Komentar Vs Tidak Komentar

Sudah lama saya blogwalking ke beberapa blog milik teman-teman dari Indonesia, saya hampir mendapati mereka rata-rata memasang kolom komentar di blog. Memperbolehkan pengunjungnya memberikan masukan, informasi tambahan atau hanya sekedar menyapa lewat fasilitas komentar.

Sampai dengan kemarin, akhirnya saya mendapati blog milik orang Amerika, yang tidak memasang komentar di dalam blognya. Memang blog tersebut memiliki trafik yang sangat tinggi, sehingga bisa dibayangkan betapa waktunya akan terkuras habis untuk sekedar mengurusi komentar dalam blognya. Belum lagi jika diantara sekian banyak komentar adalah pertanyaan yang perlu untuk dijawab.

Beliau beralasan bahwa dengan menutup kolom komentar dalam blognya, tidak menghalangi orang lain menuliskan ide, masukan atau kritikannya, karena tetap menyediakan fasilitas enabled trackback. Jadi jika ingin komentar kita muncul di website atau postingan beliau, ya tinggal bikin postingan di blog kita sendiri dengan memberikan link.

Lagipula, menurut hasil pengamatan beliau, dari sekian banyak trafik yang datang, hanya sekitar 1 persen saja yang benar-benar akan meninggalkan komentar. Dan saya cenderung juga sependapat dengan beliau. Saya pernah mengamati ketika blog ini mempunyai pengunjung sekitar 300an per hari, kadangkala bahkan tak satupun dari mereka meninggalkan komentarnya.

Memang, agak berbeda dengan kondisi blog pribadi milik teman-teman dari Indonesia yang menjalin komunikasi aktif sesama blogger dengan saling mengkomentari postingan masing-masing di blog mereka. Salah satu fungsinya ya untuk mendapatkan backlink sampai-sampai banyak yang hanya sekedar menjadi pertamax!

Untuk blog yang masih sepi seperti blog saya ini, mungkin memang belum saatnya untuk mematikan fungsi kolom komentar. Waktu saya masih banyak tersisa untuk sekedar membalas satu per satu komentar yang mereka tinggalkan di blog ini. Me-manage komentar dan spam memang membutuhkan banyak waktu. Makanya, ada beberapa blogger yang membiarkan saja komentar di blognya tanpa menjawabnya.

——————————————————————–

Nunik yang jarang berkomentar 😉

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

17 thoughts on “Komentar Vs Tidak Komentar”

  1. sebenernya saya juga termasuk orang yg enggan menanggapi komentar dan lebih suka bentuk diskusi seperti di atas, di mana bila ada tanggapan maka langsung bikin tulisan di blognya sendiri. tapi sepertinya kultur ngeblog kita emang tidak seperti itu. meninggalkan komentar sebagai basa-basi (sepertinya) masih mendominasi

  2. Tujuan orang meninggalkan komentar dalam sebuah blog berbeda antara satu dengan lainnya. Saya pribadi termasuk orang yang suka menjalin komunikasi dengan rekan sesama blogger. Tak perduli apakah komen saya menjadi yang pertamaks atau urutan ke sekian. Yang jelas ngeblog jalan terus…

  3. tujuan saya pasang kolom komentar adalah untuk ‘memanen’ alamat blognya temen temen sih 😀

    tapi karena letak blog saya termasuk blog sepi .. hasil panennya dikit :))

  4. Hasil panenannya diapain Mas? Buat di daftarin feednya, atau, jangan-jangan buat nyepam neh? 😆 *becanda*

  5. mending pilih ninggalin komentar sekaliam ninggalin jejak blog yang kita punya. yang penting komentar nya enak aja diliat dan masih nyambung dengan apa yang di bahas 🙂

  6. -komentar sebaiknya sesuai dengan artikelnya, bisa berupa saran2,koreksi (jika artikelnya memang layak dikoreksi).
    -misalnya blognya mbak Nunik yang ayu ini. Terus terang saya agak mblereng kalau mbaca,maklum pensiunan,udah bercucu.Abu-abu nek dicampur biru muda dan merah muda kok bikin mataku cenut2 mbak.
    -maaf yo nduk eh mbak.
    -isinya sih jempolan
    -salam

    1. Matur nuwun Pak Cholik atas masukannya. Sayangnya saya terima jadi, dan belom faseh ngedit. Masih dalam tahap belajar sithik-sithik. Kalau saya wis mampu ngedit, nanti pasti template-nya saya kutak-katik sendiri. 😉

  7. kalau saya biasanya rada kurang enak kalau blog saya gak ada komentar (biasanya sedikit migrain), untuk ngilangin coment form seh belum ada rencana mungkin ya entar jadi terlihat sepi blognya meski kenyataannya banyak pengunjungnya.. hehe

  8. hahaha… sama ni mbak… blog saya juga masih sepi… 150 – 300an aja per hari. Kalo pas mujur 450 lebih dikit…

    yang paling bikin jengkel, orang spam2… saya udah pake akismet… tapi rasanya kurang maksimal. akismet hanya menyaring, tapi tidak mencegah.

    saya maunya bisa mencegah. enaknya pake plugin apa ya… hmmm…
    Hansen JM selesai posting 25 Password Berbahaya: Mudah Ditebak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge