yang bertindak sebagai buzzer.

Oke, mungkin masih ada yang belum begitu mengenal seluk beluk twitter ya. Biar saya perjelas dulu. Sama halnya dengan blog yang bisa dipasangi iklan karena jumlah pengakses dan pembacanya cukup besar, twitter sebagai media sosial tempat berinteraksi juga mulai dilirik advertiser untuk menyebarkan pesan mereka. Pesan titipan itu biasanya disampaikan melalui akun-akun yang dipilihnya sebagai buzzer, yang umumnya artis atau orang biasa yang memiliki jumlah follower yang besar. Satu ciri yang paling gampang dilihat adalah adanya tanda pagar (#) khusus sesuai dengan pesanan.

Meski seharusnya bukan hanya jumlah follower saja yang menjadi ukuran sebuah brand memilih buzzer, namun jumlah follower twitter tertentu menjadi syarat utama. Misalnya batas bawah angka 500 adalah yang dijadikan patokan oleh idBlognetwork.

Jual Follower Akun Twitter
Jual beli akun twitter: laris!

Adanya peluang memperoleh penghasilan dari twitter, dan ada pula pengguna yang ingin memperoleh follower dalam jumlah besar tetapi frustasi nggak tahu gimana caranya, membuat muncul juga jual beli akun twitter. Partek ini jelas menyalahi aturan dan dilarang oleh twitter, dan bisa mengakibatkan akun disuspend.

Jumlah follower di twitter tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya pengaruh tweet yang dibuat seorang buzzer. Siapa saja followernya, dan seberapa besar pengaruh orang tersebut terhadap orang-orang yang memfollownya, turut menentukan. Apa gunanya follower bejibun, kalau akun tersebut tidak pernah berkomunikasi intensif? Ngetwit hanya jika ada pesanan? Atau sebaliknya, membanjiri timeline dengan ocehan nggak jelasnya?

Oiya, dari gambar iklan jualan akun twitter di atas, ada yang menggelitik saya, itu 1.500 followers, dari berapa following? Bukan 15.000 kan? 😉 *sungkem*

 

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

45 thoughts on “Jual Akun Twitter; Akibat Tweet Berbayar?”

  1. Saya pernah liat gambar sejenis di atas di fan pages IBN, hihi..
    Twitter saya isinya cuma tweet dari blog doang, kayaknya gak mungkin bisa dapetin follower yg banyak.. 😆

  2. Buset.. udah kayak lokalisasi gitu ya…. ih… ceyem masa follower diperjualbelikan 🙂

    Thanks postingannya.. saya ngga terlalu peduli dengan follower dan lebih memedulikan siapa yang saya follow karena saya lebih peduli apa yang saya dapat (informasi) ketimbang apa yang harus saya bagi…ya, terkadang saya sangat egois hahaha!

  3. Waduh? kok Mba Is tau sih dirikuh tidak mengerti seluk beluk per-twitter-an? hihihi… saya jarang buka mba, kalo lg santaaaaaaai bgt baru log in, itu pun cuma baca twit-an orang2 yg saya follow doang 😆

  4. Huahahah…iya ya, followersnya 1500, tapi kalo followingnya 15.000 ya sama aja boong, kyakakaka…
    Ah..saya mau jual akun twitter saya ah.
    Mbak Is minat? Sejuta aja deh, hahahah…. 😆

  5. Yang jadi ambisi sekarang banyak yg follow siapapun dan targetnya ngga jelas siapa. Akibatnya banyak tweet yg tak berbobot dan malah ngga pernah mendapat respon dari followers. Sedih ya, demi mengejar segepok duit 🙂

  6. Wah, ada2 aja dah smp akun twitternya dijual. Lah dipilih kan gara2 celotehannya yg ngena, klo adminnya diganti ya gregetnya juga hilang dong..

  7. Hehehe… ada2 aja. padahal dengan cara yang lebih elegan, follower 1500 itu cukup ‘mudah’
    Selamat malam Mbak Nunik, lama gak mampir krna lama gak ngeblog sekarang mau komitmen lagi balik kandang. 🙂

  8. menyalahi karena pindah2 IP adress mbak is, dan juga perpindahan/perubahan mendadak email akun twitter bisa menjadi suspend itu sendiri. 🙂 apalagi kalau sudah terjual dan pemilik lama melaporkan kena hack, bisa ditarik kembali, jadi sama-sama ruginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge