Jurus-Jurus Sakti Pembangkit Blog Yang Mati Suri

Apa kabar blog Anda hari ini? Sehat, sakit-sakitan, atau jangan-jangan sudah lupa punya blog?

Lalu bagaimana jika bagai kekasih yang insyaf, Anda ingin sekali merasakan lagi kehangatan cinta saat dahulu berasyik masyuk dengan blog? Take it easy. Walau dicuekin selama apapun itu, percayalah, blog selalu ada disana. Seperti kata Jikustik:

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya

Dan artikel ini akan mengajarkan jurus-jurus beserta langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan demi membantu Anda tuk membangkitkan lagi blog Anda yang mati suri. Ready?

Update Blog

Kita masuk ke jurus yang pertama, yaitu:

  1. Jurus Anak Bertanya Pada Bapaknya

Caranya mudah, yaitu mulailah dengan pertanyaan ‘mengapa’. Ya, kenapa saya ndadak kepingin ngeblog lagi?

Analisalah mulai dari diri sendiri. Serius nih saya kepingin menghidupkan blog lagi. Tujuannya apa? Kok mendadak kepingin? Lalu Anda mulai merefleksikan lagi apa-apa yang hilang selama Anda nggak ngeblog.

Apakah anda merasa kosong? Apakah anda butuh media aktualisasi? Apakah anda jenuh bersosial media yang makin hari makin mbulet? Apa Anda mulai kepincut cari uang dari blog?

Apapun itu, kadar kekuatan dari jawaban Anda akan sangat menentukan penerapan jurus berikutnya. Siap?

  1. Jurus Satu Tengokan Sejuta Rangsangan

Caranya, kuatkan hati saat menengok blog. Jangan sampai tanggal postingan terakhir mengacaukan konsentrasi. Tarik nafas dalam-dalam, lalu perlahan buka arsip tulisan sejak postingan pertama. Klik.

Bagaimana efeknya?

Anda takjub, bukan? Pasti. Jika mata Anda mulai berair dan rongga perut serasa digelitiki puluhan kupu-kupu nakal, itu pertanda sah bahwa Anda benar-benar seorang blogger yang sedang didera kangen yang mendalam.

Makin lama Anda membaca dari satu artikel ke artikel lainnya, rangkaian kata yang sebetulnya biasa saja itu terpantul seperti mantra-mantra kuno yang menghipnotis semua panca indera ke dimensi lain. Dimensi dimana Anda menjadi sosok yang berbeda dari yang ada sekarang.

Dan setelah fase heroik itu mulai melandai, serta merta Anda akan berbisik lirih: kok bisa?

Di titik ini, jika Anda mendadak bingung, itu normal. Asal masih di batas kewajaran. Dan Anda harus siap ketika muncul bisikan selanjutnya: kok sempat?

Hening sejenak, dan puff, tanpa disadari, detik berikutnya yang Anda tahu adalah Anda melongo di depan monitor.

Sekarang waktunya Anda menganalisa pertanyaan-pertanyaan tadi:

Kok bisa? Kok bisa ya saya nulis kayak gitu? Idenya dari mana? Gimana caranya?

Kok sempat? Kok sempat-sempatnya saya nulis? Apakah waktu itu saya senggang, nganggur atau planga-plongo? Anda akan menjawabnya sendiri.

Lalu pikiran Anda masih terbayang bagaimana antusiasnya Anda saat baru pertama membuat blog, dimana saat itu yang ada hanya perasaan excited. Menulis postingan bagai kilat, mendapat ide bagai kijang mencelat, seraya bertanya-tanya heran: kemana perasaan itu kini pergi?

Disini Anda berada di titik krusial, dimana besar kecilnya tingkat keberhasilan untuk melaju ke penguasaan jurus berikutnya tergantung dari hasil analisa pada kedua ‘kok’ yang muncul itu.

Jika rangsangan tak cukup memadai, Anda akan balik kanan dan puas dengan lembar berstempelkan status ‘asal tahu saja’. Anda akan berfikir: Oh ya, dulu memang saya aktif ngeblog. Duluuu. Ya, dulu. Kalau sekarang? Yaah, sekarang mah beda. Saya udah punya anu ene ono, nggak sempat nganu ngene ngono, bla bla krik krik wus wus dan bergerbong-gerbong alasan lainnya untuk meng-counter habis provokasi perasaan yang sebenarnya Anda akui itu benar adanya.

Namun sebaliknya, jika kadar hormon kreativitas Anda tergugah dan Anda dengan gagah berani siap untuk memulai lagi jalinan hasrat yang dulu pernah ada itu dari awal, maka jangan kaget bila portal imajiner Anda yang dulu terkubur, sedikit demi sedikit akan membuka, dan makin lama semakin melebar dan terus melebar tanpa Anda tahu batasnya.

Dan tanpa dikomando lebih lanjut, Anda tetiba berada di orbit kebangkitan kesadaran. Know that you already know. Pencerahan ulang. Reignited. The magic of you. Apalah itu.

Bila sudah begitu, suasana sudah teramat kondusif untuk melakukan jurus mematikan berikutnya, yaitu:

3.    Jurus Kura-kura Berencana Kelinci Jua Yang Menentukan

Harus saya paparkan lebih dulu, bahwa demi kesuksesan daya gempur jurus ini, Anda disarankan untuk action. Dan itu digelar dalam beberapa tahapan:

Pertama, buat target waktu, misalnya sebulan. Pokoknya, dalam satu bulan ke depan saya harus posting tiap hari. Ya, t-i-a-p h-a-r-i. Anda langsung down? Panik? Jantung lompat-lompatan? Tenang. Easy, sayang.

Bayangkan ketika Anda lama sekali tak bersua dengan kekasih lalu membuat komitmen untuk akan selalu bersama-selamanya-apapun yang terjadi-bla blahappily ever after, apakah Anda akan bilang ‘oke Yang, aku akan mengabarimu seminggu sekali‘? Lah, ya nooo no no no. Saya yakin Anda pasti dengan nafsunya akan teriak ‘my love! I will visit you everyday, e-v-e-r-y-d-a-y!

Ya, jangan seminggu, dua atau tiga hari sekali dong. Nanggung. Mumpung semangat masih hangat-hangat panci opor.

Right, setelah ikrar target diproklamirkan, jurus berikutnya: buat kategori mengenai topik-topik artikel yang ingin dibuat. Buntu? Jangan khawatir. Baca sejenak artikel ide postingan yang tak lekang oleh zaman.

Sudah? Saya yakin Anda kini mendadak kepenuhan ide, bukan? Nah, langsung deh buat daftar kategorinya.

Lalu, dalam seminggu tentukan jadwal topik apa saja yg dibahas. Planning kategori dipecah ke dalam harian. Misal, senin kategori gadget yang nyenengin, selasa ngobrolin gebetan yang jaim luar biasa, rabu curhat seru, kamis ngemis, dan sebagainya.

Dan masih di planning harian, tentukan secara spesifik alokasi waktu untuk mengurusi blog. Dua jam perhari, tiga jam? Siang bolong, tengah malam?

Thus, zaman sekarang sepertinya cuma alien dari galaksi androedan yang nggak pakai smartphone. Jadi, manfaatkan aplikasi pencatat ide yang bejibun di Play Store atau App Store. Banyak toh aplikasi jenis itu? Ada notes bawaan merk ponsel, Evernote, Google Docs, Werdsmith, Bear, pilih saja seluai selera.

Dan jurus pamungkas, jurus paling wahid nan tak-mungkin-terkalahkan dari jurus-jurus masyhur di atas adalah cukup dengan satu kata:

4.    Menulis

Lha iya lah. Percuma Anda menguasai jurus-jurus di atas ditambah jurus aliansi cebong-kampret kalau nggak nulis? Panik? Jantung lompat-lompatan lagi? Jangan khawatir. Saya kasih sebuah wejangan obat penawar:

<quote>Apapun yang lahir ceprot ke dunia, nggak ada yang langsung sempurna.</quote>

True. Kita lahir bayi dulu kan? Nggak mungkin lahir langsung jag jag waringkas dan bisa ngacir kayak Lalu Zohri. Munculnya semua penemuan-penemuan besar pun berawal dari produk yang belum sempurna. Motor, pesawat terbang, ponsel, lampu disko, s-e-m-u-a.

So, nggak usah ragu. Langsung tulis. Nggak usah mikir tata bahasa, tata kalimat apalagi tata tertib menyapa waria. Pokoknya: tulis. Minimal lima ratus kata dan, posting. Ya, langsung posting. Nggak. Nggak bisa besok apa lusa atau nanti abis lebaran kuda. L-a-n-g-s-u-n-g  p-o-s-t-i-n-g.

Nulis Blog

Nulis apaan? Terserah. Saran saya, bisa dimulai dengan menyapa blog sendiri atau menyapa blogger lain dan cerita tentang hidup selama menghilang dari blogosphere, bisa juga cerita tragis sewaktu galon bocor.. utuk utuk utuk.

Kenapa saya sarankan begitu? Itu untuk memberikan dampak instan bahwa Anda telah menyuplai pertolongan pertama pada nafas blog. Ya, seperti halnya tak ada yang lebih mumpuni khasiatnya untuk membangunkan orang yang ngantuk dengan menepuk jidatnya kuat-kuat, postingan pertama setelah sekian lama hiatus adalah bak percikan api kecil di tumpahan minyak.

Berikutnya: draft, draft, draft! Jangan pedulikan kualitas, yang penting stick pada planning kategori yang telah di-plot harian selama satu bulan ke depan. Sekedar saran, gunakan rumus satu banding tiga, yaitu pada saat satu artikel ter-publish, minimal Anda sudah ada tiga draft artikel untuk diendapkan dan diolah. Syukur-syukur draft langsung jadi dan Anda tinggal mengatur schedule waktu terbitnya.

Selebihnya, ya terserah Anda. Bisa mengunjungi blogger-blogger yg dulu sama-sama ngeblog dan masih eksis, berkenalan dengan blogger-blogger yang baru Anda kenal, atau bisa juga fokus saja pada perencanaan konten blog Anda sendiri.

Bagaimana, tertarik mempelajari jurus-jurus sakti itu?

Abaikan saja jika dirasa belum mampu, namun bila Anda punya keingian besar untuk membangkitkan kembali blog Anda yang mati suri, tak ada jalan lain, kuatkan diri Anda sepenuhnya dan selamat datang di padepokan Isnuansa!

~~~

Tulisan ini karya Dendy Darin, penulis blog Darinholic.com. Bisa follow juga twitternya di @darin_1st

12 thoughts on “Jurus-Jurus Sakti Pembangkit Blog Yang Mati Suri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge