Kenapa Saya Suka Mudik Ke Klaten

KlatenHampir selama satu bulan blog saya menjadi agak sedikit terbengkelai, tidak terurus dengan semestinya. Iya, iya, pasti ada yang protes, masa terbengkelai tetapi jumlah postingannya lebih dari 25 buah dalam sebulan! Hampir semuanya postingan terjadwal. Semua sudah saya set jauh-jauh hari sebelum saya harus mengerjakan tugas lainnya dan persiapan mudik ke klaten.

Wah, masih ada yang protes lagi tuh: trus, nyatanya masih bisa jawab komentar yang masuk! Kalau soal komentar, saya memang usahakan sebisa mungkin membalas komentar terlebih dahulu ketika saya memiliki waktu untuk online. Itu prioritas utama saya. Saya ‘curi-curi’ waktu buat membalas komentar.

Sejak pertengahan puasa, saya sudah sedikit demi sedikit mempersiapkan kebutuhan untuk mudik. Termasuk menjadwalkan semua postingan blog supaya tetap terlihat update setiap hari, padahal yang punya sedang senang-senang mudik ke Klaten.

Mudik tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Rencana dari awal sudah setengah-setengah: pengen mudik tetapi dana terbatas, nggak mudik juga gimana, soalnya simbah sudah semakin tua, pasti bahagia jika cucu-cucunya bisa berkumpul di hari raya.

Akhirnya last minute saya dan keluarga memutuskan untuk mudik. Hari Sabtu tanggal 19 September 2009 jam 13.00 kami baru berangkat. Dan akhirnya terjebak macet di Cikampek selama 4 jam! Untungnya, setelah itu jalanan lumayan lancar.

Memang lain rasanya menghabiskan libur hari raya di tanah kelahiran, Klaten. Meskipun tidak seluruh keluarga besar bisa pulang dan berkumpul tahun ini, tetapi setidaknya hampir sebagian besar bisa bertemu. Jika bukan dalam moment seperti itu, mungkin kami tidak akan bertemu muka. Kesibukan masing-masing keluarga menyebabkan tali silaturahmi tidak bisa terjalin dengan sempurna. Saatnya hari raya untuk bertemu.

Sehari setelah Lebaran, waktunya untuk berkunjung ke rumah saudara. Banyak sekali yang harus dikunjungi: kakaknya nenek dan kakaknya kakek [Budhe-nya Papa], adiknya nenek dan adiknya kakek [Bulik-nya Papa], sepupu-sepupu Papa yang lebih tua, sampe sodara-sodara lain yang meskipun secara hubungan darah sudah jauh, tetapi terhitung akrab.

Yang paling membuat saya suka mudik ke Klaten adalah: Piknik dan makan! Saya dan adik-adik suka jalan-jalan meskipun bukan ke tempat-tempat objek wisata yang terkenal. Hampir setiap tahun kami berganti-ganti tempat tujuan wisata seperti Parangtritis, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Malioboro, Tawangmangu, dan yang lokal Klaten seperti lihat bulus jimbung, jali, rowo jimbung, deles indah, dan pemancingan Janti.

Makanan yang sering saya cari ketika mudik ke Klaten antara lain Soto Palang [depan Klasis], ayam panggang Anggraini, gudangan, dawet, gudeg komplit, kripik ceker, belut goreng, tahu bakso, dan jenang trasikan.

Kemarin saya ke Tawangmangu [Karanganyar] ketika mudik ke Klaten. Suasananya sangat ramai, penuh dengan manusia. Agak nggak nyaman, karena harus berdesak-desakan dengan orang lain untuk mendekati air terjun. Tetapi sebanding kok, usaha dengan hasilnya. Foto-foto yang saya dapat pun banyak. Saya akan upload di facebook. Ingin melihat foto lainnya? Add facebook saya.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

23 thoughts on “Kenapa Saya Suka Mudik Ke Klaten”

  1. Saya cuma pernah 1x ke Klaten, daerah Jogonalan, waktu itu pas banget maLam sebeLum buLan puasa tiba…

    Jogonalan, lebih deket dengan Prambanan ya, kalo dibandingkan ke Klaten kotanya. 😉

  2. Cerita Panjenengan lebih menarik kalau di sertai gambar tempat wisata yang ada di sekitar klaten, hal ini penting sebagai kepedulian, itung-itung membantu promo dinas pariwisata. mungkin ini bagian dari partisipasi dalam menambah pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Terlebih panjenengan, linknya banyak abis.

    Blog saya entah dengan alasan apa, sering kali susah dibuka. Saya tidak mau menambahkan maslah baru lagi dengan memperbanyak foto-foto di blog ini. Jadi sengaja foto-foto saya upload di Facebook saja.

    Jika ada yang tertarik dengan foto-foto saya 😳 silahkan add facebook saya: http://www.facebook.com/isnuansa. 😯

  3. Wah, asik ya, libur lebaran bisa untuk rekreasi. Saya malah limbung kegiatan2 lainnya.. 🙁
    Mampir lagi…………salam.
    .-= Dira´s selesai [nulis] ..Tentang Efek Sistemik, UMKM dan Bank Century =-.

    Makasih sudah mampir [lagi]. Iya, saya memang biasanya selalu rekreasi kalo Lebaran. Sayangnya sekarang tempat-tempat rekreasi mulai penuh banget ketika liburan tiba.

  4. Assalamu’alaikum,
    Senangnya bisa lebaran sambil rekreasi, pasti membawa kesenangan dan kebahagiaan tersendiri, kalau saya sayangnya tidak pernah mudik, kampung saya di Jakarta.
    .-= Dewi Yana´s selesai [nulis] ..CINTA DUNIA =-.

    Enak ya Jakarta, kalo Lebaran ditinggalkan hampir sebagian besar penduduk yang tinggalnya ‘menumpang’ di tanah kelahiran Mbah Dewi…

  5. enaknya liburan….

    kemarin aku juga pulang liburan…. mayan otak jadi encer… hehehehehe
    .-= yangputri´s selesai [nulis] ..Selamat Lebaran 1430 H =-.

    Otak encer, jadi semangat lagi kerja sesudadhnya ya Yang?

  6. saya juga pernah ke Delanggu, memang kondisi klaten sangat nyaman sehingga pengunjung bertah berlama-lama di sana 😉

    Kalo Delanggu, lebih deket ke Solo dari pada ke Klaten kotanya. Sekarang udah rame banget nih, Delanggu…

  7. tentunya butuh tenaga ekstra untuk menyiapkan tulisan terjadwal biar bisa mudik dong?
    .-= wira´s selesai [nulis] ..Hari Raya Galungan di Bali =-.

    Pasti. Saya sempat beberapa hari begadang sampe pagi hanya untuk menulis blog dan maen game tentunya… :mrgreen:

  8. tidak hanya warga jakarata asli yang senang dengan mudiknya para pendatang (mungkin), tapi keluarga di kampung juga senang dengan mudiknya saudara mereka, bagi-bagi ang-pao dong. selamat berkarya kembali.

    Tentunya… Keluarga di kampung pasti kecewa jika kesempatan setahun sekali bertemu terlewat begitu saja. Soal angpao, itu nomer dua, jika nggak ada ya nggak papa juga.

  9. Mudik ke kampung halaman memang menyenangkan mbak apalagi kalau ortu masih ada, kayaknya wajib kita kunjungi. Bagi kita mungkin nggak gitu terasa, tapi bagi ortu sangat berarti dan membuat mereka bahagia kalau putra-putrinya bisa nglumpuk semua.

    Ada souvenir dari saya berupa buku, silahkan di lihat di blog saya pada artikel : Bukan Contest : Brain storming-Bela Negara. Saya perlu nama dan alamat lengkap untuk pengiriman buku tsb. :mrgreen:

    Terima kasih mbak.
    Salam hangat dari Surabaya

    Langsung siap laksanakeun tugas PakDhe. Maturnuwun…

  10. Ada souvenir dari saya berupa buku, silahkan di lihat di blog saya pada artikel : Book Review : Trik Membuat Tampilan Blog Lebih Menarik.
    Saya perlu nama dan alamat lengkap untuk pengiriman buku tsb.
    Terima kasih mbak.
    Salam hangat dari Surabaya

    Sudah dilaksanakan PakDhe.

  11. Mbak Is dari klaten toh ? Dulu tahun 1995 saya rajin banget ke Cawas dan Wedi. Selamat Mudik Mbak. Dan maaf kalo terlambat : Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallohu minna waminkum. Salam sukses selalu.
    .-= arkasala´s selesai [nulis] ..Salah Satu Cara / Alternatif Mengangkat Bisnis Offline ke Online =-.

    Maaf lahir batin juga Kang Yayat. Ke Cawas dan Wedi? Wah Nenek saya asalnya dari Wedi tuh, tapi tinggalnya udah di Klatennya…

  12. Kena macet di Cikampek toh mbak? Salam kenal mbak, aku Lukman blogger asal Cikampek..
    .-= Lukman Nulhakiem´s selesai [nulis] ..Vinythai Akuisisi Solvay Biochemicals =-.

    Tau gitu kemaren saya mampir aja ya, biar bisa tidur daripada macet di jalan.

  13. Hmm, saya baru sekali mas ke Klaten..
    Kebetulan rumah kk’ saya ada disana…
    Enak yah disana, masih adem,,,
    Apalagi liat pematang sawah yang hijau, hati ini jadi sejuk banget… 😀
    .-= Zippy´s selesai [nulis] ..Budi Jakarta =-.

    Doh, Zippy. Saya perempuan tulen lho, mbok ya jangan dipanggil Mas…

  14. wahhh kebetulan sekali tuk tahun ini saya gk mudik… 🙁 sekedar konfirmasi… 😳 ada award di tempat saya tuk mbaknya, silahkan di ambil jika berkenan 🙂 terimakasih 🙂

    Terimakasih atas awardnya, Lata.

  15. Rupa-rupanya kita mudik di hari dan jam yang sama, kok kita ga ktmu ya di Cikampek?… 😆 Pas hari itu memang macetnya luar biasa, kebayang yang mau ke klaten pegelnya kayak gimana, saya yg ke Kuningan biasa 6 jam ini 12 jam…

    Yg 25 postingan itu luar biasa mbaq, saya ga posting satupun saat mudik… Hehehe…

    Foto-foto mudiknya mau saya intip di facebook ah… :mrgreen:
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Tagihan Rumah Web Yang Tidak Memberatkan =-.

    Iya, saya macet total di Cikampek. Kalo foto-foto, hanya ada 19 yang saya upload dari 500an yang saya dapat. Nggak mau juga ah, terlalu narsis. Ntar yang lain pada muntah, lagi. 😛

  16. lebaran tanpa mudik serasa gak lengkap dan afdol.
    pertanyaannya “kenapa saya suka mudik ke Borobudur?”, jawabanya karena memang lahir dan gede disana….
    .-= antokoe´s selesai [nulis] ..Padang Bergoyang =-.

    dari Magelang, Mas Anto?

  17. dari CasRudi:
    “Rupa-rupanya kita mudik di hari dan jam yang sama, kok kita ga ktmu ya di Cikampek?” gimana mo ketemu Rud.. Rudi naek motor “selap-selip” sedang Nunik didlm mobil ketiduran… “ngorok”.. hue he he ….

    Kok, tahu sih? Jangan-jangan asisten Mama Laurent nih???

  18. Salam kenal ya mbak saya juga asli klaten mbak.Saya dari Karanganom,dekat Jatinom. Sekarang sya tinggal sama keluarga di Semarang.Lebaran tahun ini pulangnya kapan mbak? Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge