Komentar Salam Kenal Yang Tak Tepat

*dadah-dadah ke Abang Bradley sebelumnya* Maaf ya Bang, udah ngelakuin kesalahan kemarin ini.

Pada saat kopdar di Thai Express, saya baru sadar telah melakukan kesalahan. Apa itu? Begini ceritanya.

Saat itu, saya ketemu dengan blogger yang belum pernah kopdar sebelumnya. Ke blognya juga jarang. Memang belom banyak komen-komenan sebelumnya. Bukan begitu, Bang Brad? ~semoga menang Writing Contest Pesta Blogger+ 2010 ya~

Tapi ada satu kalimat yang menohok saya, jleb. “Hai, isnuansa ya, udah pernah main dua kali ke blog saya, bilangnya salam kenal terus” sapa Bang Brad. *nyungsruk gw*

Masa sih Bang?” Jawab saya berusaha ngeles.

Yang pasti, malu banget dong ya. Masa, udah main dua kali tapi tetep masih komentar “salam kenal” terus. Hihihi…

Apa iya, kita harus selalu kenal blog sekaligus dengan pemilik blog?

Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Tergantung apa yang ingin kita dapat dari blog yang kita baca. Kalau hanya sekedar pengen baca, cari ilmu (jika tulisannya bermanfaat) atau tidak mau berkomentar, ya nggak wajib juga buat kita tahu siapa blogger pemilik blog tersebut secara detail.

Tetapi kalau kita blogwalking dengan niatan bersosialisasi, kenalan, pengen dikunjungi balik dan dikomentari juga, ada baiknya selain membaca tulisan, kita juga tahu siapa penulisnya.

Paling tidak, kejadian seperti yang saya alami itu tidak terjadi. Wong sudah pernah mampir kok, bilang “salam kenal” lagi di kunjungan berikutnya.

Atau, kesalahan-kesalahan kecil seperti salah sebut panggilan. Saya paling sering dipanggil “bro” atau “agan”. Meski juragan itu bisa untuk perempuan, tapi saya kok nggak nyaman ya dapat panggilan itu?

Kenapa bisa terjadi?

Nah, kalau kita telusuri lagi jawabannya, bisa jadi ada beberapa alasan.

1. Biasanya, ini yang paling sering terjadi, adalah karena fast reading. Karena terburu-buru kejar setoran, yang ada komentarnya jadi basa-basi, bukan ke apa yang ditulis oleh blogger yang dibaca.

2. Terkadang, blogger memiliki seperti template komentar yang sudah disiapkan untuk berkomentar di seluruh blog dengan kata-kata yang sama. Berbeda-beda sih, mulai dari salam pembuka (seperti salam kenal itu tadi), salam penutup, dan signature yang terkadang berupa link blog pemberi komentar. Tinggal copy paste gitu deh, di seluruh blog yang dikunjungi.

3. Blog sulit dikenali. Jika yang dua di atas dari sisi pembaca, yang ini dari sisi pemilik blog. Apakah blog kita unik, sehingga dalam hitungan detik bisa langsung dikenali pengunjung dan meminimalisir kesalahan? Apakah kita terlalu sering gonta-ganti tampilan? Apakah blog kita datar dan terlihat sama saja dengan blog-blog lainnya?

Lalu?

Minta maaf tentu saja jika salah dong ya. Dalam hal ini kan saya yang fast reading (hihihi), maaf ya Bang Brad kalau komentarnya salam kenal terus. ~sekarang sih udah kenal beneran karena udah kopdar~

Buat teman-teman blogger lainnya, tanggung jawab ada di dua belah pihak ya biar kejadian yang sama seperti di atas bisa dihindari. 🙂

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

57 thoughts on “Komentar Salam Kenal Yang Tak Tepat”

  1. Betul Mbak Is …
    Kesalahan-kesalahan kecil tersebut mungkin sering kita lakukan …
    namanya juga manusia …
    apa lagi publik ngeblog kita sudah

    1. Bener Om, kadang kemampuan mengingat kita juga nggak begitu bagus, jadi khusus yang blognya agak susah untuk diingat, nggak punya ciri khusus, ya bisa gampang lupa.

  2. Kalo begitu salam kenal dulu deh, btw biasanya orang fast reading tuh kalo sekedar tebar backlink atau bisa saja dari artikelnya si empunya blog yang memang kurang menarik atau di buat dengan cara fast writnig -halah-
    sulfikar selesai posting Out from my Blogroll !

    1. Salam kenal juga.

      Haaa, bisa juga tuh, artikelnya mungkin kurang menarik yang bisa membuat orang jadi fast reading.

      Tapi, kasus saya bukan karena artikelnya dibuat dengan fast writing atau kurang menarik lhooo… 🙂

  3. Hehehe. Dimaafkan kok. Itu juga sebenarnya problem yg sering saya alami akibat terlalu banyak blogwalking ke blog yg belum dikenal sebelumnya. Ketika sampai di suatu blog kadang mikir: “Gue pernah ke sini belum ya?!”

    Tapi mohon maaf ya, bukan bermaksud mempermalukan atau gimana, tapi kunjungan dua kali “salam kenal” itu memang mengingatkan saya untuk ekstra perhatian sama pengomentar di blog saya. Komentarnya mesti saya hargai dengan kunjungan balik dan saya merasa perlu mengenal si pemilik blog melalui tulisannya; karena biasanya kalau seseorang mengomentari blog lain, dia biasanya masih konsisten ngeblog. Biasanya saya akan masukkan blognya ke agregator, jadi kalau ada postingan baru dari dia akan bisa saya langsung baca dan komentari kalau perlu.

    Mungkin lain ceritanya kalau blog saya sudah mempunyai pengunjung yang banyak seperti Isnuansa ya. Will appreciate any tips from you 😀

    Anggap saja perjumpaan kemarin sebagai sentilan agar kita sama2 lebih baik lagi. Pendek kata, senang sekali bisa bertemu muka dgn Nuniek!
    indobrad selesai posting Ragam Kearifan Lokal di Perpustakaan

  4. oh, salam kenal terus maksudnya…
    kalau aku ragu apa ini pertama atau bukan selalu cari indexnya dia, dari judul biasanya saya tahu udah pernah komentar atau belum. Kalau tidak ada, lihat di about me nya, kalo belum berarti emang kudu pake salam kenal 😀

    Tapi biasanya di kolom komentar kalau belum pernah kan otomatis tidak keluar nama dan email kita… apalagi kalau musti pakai moderasi lagi hehehe

    yang nyebelin ya itu yang salam kenal kemana-mana (beberapa kali) pakai kata2 copy paste, trus panggil bro padahal udah jelas ada foto empunya di side bar hahahaha

    EM
    Ikkyu_san selesai posting Menanak Nasi

      1. say..dirimu naek 69 juga dari mana..
        ym mu apa..
        kapan..kapan kita kopdar yuk..
        di plasa semanggi aja..sky dining nya..
        atau sambil nonton..
        deket kan dari kantor kita masing..masing.. (^_^)v

  5. Ini pelajaran penting buat saya. Jadi lebih hati2 lagi kalo berkunjung ke blog lain dan ‘ujug2’ nulis komentar salam kenal. Tengkyu bagi2 pengalamannya Mbak;

  6. Haha, saya yg paling banyak melakukan kesalahan seperti itu, lebih banyak karena faktor pikun habis yg punya blog tidak juga lakukan kunjungan balik.

  7. kalo menghindari tulisan ‘salam kenal’ gimana?kalo misal masi kunjungan pertama, tetep langsung komen2 aja. what d u think??

  8. hehehehe, kebiasaan ini kadang menjadi junk comment. Akhirnya sang pemilik situs sedikit merasa aneh dengan komentar usernya, masih mending kalo sedikit nyambung tapi kalo dah nun jauh disana jadinya malah lucu. Dan memang banyak kok komentator yang ngejar setoran langsung main pangkas…… termasuk saya kali ya hehehehh

  9. Hehe… Kayaknya saya juga pernah gitu deh Mbak, salam kenal melulu 😀

    Trus biasanya kalo kita ngunjungin sebuah blog, sekalian mengenal penulisnya juga kan.
    Kaka Akin selesai posting Lupa Adzan

  10. Kalau saya jika fast reading adalah gak nyambung dengan artikelnya ketika berkomentar. Analisa subyektif sih. Itu pun kalau sedang kelelahan dan harus kejar setoran blogwalking biar gak di bilang sombong. Padahal saya kecapean, itu karena sahabat blogger semangat banget buat artikelnya. Hehehe

    Tapi, saya suka semakin banyak teman-teman yang mulai blogging sebagai new activity or hobby.

    Semoga kesalahan seperti mbak gak terjadi ke saya. Hehe

  11. yang paling menggelikan itu yang komentarnya hasil copy paste. ke tiap blog, komennya itu-ituuuuuuu aja. hehe…. sah-sah saja siiih, tapibukankah lebih baik kalau ngomen yang sesuai dengan artikel?? supaya yang nulispun merasa dihargai. he. iya ngga mba???
    Deden Hf selesai posting Permen khusus orang dewasa

  12. Kalau aku dari pada salam kenal mending salam hangat dan selalu aku lakukan dengan copas, seperti yang dibawah ini tapi komeng kalau yang mengenai isi tulisan ya sebisanya aku juga membacanya mbak. Toh itu juga untuk nambah-nambah pengetahuan ku yang cuma segede mangkok bakso 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
    Sugeng selesai posting Benarkah Ini Penyakit Menular

  13. Lucu neh mbak mirip aq ajah (tp dulu)…. hehehe. kadang suka lupa juga seh blognya dah pernah dikunjungin apa belum, kalo 2 kali seh msh gpp asal jng sampe 5 kali…. bisa malu beneran, btw aq dah pernah mampir sene lom yah? aduh lupa….

  14. hai, salam kenal…:D

    aq sih klo berkunjung ke blog orang berusaha membaca dengan baik postingannya..dan berusaha memberikan komentar yang gak sekedar basa-basi..apalagi klo emang isi postingannya bagus..
    ya kayak di blog ini…
    keknya aq gak pernah asal komen kan ya..?
    😀
    Ipul dg. Gassing selesai posting Belajar Sabar Bersama Flexi

  15. wkwkwkwkw, udah kunjungan kedua masih bilang salam kenal 😛

    antara si komentator yg lagi ngelamun,
    dan juga tampilan blog tuan rumah yg terlalu standar 😉

    kalo saya komen sih biasanya pakai
    “selamat pagi, terima kasih, dan mohon maaf”

  16. Wah tapi seringnya sih aku ga pake kenalan segala hehehe, tapi langsung komentar ke posting yg ku anggap emang butuh dikomentari 🙂

    Tapi biasanya dari komentar tersebut kita diskusi bales – balesan baru kenalan deh, jadi intinya saya ga asal langsung kenalan lah 🙂 (menghindari pergaulan bebas *lho?)

  17. Hehehe

    Kayanya saya baru pertama kesini yah, Mbak??

    Salam kenal dulu, saya sebagai newbie akan senang membaca postingannya sekaligus mengenal orangnya ada satu kepuasan saja.

    Kan kalau kenal komentar kita jadi gak melulu ngomentarin artikelnya he he he, apalagi cuma fast reading 😀

    Makanya saya akan comment di arikel yang emang saya ingin baca. Btw, sebenarnya udah pernah kenal mbak isnuansa dr Bli Budi Arnaya, he he he

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge