Keyword Sebagai Nama Komentar, Berhasilkah Membentuk Brand?

Blogwalking merupakan bagian dari aktifitas ngeblog. Setelah membaca sebuah artikel di blog seorang kawan, biasanya blogger akan meninggalkan komentarnya atas tulisan tersebut. Dan kolom formulir isian yang jamak disediakan oleh pemilik blog adalah Nama (harus diisi) Email (tidak akan dipublikasikan, harus diisi), dan alamat blog atau website.

Apa yang akan Anda isikan di kolom Nama?

Ada beberapa yang saya perhatikan sering digunakan oleh blogger dalam mengisi nama.

Nama Asli

Nggak perlu diterangin kan ya kalau yang ini. Bisa saja Nina, Joko, Hengky dan lain sebagainya. Kita pun akan enak membalas komentar jenis yang ini. Karena dengan mudah akan me-reply: Terimakasih Mas Joko komentarnya, dan lain sebagainya. Terasa akrab.

Nama Blog

Beberapa yang saya temui di kolom komentar saya, adalah blogger yang memang tidak menggunakan nama aslinya, tetapi nama blognya sebagai nama di kolom komentar. Seperti Alamendah, Alisnaik dan Indobrad. Jenis ini, meski lebih sulit kita akan memanggilnya, tetapi mereka masih bisa diketahui nama aslinya di blog. Tidak anonim, tetapi jika belum kenal, akan membuat kikuk bagaimana menyapa mereka.

Ketika saya sudah kenal nama aslinya, memang lebih nyaman jika menyapa Alamendah dengan Mas Ali, Alisnaik dengan Arooel, dan Indobrad dengan Opa Bradley.

Keyword

Keyword ini bisa bermacam-macam, mulai dari kata kunci yang digunakan mengikuti kontes SEO, sampai dengan nama barang dagangannya. Di blog saya, berseliweran nama-nama seperti: Genset Bekas, Toko Bunga Surabaya, sampai dengan Kampung Perawan. Huh.

Nama Komentar

Bagaimana saya mau menjawab komentarnya? Sama siapa saya akan ngomong? Sama Genset? Sama Toko? Sama Kampung?

Yang menarik, sebuah Universitas, juga mulai memperkenalkan diri sebagai HANDOUT melalui komentar di blog! Itukah brand yang akan mereka tawarkan untuk kampusnya? Berikut screenshotnya. Sayang, saya langsung pencet Spam, karena titip link, dan isi komentar nggak ada artinya. 😆

Nama Komentar

Salahkah Menggunakan Keyword Pada Nama Komentar?

Kalau ngomongin salah benar, ya nggak salah juga sih. Tapi secara pribadi saya lama-lama agak risih juga membacanya. Terutama keyword-keyword yang aneh-aneh.

Jika diimbangi dengan kualitas komentar yang diberikan, mungkin masih bisa ditolerir. Tetapi kalau nama yang diberikan adalah keyword, dan komentar yang ditinggalkan hanya asal, seolah-olah blog kita adalah “tempat sampah” buat mereka. Tempat mencari backlink saja. Bagaimana menurut Anda?

Berhasilkah Membentuk Brand Melalui Keyword di Nama Komentar?

Untuk peringkat di search engine mungkin pengaruh ya, tapi tidak untuk nama baik. Terlalu keras dan frontal jika mengiklankan produk melalui nama di kolom komentar. Rasanya nggak nyaman buat saya yang punya blog. Dan Satrya lebih dahulu secara jelas memberikan persyaratan bagi komentator di blognya seperti berikut:

Pastikan komentar Anda sesuai dengan peraturan saya :
Gunakan nama asli/nama panggilan, jangan kata kunci (keyword)
Jangan masukan link kedalam komentar (gunakan hxxp:// bila terdesak)
Jangan menggunakan kata-kata kasar/kotor
Bila ada yang ingin ditanyakan secara personal, silahkan gunakan form contact (navigasi atas)
Komentar yang melanggar peraturan saya akan dimasukan sebagai SPAM atau di hapus !

~~~
Monggo, silahkan berbagi pendapat di kolom komentar….

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

59 thoughts on “Keyword Sebagai Nama Komentar, Berhasilkah Membentuk Brand?”

    1. Lhoh, kenapa harus nunggu? Kan tetep juga tho, ngeblog buat berhubungan dengan orang banyak. Mau tak mau, tercipta brand kita sebagai blogger yang seperti apa.

      Pelajaran dari Pak Hermawan piye? Diterapkan dong…

  1. Kalau saya memang lebih nyaman dengan identitas asli, nickname hanya digunakan untuk forum atau jejaring sosial. Kalau tidak salah Bli Dani pernah menulis hal serupa dulu.

    1. Haha, itu dia, blognya Catatan Legawa, sempat saya kira dulu Cahya Legawa. 😆

      Kalo nama, kan enak, manggilnya: dokter Cahya. Nggak lucu dong kalau pakai Catatan di kolom nama.

  2. Biasanya saya berkomentar kalau tulisannya memang memancing saya untuk berkomentar. Kalau tidak ya saya jadi pembacanya saja. Jadi silent reader.

    Saya juga jarang komentar yang nitip link atau ditunggu kunjungan baliknya, bahkan tidak pernah. *sepertinya sih* 😆 Saya selalu mengusahakan untuk berkomentar sesuai dengan tema tulisan. Eh tapi, kadang saya juga komentar OOT sih.

    Suka merasa risih memang klo ada yang komentar di blog kita pake brand/domain-nya gitu. Lebih enak dia pake nama asli sih. Lebih akrab aja jadinya.
    Kimi selesai posting Tips Mengatur Keuangan Ala Kimi

  3. Jadi ingat awal2 ngeblog kemarin. Setiap meninggalkan komentar, saya pake nama acacicu. Ini hanya karena ketidak mengertian saja. Alhamdulillah ada juga yang mau kasih tau (yg lebih baik). Enaknya jadi blogger, bisa saling mengingatkan tanpa kita merasa digurui;

  4. maaf aku a.k.a nya banyak sih, tapi emang biasanya pakai ikkyu_san sih. Tapi signnya EM hihihi.
    Tipe tipe handout juga byk yg dalam bahasa Inggris. Biasanya sih kalau itu saya langsung masukin trash.

    EM
    Ikkyu_san selesai posting Bertemu Tokoh

    1. @Mas Hendro,
      Setahu saya mas Hendro cukup sering menggunakan nama berupa “ph-internet” ketika berkomentar. Kalau boleh tau, apa artinya itu? Keyword kah atau sekadar judul blog tanpa makna? Kalau tujuannya untuk optimasi keyword tersebut, menurut saya malah aneh. Saya aja nggak tahu apa artinya ph internet itu. Saya rasa pun, tidak akan ada yang menggunakan kata kunci tersebut ketika akan mencari info via google.

      Atau apakah tujuannya agar nama blog tersebut bisa lebih mudah terindeks? Jika untuk tujuan tersebut, rasanya terlalu berlebihan.

      Atau mungkin sekadar untuk memberi tahu, bahwa link di balik nama tersebut menuju blog mas Hendro yang berdomain ph-internet? Sebab setahu saya mas Hendro juga punya blog di blogspot (yang biasanya mas Hendro sertakan linknya dengan nama asli ketika berkomentar).
      iskandaria selesai posting Padding- Margin- Positioning- dan Whitespace dalam Desain Web

  5. biasanya kalo ada yang nitip link gitu biasanya nggak aku klik ke spam, tapi linknya aku buang aja. sebagai penghargaan kunjungan dan komen dia.
    kalau untuk nama di komen sih. setiap orang mungkin pengin punya branded sendiri2 baik untuk nama ataupun blognya. Tapi saya kurang suka kalo ada yang make kolom nama buat nembak keyword.
    aneh rasanya
    ob3 selesai posting Berapa banyak anda punya akun email

  6. Kalo aku emang jual Brand mba 😀 :ngakak
    Brand “bangsaid” itu biar melekat dibenak blogger sedunia, kalo Bangsaid itu yang imut lucu dan menggemaskan
    hahaha

    Tapi kalo yang suka nitip iklan emang banyak siy. Buat Blog baru seperti punya saya belum jd sasaran memang. Beda sama blog Mba Is yang sudah jauh lebih terkenal
    Dan kalo blog saya dimasukin sama yang begituan, sptnya akan bernasib sama = SPAM
    bangsaid selesai posting Arsitek Masjid Istiqlal juga Non Muslim

  7. Haha… Mungkin itu dilakukan supaya pengunjung lebih ingat dgn blognya. Atau bisa juga sebagai ajang mempromosikan produk & jasa… 🙂

  8. lebih suka dan menghargai nama asli/samaran/domain yg tak pernah berubah-ubah.
    Sangat terganggu bila pengunjung menggunakan keyword utk berkomentar di blog saya.

  9. Sangat mencerahkan mbak, kalo saya lebih suka menggunakan nama sendiri dalam komentar, karena seperti kata mbak, jadi lebih akrab. Kadang2 saya mencantumkan nama anak saya tapi untuk blog lainnya. Mungkinkah itu berkaitan dengan brand, saya sih tidak terlalu peduli, yang penting itulah blog saya.
    Nasir selesai posting Prinsip Diet Sehat Untuk Anda

  10. Terima kasih Banyak mbak, saya sangat setuju , memang untuk memanggil di manapun kan namanya bukan alias kan mbak dan sebelumnya saya mohon maaf atas komentar saya yang pakai bukan nama asli saya, terima kasih Alloh pasti membalas kebaikan mbak

  11. kalau saya sih memang suka merasa aneh melihat orang memasukkan keyword sebagai nama komentar. Kesannya Fakir SEO gitu. hehe. Tapi ada juga 1-2 pengomentar seperti itu yang isinya memang genuine, dalam arti memberi komentar setelah membaca postingan saya. Kalau sudah gitu saya balas saja dengan menyebutkan apa adanya. “Dear Kampung Perawan” misalnya 😀 selebihnya sih saya taruh di spam.

    btw jadi dulu itu kamu kikuk ya pertama kali ketemu saya? xixixixix
    indobrad selesai posting The Obama Frenzy

  12. Saya sendiri biasanya mengisi di form komentar di blog orang dengan nama asli Taufik Al Mubarak atau sering juga dengan judul buku yang saya tulis Aceh Pungo (seperti komentar di blog ini). Soalnya kalau nulis dengan nama url blog ribet, tak ada yang ngerti artinya, pake istilah lokal.

  13. mbak..aku pake usagi..
    karena suka sama sailormoon

    aku juga gak nyaman sama orang yang titip link,
    dan komentarnya gak nyambung..

    atau yang komen gini..
    “nice post silakan kunjungi blog saya, ada banyak artikel menarik disana.”

    kalau udah kaya gitu..aku langsung delete aja..
    atau gak bales…
    usagi selesai posting Sebuah kisah tentang Upacara Bendera –

  14. Seperti Mas Cahya, saya lebih suka dengan identitas asli saat menulis komentar, selain lebih akrab juga akan lebih komunikatif jika suatu saat terjadi diskusi. Coba saja kita sapa pengomnetar dengan nama blog atau anonim, rasanya kurang pas.
    Saya sendiri pernah mengalami hal serupa, kemudian saya cari tahu nama author dengan berkunjung ke blognya dengan tujuan agar saya dapat memanggil nama asli saat berdiskusi pada suatu komentar blog. Namun ternyata di blog tersebut tidak terdapat halaman about atau profil, akhirnya mau gak mau saya panggil saja beliau “MAS/MBAK”.

  15. masih jaman ya maen SEO2an? ah Rusa udah lupa tuh
    masih ada ya kontes SEO?

    sekarang jamannya ngeblog yg ngutamain KONTEN KONTEN dan KONTEN
    kontennya yg menarik
    itulah blog yg menarik

    1. @Rusa
      Inih Om Ibnu Anshari yah? Sekarang koq pake kata “Rusa” yah, ngga lg RusaBawean™ 😀

      Saya salah satu komentator yang menggunakan penggabungan keyword dan nama, Mbak. 😀 (Terinspirasi dari Bang Zalukhu, dulu dia pakai “Nias Zalukhu” yah, mau nembak keyword “Nias”.) Pas banget postingan-nya, dan belum pernah ada yang nyinggung ini yg pernah sayah baca. Hampir sama seperti Mbak, kalu yang komentar di blog saya menggunakan keyword, komentarnya masih berkualitas, sayah masih tolerir.

    2. @Helda: Iya, Rusa itu Om Ibnu. *mati gw kalo Ibnu aja dipanggil OM, gw dipanggil OMA kali ya??

      Amaaan, ternyata dipanggil MBAK. *tebelin lipstick*

      @Rusa: Konten, konten, konten. Ngomong aja lu, Cyyin! Apdet sonoh blognya. Jangan ngomongin konten tapi nggak pernah apdet! *sepak Rusa sampe ke Bawean*

  16. Saya sendiri menggunakan nama domain saya sebagai nama untuk kolom komentar, but nama saya juga terdapat di domain name kok sis jadi bukan spam dong . Mungkin lama kelamaan saya akan menggunakan nama panggilan saya (eser)

  17. alo salam kenal 🙂
    saya rasa semua sama ya mas?
    cuman lebih asyik kalo pakai nama brand 🙂
    btw tukeran link yuk 😀
    ditunggu kabar baiknya ya 🙂

  18. Saya lebih senang menulis indentitas dengan nama asli selengkap-lengkapnya tanpa menyertakan title saja…he..he..he…. Karena biar yang lain pada tahu kalau Rudy Azhar itu orangnya memang benar-benar ada bukan tokoh fiktif 😛
    Rudy Azhar selesai posting Fixed Skip Link

  19. Great goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you’re just too wonderful.
    I really like what you have acquired here, certainly like what you are stating and the way in which you say it.
    You make it enjoyable and you still take care of to keep it sensible.
    I can not wait to read much more from you. This is
    really a wonderful web site.
    Buy Exclusive Hip Hop Beats selesai posting Buy Exclusive Hip Hop Beats

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge