Kunjungan Yang Menyenangkan Ke Indocement Citeureup

Minggu-minggu di akhir tahun ini kegiatan saya sedang padet-padetnya. Kerjaan buanyak banget, dan rasanya tekanan menjadi makin tinggi. Saat diundang untuk berkunjung ke pabrik Indocement yang ada di Citeureup, Bogor, saya langsung iyakan. Yeay, liburan singkat dari padatnya aktivitas yang membosankan.

Rupanya yang diundang adalah blogger-blogger hitz ibukota dan blogger Bogor (Blogor). Hampir semuanya sudah kenal sejak bertahun-tahun lalu, dan hanya tiga orang saja sepertinya yang baru pertama kali ketemu. Titik kumpul di Wisma Indocement yang ada Jalan Jenderal Sudirman Jakarta jam 07.00 pagi. Dengan bus kami meluncur ke kompleks pabrik PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (Indocement) yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor.

Perjalanan sekitar 1 jam karena jalanan lumayan padat dan kami berhenti dua kali yaitu di Cibubur dan pintu keluar tol Citeureup, karena sebagian teman-teman blogger lebih dekat posisi rumahnya daripada harus menuju Jakarta terlebih dahulu.

Penjelasan Pak Aditya Purnawarman

Sesampainya di Indocement Citeureup, kami disambut oleh Bapak Aditya Purnawarman dari CSR Citeureup Dept. Head, rupanya hari ini kami akan diajak berkeliling mengunjungi beberapa spot hasil program CSR di sekitar Citeureup. Menurut Bapak Aditya, CSR Indocement terbagi menjadi 2 yaitu Community Development (pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya agama dan olah raga & keamanan) dan Sustainable Development Program. Departemen CSR senantiasa mendengarkan keluhan warga sekitar Indocement Citeureup untuk kemudian dicarikan solusinya.

Indocement Citeureup yang terdiri dari 10 pabrik ini lokasinya terbuka, dalam artian menyatu dengan penduduk lokal tanpa sekat. Karena sangat dekat dengan masyarakat inilah, program CSR juga diberikan kepada masyarakat terdekat Indocement Citeureup. Ada total 12 desa mitra Indocement di Citeureup. Program CSR ini tidak diberikan dalam bentuk dana hibah, melainkan program pemberdayaan. Selain itu ada juga fasilitas seperti tempat ibadah, poliklinik, tempat olahraga yang luas dan guest house yang bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Foto Bersama blogger dan tim Indocement Citeureup

Setelah penjelasan dan jamuan kopi pagi, saya dan teman-teman blogger diajak berkeliling area tambang Quarry D. Ada 3 spot tujuan yaitu Gerakan Tani Mandiri, Sumber Mata Air Cikukulu dan Kebun Tegal Panjang. Saya yang terkantuk-kantuk karena hanya sempat tidur beberapa jam malam sebelumnya, agak kurang fokus juga mendengarkan penjelasan dari Bapak Jafar Arifiyanto, pemandu kami selama perjalanan. Maafkan, yah, Pak. Untung teman-teman blogger yang baik hati dan rajin menabung ini ramai sekali live tweet, jadi saya bisa nyontek. Hihihihi.

Selfi di bus menuju area tambang Indocement Citeureup

Memasuki area tambang, menggunakan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) adalah hal yang wajib. Semua harus pakai rompi dan helm. Jalanan yang menanjak dan berbatu, tidak begitu terasa gersang, karena di kiri dan kanan dipenuhi dengan pohon jati yang rapat. Ternyata, area eks tambang yang kami lewati tersebut sudah ditanami kembali. Pada saat digunakan sebagai tambang, ada 4.000 pohon yang ditebang namun kemudian sejumlah 14.000 pohon ditanam kembali di area ini.

Baru masuk area tambang saja sudah terasa kalau ekosistem di sini tidak terganggu, terbukti dengan sangat banyaknya kupu-kupu yang beterbangan. Saat kami diajak berjalan kaki beberapa ratus meter menuju lokasi Gerakan Tani Mandiri (GTM), meskipun cuaca cukup terik, tetapi udara tidak terasa berpolusi. Saya membayangkan sebuah pabrik semen yang sangat luas, dengan 10 buah pabrik yang beroperasi dalam satu lokasi, pastilah debunya sangat banyak. Ternyata enggak, loh.

Berfoto bersama di Gerakan Tani Mandiri

Sesampainya di lokasi GTM, terlihat beberapa tanaman sayuran dan beberapa petani yang menanamnya. Ada buncis, pepaya, leunca, cabe, jahe merah, kacang panjang dan sebagainya. Jadi, petani yang kesehariannya mengelola 14.000 lebih pohon jati di area tambang yang sudah direklamasi tersebut, diberikan lahan yang dapat dikelola sendiri untuk petani tersebut. Asyique yha!

Gerakan Tani Mandiri Indocement

Program ini sudah berjalan sekitar 2 tahun, bertujuan untuk mengurangi pengangguran di Desa Leuwikaret dan mengurangi penambangan ilegal oleh masyarakat sekitar. Jumlah petani yang sudah bergabung sampai dengan saat ini sebanyak 27 orang, dengan total lahan yang disiapkan seluas 18,6 hektar. Namun yang mampu digarap baru seluas kurang lebih 5 hektar saja. Itupun sudah bisa memberikan penghasilan berkisar antara limaratus hingga satu setengah juta per orang per bulan. Wow.

Setelah dari GTM, blogger diajak bergeser mengunjungi mata air Cikukulu. Mata air ini berlokasi di Desa Lulut, Kecamatan Citeureup. Masih di dalam kawasan Quarry D Indocement. Luas areal konservasi mata air ini mencapai 5 hektar dan sanggup mencukupi kebutuhan lebih dari 500 KK untuk warga Desa Leuwikaret dan Desa Lulut.

Cikukulu Citeureup

Indocement juga membantu memfasilitasi dengan pengadaan sistem pipanisasi untuk menyalurkan air ke penduduk. Untuk melindungi mata air, wilayah ini ditetapkan sebagai zona larangan tambang dan dilakukan penghijauan di sekitarnya. Tinggi air selalu dipantau dan pada musim penghujan ketinggian air mencapai 40 cm. Indocement juga secara berkala 6 bulan sekali melakukan uji kualitas air. Good job!

Habis itu ke mana? Pemberhentian terakhir adalah di Area Budidaya Tegal Panjang. Memiliki luas 12 hektar, kebun ini dikelola oleh 10 orang petani, 2 orang pengawas dan 8 orang petani kebun yang berasal dari desa mitra Indocement.

Kebun Budidaya Tegal Panjang ini bertujuan memperkenalkan nilai keekonomian dari tanaman, dan saat ini hasil dari kebun sudah bisa dibeli oleh pengusaha bunga di Rawa Belong, lho. Beberapa tanaman yang ditanam di sini antara lain sengon, maja, jati jumbo, jarak pagar, kemiri, pepaya California dan pohon cinta (Philo).

Tegal Panjang

Perjalanan setengah hari ke Indocement Citeureup ini ditutup dengan makan siang yang menunya enaaakk sekali. Saya nambah dengan porsi nasi yang sama dengan piring pertama saking enaknya. Pokoknya nggak bakalan nolak kalo diajakin kunjungan lagi ke Indocement. Terima kasih Indocement telah memberikan informasi, bahwa program CSR itu tidak harus identik dengan bagi-bagi uang yang tak berfaedah. Pengalaman yang menyenangkan buat saya. Kapan-kapan undang lagi ya. #lhaa

4 thoughts on “Kunjungan Yang Menyenangkan Ke Indocement Citeureup

  1. Wisss… Manstab… Saya kok tidak diundang. Padahal saya tinggal di Bogor juga dan blogger juga.

    Hehehehe.. mungkin tidak ngehitz sih jadinya tidak diajak.

    Tak apalah, nanti saja kalau sudah ngehitz yah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge