Ketika Harus Berakhir

Pertengkaran…
Yang terjadi
Seperti semua salahku…

Mengapa ku yang harus slalu mengalah
Tak pernahkah kau berpikir
Sedikit tentang hatiku…
[Slalu Mengalah – Seventeen]

Ardi pasti akan menertawaiku jika mengetahui apa yang kini kualami. Tetapi apa yang bisa kulakukan selain pasrah? Memang dari awal, semua aku yang salah. Salah menilai dan mengambil sebuah keputusan berani.

Artur adalah sahabat yang sudah selama hampir tiga tahun aku kenal. Selama tiga tahun itu aku juga tahu jika dia telah memiliki kekasih bernama Risa. Bahkan aku sempat dikenalkannya sekali waktu.

Entah apa yang menyebabkan aku menerima begitu saja pendekatan yang dilakukan Artur dan menjalani cinta terlarang diantara kami. Aku sendiri tak begitu peduli apakah Artur benar-benar mencintaiku atau tidak.

Semua terjadi begitu saja. Bahkan ketika pertengkaran mulai terjadi dan sedikit demi sedikit terbuka kepribadiaannya pun, aku tak peduli.

Aku seolah-olah bisa menerima statusku sebagai orang kedua. Waktu yang diberikan padaku terbatas, aku terima. Selalu sebagai ’orang yang terkalahkan’ aku terima. Padahal orang mengenalku sebagai pribadi ’pejuang’ yang tabu menerima sebuah kekalahan, dalam hal apapun.

Aku menyimpan rapat-rapat semua yang terjadi. Dan memang sudah seharusnya, karena menjadi orang kedua adalah suatu aib.

Ardi, seorang sahabat tempatku menceritakan semua masalahpun tidak mengetahui apa yang terjadi. Hidup berjalan dengan biasa, seolah aku baik-baik saja.

Tiba-tiba, aku sadar jika hubunganku dengan Artur memang harus diakhiri. Bukan karena aku merasa ’menyerah’ dan tidak mampu bersaing dengan Risa, bukan pula karena seluruh pertengkaran yang terjadi antara aku dan Artur.

Alasan ini belum pernah aku ungkapkan. Dan aku sendiri juga heran, kenapa justru aku merasa harus mengakhiri semuanya karena kini aku mempertanyakan kesetiaannya!

Bodoh sekali diriku. Ketika dari awal menjalani hubungan dengannya, bukankah dia ’tidak setia’ dengan kekasihnya? Dan itu bisa diulanginya kapan saja? Ya, aku sadar akan hal itu.

Tetapi aku pikir dia bersamaku karena memang tidak bisa menemukan kualitas terbaik di diri Risa.

Ternyata, dirikupun tidak ada artinya. Dan dengan mudah berpaling lagi pada wanita lainnya.

Aku bisa menerima jika memang harus dikalahkan oleh Risa, karena memang dari awal dia miliknya. Tetapi tidak dengan yang lain.
Maaf, aku tak bisa memaafkanmu untuk perselingkuhan itu.

Bila nanti aku pergi
Jangan lagi panggil kukembali
Bila nanti aku pergi
Takkan ada cinta kita lagi
[Bukan Permainan – Gita Gutawa]

Kini, semua yang kulakukan hanyalah melupakan semua yang telah terjadi. Baik ketika bahagia, maupun ketika harus menitikkan air mata.

Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan hidup

Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu

Lepaskan segalanya
Lepaskan segalanya
[Menghapus Jejakmu – Peterpan]

Dari awal kita sahabat, berakhirpun kuharap tetap sahabat.

[Selamat Ulang Tahun, Dian! It's my gift.]

Komentar Masuk

Skip to Comment Form
  1. ganda says:

    macam2 lagu naff judul postingan ini ya.. :roll: Cinta itu memang rumit bener ya? Kurasa, belum ada satu pun algoritma yang mampu memecahkannya. hehehehe
    .-= ganda´s selesai [nulis] ..Wordpress Tip : Create Archives Page Without Plugin =-.

    Betul Bang, kalo ada algoritmanya, bisa makin cepet awak dapat Page Rank jodoh. :oops:

  2. perigitua says:

    haddiiirrr…
    met ultah juga mbak dian…. “Moga yang terbaik sellalu untukmu..”

    mbak nunik, lagi ber metamorfosis kah????

    hehehe, ternyata bisa nulis melo juga neh, palagi lagu2nya melo abiss….!

    cu..
    .-= perigitua´s selesai [nulis] ..Untukmu Indonesia =-.

    Ini selingan doang, sambil ngetest kemampuan menulis ;)

  3. waduh… Kejadian sungguhan ya mbak nunik?

    Tuhan tak selalu mengajari kita dengan jalan lurusnya, bahkan kadang kita harus belajar dari yang sebaliknya.

    Mencintai adalah hak kita, seperti yang dikatakan oleh Sujiwo tejo : “Jangan pernah menghakimi cinta… ”

    Salam Mbak… :)

    Ada award dari saya, semoga jenengan tidak keberatan mengambilnya… :)
    .-= kolojengking´s selesai [nulis] ..Award pasopatinya pak Dhe cholik… =-.

    Terimakasih Konjeng :roll:

  4. Maafkan daku sayang, beberapa hari nggak mengunjungimu.
    Ini bukan karena aku berselingkuh, tetapi karena aku takut kehilanganmu.

    Weleh..weleh..weleh, mbakyu kok yo pinter nulis kayak gitu sih. Apik tenan, dibukukan donk mbak, trus diterbitkan. Kalau laris kan bisa beli motor bebek, ha..ha..ha.
    Salam hangat dari Surabaya ya mbak.

    Kalo PakDhe suka, mudah-mudahan yang lain juga suka. Agak menye-menye memang, soalnya ya cuma begitu yang bisa saya tulis. Dibukukan? Wadoh, saya meskipun sudah belajar menulis cerita pendek, belom pernah bisa ‘puas’ dengan hasilnya.

    Tapi belajar memang harus bertahap ya PakDhe.

    Salam sayang selalu. :oops:

  5. Khery Sudeska says:

    Aku pulang…
    Tanpa dendam…
    Kusalutkan…
    Kemenanganmu…

    (Nyambung nggak ni ya? Ama isi postingan? Eh, sok tau kau Khery… :razz: )

    Salam kenal, Mbak… :smile:
    .-= Khery Sudeska´s selesai [nulis] ..Murtadha Muthahhari; Tentang Ideologi (Bagian 2)* =-.

    Nyambung kok, Sheila On 7 kan? Tanpa dendam, tentu! :wink:

Silakan berkomentar..

CommentLuv badge