Ketika Libur Panjang Telah Usai

Mohon maaf lahir dan batin ya, teman-teman.

Libur panjang telah usai. Buat saya sih nggak panjang-panjang amat. Lebih pendek dibanding dua tahun dan tahun lalu. Hanya 2 minggu, nggak bisa nambah karena tugas saya di kantor sekarang makin banyak.

Jadi saya balik duluan ke Jakarta sendirian, sedang Diana dan suami masih nambah liburan hingga sekitar 10 hari ke depan di Klaten.

Jelas banyak bedanya tahun ini. Yang kerasa ya rumah di Jakarta jadi sepi. Tapi saya jadi nggak perlu masak nasi sekalipun. Karena ya buat apa nyapek-nyapein doang, mending beli nasi bungkus aja, tinggal lhep. Kalau kerjaan lainnya sih tetep, nyuci baju, setrika dan bersihin rumah emang semua biasa dikerjain sendiri, nggak punya ART.

Udah punya suami dan anak, tapi berasa jadi anak kos, di rumah sendirian.

Tahun ini, Diana udah mulai sekolah TK. Persiapan udah komplit, tinggal saya aja yang deg-degan, gimana nanti hari pertama sekolah lancar atau enggak. Harusnya sih nggak ada masalah ya, saya lihat Diana cukup siap buat sekolah. Usia udah cukup 5 tahun. Anaknya juga udah mandiri. Beberapa hal yang biasanya diajarkan di sekolah TK juga Diana sudah bisa.

Nah, kalau cerita soal liburan kemaren, nggak banyak yang saya dan keluarga lakukan. Karena Lebaran tahun ini nggak semua keluarga besar pulang kampung. Ya berhubung memang kakek dan nenek saya di Klaten sudah nggak ada semua sih. Dari pihak mama saya, papa saya, dan dari keluarga suami juga sudah nggak ada semua. Jadi bener-bener hanya kumpul keluarga sendiri saja. Budhe, Pakdhe, Om dan Bulik banyak yang nggak pulang.

Tempat wisata yang sempat saya kunjungi hanyalah Pantai Siung dan Pantai Srau. Maaf ya Mas Jarwadi, nggak bisa mampir ke Gunung Kidul lagi seperti yang pernah saya katakan di Instagram. Sisanya ya cuma ngetan-ngulon ganti-gantian di rumah orang tua dan mertua. Badan saya sempat drop, sakit (sepertinya) infeksi pernafasan dan panas dalam yang cukup lama dan mengganggu aktifitas juga.

Kuliner juga nggak banyak saya lakukan, cuma beberapa kali makan di luar, itupun di tempat yang sudah pernah dicobain tahun-tahun sebelumnya. Yang bikin seneng adalah kalau pagi sarapan sego gudang (nasi dikasih lauk urap sayuran bumbu kelapa muda parut gitu, ditambah sambel tumpang dan bubuk kedelai) yang harga sebungkusnya cuma 2.500 perak aja udah bikin kenyang. Ditambah 2 gorengan sih. Yang terakhir ini penyebab panas dalam saya jadi makin susah sembuh, hahaha.

Diana gimana? Namanya anak-anak, tinggal di kampung yang semuanya luas aja udah bikin bahagia. Bisa lari-larian di dalam rumah tanpa khawatir mentok aja udah girang minta ampun. Ketemu sama dua sodara sepupu laki-laki, mainannya ikutan gaya mereka. Trus diajakin maen ke sungai, lihat sapi dan kambing peliharaan simbahnya, diajak naek motor keliling kampung, senyumannya udah lebar bener.

Nggak heran kalau pisah sama saya jadi biasa-biasa aja. Tetep seneng dia sama bapaknya di kampung, dan saya harus sendirian sementara waktu di Jakarta. Minggu depan kayaknya baru bakalan pulang ke Jakarta.

Kalau soal uang gimana? Apa seperti (kebanyakan) teman yang mengeluh THR habis? Ya sama saja sih, THR pasti habis, tapi ya biasa saja. Duit nanti nyari lagi. Ngumpulin buat dihabisin Lebaran tahun depannya lagi. Bedanya saya memilih nggak banyak ngeluh, biasa aja, hahaha.

Kalau soal blog? Ini yang jadi masalah. Makin ke sini kok berasa makin males aja ya buka dashboard dan ngetik postingan. Terlalu asyik baca status teman di sosial media dan lihat-lihat foto keren di Instagram. Kalau teman-teman, gimana?

6 thoughts on “Ketika Libur Panjang Telah Usai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge