Komentar Spam Merajalela

spam-300x169Great Post!

Nice Post!

Thanks For The Info!

Awesome Tips!

You’ve Done A Great Job!

Thanks For Posting About This. I Would Love To Read More About This Topic.

Dan lain-lain.

Apapun isi tulisan Anda, komentar seperti itu tentu cocok-cocok saja. Karena sifatnya positif, bagi yang masih awal ngeblog mungkin seneng menerima komentar semacam itu.

Tetapi, meskipun dikerjakan oleh manusia –bukan-oleh-mesin-spammer- komentar semacam di atas bisa dikategorikan juga ke dalam spam.

Mereka semata-mata meninggalkan komentar hanya agar pemilik blog dan pembaca komentar selanjutnya mengetahui bahwa ada pemberi komentar sebelumnya dan ingin dikunjungi balik blognya.

Dalam waktu yang amat singkat, cari sebanyak mungkin blog, kopi paste tulisan yang sudah disiapkan, dan tinggalkan komentar di sebanyak-banyaknya blog orang lain. Jika sedang beruntung, akan banyak yang berkunjung balik dan kesasar ke blog tersebut.

Namun, apakah bijaksana?

Yang lebih lucu lagi, saya sudah berusaha memunculkan Comment Luv di blog ini, Anda bisa mendapatkan DUA link menuju blog Anda –meskipun nofollow– tetap saja ada yang merasa masih kurang, dengan cara mengiklankan link mereka di kolom isian komentar! [doh]

Dengan Comment Luv, judul postingan terakhir blog Anda akan muncul. Paling tidak, satu diantaranya, akan menarik pembaca lain, mengunjungi blog Anda. Satu yang harus Anda buat adalah judul postingan yang menarik, yang membuat orang penasaran mengetahui isi tulisannya.

Bukankah seperti itu lebih bijaksana? Bagaimana menurut Anda?

16 thoughts on “Komentar Spam Merajalela

  1. Betul mbaq, cara² itu engga bijaksana… awal ngeblog dulu seneng di komenin seperti itu, kesini sini jadi tahu kalau itu cuma spam dan ingin di kunjungi balik… saya sih simple aja, ga akan kunjung balik… Hehehe…

    sebenernya pemilik blog biasanya punya feeling, yg komen itu baca betul atau cuma asal komen…
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Penelepon Itu Bernama Yohanes | Cerita Tentang Kejujuran =-.

    Yes, tepat Mas… Feeling. Bisa kerasa kok, dia baca atau sekedar ‘nitip’ komentar.

  2. doh, komen pertama sepertinya dianggap spam… kok engga muncul ya?… 😥
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Penelepon Itu Bernama Yohanes | Cerita Tentang Kejujuran =-.

    Iya, kenapa ya Mas Cas? 😯 Untung saya tengok-tengok SPAM…

  3. ya memang banyak yg begitu.. tapi saya berusaha menghargai komentar apapun.. walaupun cuma copy pastean dan sama komentarnya di semua blog…

    salam hari minggu, ayo kerja bakti bersih2 kontrakan, nyuci2 cucian menumpuk, hehehehhe
    .-= B.P´s selesai [nulis] ..Red Ribbon Army =-.

    Whuaaa, kenapa sama kerjaan kita hari Minggu? Nyuci dua bak besaaar…

  4. Saya juga ada yang model gitu, tetap tak jawab saja.
    Malah ada yang begini mak ” tukar link “. Lhooo…lhooo…lho. ini kok nggak ada aban-abang lambene lho. Mbok ya bilang dulu ” Pakde kok ngguantheng pwol , saya jadi terangsang untuk tukeran link”.Gitu kan hanya 0.009 detik tho.

    Tapi karena : Pengunjung adalah Raja , ya tak layani saja.
    Salam mbak.
    .-= Abdul Cholik´s selesai [nulis] ..Warning from God =-.

    Kalo pake basa-basi kan jadi lama PakDhe ngetiknya… Makasih ya, sudah nungguin blog saya selama saya pergi.

  5. Memang komentar seperti itu kurang bijaksana, karena blog kita buat dibaca… bukan untuk nyepam :mrgreen: awal ngeblog memang dulu saya begitu namun setelah baca banyak blog dengan semua tulisannya ternyata sangat bermanfaat dan nambah ilmu…
    .-= Desain Lansekap´s selesai [nulis] ..desainlansekap vs desainlansekap =-.

    Trus, tetep dijawab atau dihapus nih, Mas?

  6. Tepat sekali pernyataan jenengan. Seringkali saya juga merasa agak gak nyaman ketika menemui hal yang seperti itu. Bukankah suatu kebahagiaan jika tulisan kita dikomentari orang lain? bagaimana orang yang tidak membaca tulisan kita dan menulis komentar seperti itu berharap mendapat kunjungan balik, dan tentu juga berharap kita membaca tulisan mereka? 😐
    .-= kolojengking´s selesai [nulis] ..Antara saya dan Thomas Alva Edison =-.

    Yaps, betul. Saya malah sangat ngacungin jempol sama panjenengan, udah mampir ke sini, baca, komentar di banyak postingan, padahal saya belom tentu langsung bisa maen ke blognya panjenengan… 😳 Makasih ya.

  7. tapi heranya kadang koment dari temen yang nggak ngasih kink sekalipun koq bisa masuk spam yah..?
    gimana sih kang kismet..

    Iya, Om. Sering saya perhatiin, yang meninggalkan link bukan home suka kemakan akismet. Misalnya: isnuansa.com/komentar-spam/

  8. mas/mba, mohon bantuannya dong. aku juga mau kasih “comment luv” kaya gini, karena banyak blog bagus juga yang singgah di blogku, dan aku ingin dunia tahu mereka, bahkan termasuk njenengan.

    ehmm, bisa balas di email atau di blogku nggak ya? soalnya kan belum tentu aku balik ke sini lagi, hehehe. :mrgreen:
    .-= samsul arifin´s selesai [nulis] ..Putuskanlah Untuk Menjadi Pribadi Yang Bahagia =-.

    Pencet Google untuk bertanya Plugin Comment Luv, pasti langsung ke halamannya…

  9. maafkan saja orang itu, mba. aku yakin itu hanya untuk membuatmu lebih “kuat”. :mrgreen:
    setidaknya njenengan penasaran dan akan sering mampir ke blognya, dan kalian akan menjadi teman baik ke depannya. semoga. 🙄
    .-= samsul arifin´s selesai [nulis] ..Rencana Mbojo [Wedding’s Plan] =-.

  10. “Apapun isi tulisan Anda, komentar seperti itu tentu cocok-cocok saja. Karena sifatnya positif, bagi yang masih awal ngeblog mungkin seneng menerima komentar semacam itu.”

    Bener banget itu mba, saya sebagai yang masih awal nge-blog, akan seneng sekali kalo ada yang ninggalin komentar, baik itu ucapan makasih, koreksi, kritik, saran, atau apapun itu, tapi sayangnya koq nggak ada yang komen di blog saya yah???? **garuk-garuk kepala**
    aya_ajah selesai posting Parade kebaya untuk acara pernikahan by Designer Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge