Lamanya Waktu Baca Satu Judul Tulisan Di Blog

Reading time: 4 – 5 menit.

Sebelumnya, saya akan bertanya terlebih dahulu, “Berapa lama waktu yang Anda alokasikan untuk membaca satu buah tulisan di blog?”

Apakah dua menit, lima menit, sepuluh menit, atau pelan-pelan sampai selesai? Tentunya pertanyaan ini menjadi sesuai dengan “Seberapa panjang tulisan yang efektif untuk sebuah blog?” Percuma saja kan, kita menjelaskan panjang lebar, tetapi pembaca malas menyelesaikan dan hanya fast reading saja. (Tentu selalu ada saja yang membaca dengan pelan dan menyelesaikannya, tapi saya yakin jumlahnya terbatas, apalagi jika tulisannya sangat panjang.)

Mengapa saya bertanya soal lamanya waktu membaca?

Saya membaca sebuah blog kontroversi dua hari yang lalu yang saya dapat dari “huru-hara” di twitter milik Alanda, yang ibunya (Kepala Divisi Corporate Legal Bank Century) dituntut 10 tahun penjara dan denda 10M, -tapi saya tak hendak mengomentari hal itu-, saya mendapati adanya “peringatanreading time di setiap artikelnya (di bawah judul tulisan).

Saya cek page source blognya, dan saya dapati lamanya waktu baca itu dibuat tanpa menggunakan plugin, dan saya duga kemungkinan dilakukan secara manual oleh Alanda sendiri, dengan mempertimbangkan panjang tulisan (jumlah kata) dari setiap artikel. Yang mungkin belum dipertimbangkannya adalah, meskipun jumlah kata tulisan bisa saja sama (250 kata, misalnya), tapi waktu baca bisa berbeda karena readability (keterbacaan) masing-masing web (blog) berbeda. Desain blog, warna latar, jenis, warna dan ukuran font, padding, margin, dan distract-er seperti iklan banner yang berkelap-kelip di sidebar dan sekeliling tulisan (jika ada) bisa saja menghambat proses membaca. (Jika ingin membaca lebih jauh tentang readability atau keterbacaan blog, sila baca tulisan Iskandaria, Kumpulan Tulisan Seputar Keterbacaan Website.)

Dan pertanyaan terakhir, apakah perlu sebenarnya kita buat semacam peringatan lamanya waktu yang akan kita butuhkan untuk membaca sebuah tulisan, yang diletakkan di bawah judul? Maksudnya mungkin agar pembaca sebelum terlanjur memulai, sudah tahu bahwa tulisan tersebut akan membutuhkan waktu sekian lama dalam membaca. Yang fast reading atau waktunya mepet, sila kabur sebelum membaca.

~~~

Banyak banget tuh pertanyaan saya di atas. Yang menjawab serius dan bukan hanya “nice info” atau “mantap gan”, bakal saya kompilasi di postingan saya selanjutnya. Plus back-link, tentu saja. Makasih ya… :-*

62 thoughts on “Lamanya Waktu Baca Satu Judul Tulisan Di Blog

    1. Opa, kalo plugin kayaknya belom ada deh. Makanya saya cek page source-nya buat mastiin, apakah si Alanda pake plugin, atau hanya dihitung manual.

      Ternyata dia cuma menghitung manual.

      Dan saya itu tadi juga baca dulu di Preview, jadi tahu kalo membutuhkan waktu 4-5 menit. Begitu.

      1. Pake Script PHP neng,, Jumlah Kata di bagi berapa lama kita membaca,,, misalkan dalam 1 menit kita membaca 100 kata,, berarti jumlah kata di bagi seratus,,

        Nah untuk mengetahu jumlah kata di postingan bisa dengan PHP,,
        count(explode(” “,get_the_content():

        Nah selanjutnya tinggal pake Floor jumlah kata/200
        Untuk lebih jelasnya lagi saya buatkan di postingan nya di blog ane,,, moga bermanfaat,,,
        Haryanto Blog selesai posting UltraISO Untuk mengextract File ISO- NRG- dan File Image

      2. Plugin-nya sepertnya ada Mbak, tapi saya lupa namanya, menghitung jumlah kata dan gambar serta perkiraan waktu baca.

        Tapi rasanya malah lebih bersih dikit tanpa itu deh, karena perkiraan itu malah seringkali tidak terpakai :). Kecepatan membaca kan lebih dipengaruhi karakter pembaca sendiri.
        Cahya selesai posting Visiting Tower of God

  1. saya sih biasa kalo baca tulisan di blog dilompat2 gitu per paragraf. jadi, diambil di kalimat pertama atau terakhirnya, jadi bisa ngehemat waktu. karena biasanya kan kalimat pertama atau terakhir, punya inti dari setiap paragraf.

    dan, kalo dipukul rata setiap baca kalimat per paragraf, kurang lebih sekitar 30 detik. kalo biasa satu tulisan ada sekitar 5-7 paragraf, jadi kurang lebih 2,5-3,5 menit gitu deh.

    soal perlu apa ga, kaya’nya sih ga juga ya. kan setiap blogger pasti punya “jemaat” pembaca sendiri, yang bisa jadi demen sama tulisan di blog itu. dan, menurut saya sih yang paling penting buat dikasitau di setiap tulisan itu adalah, banyak foto atau ga. kan, biar tau soal penggunaan bandwidth, terutama kalo yang bacanya via mobile.

    demikian.
    *serius* πŸ™‚
    Billy Koesoemadinata selesai posting cokelat-addict

  2. kalo aku sih senengnya memperkirakan lama waktu baca adalah dengan me-scroll ke bawah dulu untuk memperkirakan panjang tulisan. kalo judul menarik dan paragraf pertama menarik biasanya lanjut.

    Btw, lamanya orang membaca juga ditentukan tingkat keseriusan bacaannya. misalnya kalo lagi baca artikel investigasi pasti lebih lama daripada cuma artikel review film misalnya.

    kalo aku sih ngerasa waktu baca gak pnting, krna tiap orang beda2 loh kemampuan dan cara bacanya

    btw,keren deh kamu nu, aku aja gak perhatiin ada waktu baca di artikel si Alanda itu πŸ˜€

    1. Muach, muach, makasih Icit komentarnya. Baru kepikiran, yap, jenis tulisan mempengaruhi. Cara bertutur juga. Buat orang yang runut menuliskannya, pasti lebih mudah juga dibaca. :-*

  3. Saya rasa itu lebih ke informasi daripada peringatan. Saya sendiri tidak begitu mempersalahkan waktu baca. Saya sendiri biasa scroll dulu sebelum membaca untuk melihat panjang artikel. Kebiasaan seperti ini saya rasa sudah cukup untuk mengetahui lama baca suatu artikel. Bisa jadi banyak orang yang bersikap sama seperti saya.

    Untuk artikel yang memancing perdebatan dengan materi cukup berat, saya rasa yang lebih penting adalah peringatan bukan sekadar informasi waktu baca. Pembaca serius tidak akan terbatas pada satu artikel itu saja, tapi dia akan mencari informasi lain. Jadi, informasi waktu tidak relevan, akan lebih baik jika kita menganjurkan pembaca untuk membaca lebih seksama dan mencari informasi lebih.

    Contoh yang saya lakukan misalnya di artikel Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer.
    Jeprie selesai posting Diskon 50 untuk Pembelian Resource Desain di VandelayPremier

    1. Makanya itu Mas, peringatan saya tulis dalam tanda kutip. Bukan berangi peringatan banget maksudnya. *aduh, susah neranginnya*

      Hmm, ternyata banyak juga yang scroll dulu ke bawah, baru dibaca. Saya aja yang lempeng, tanpa scroll langsung tancep aja baca. 😳

      1. Saya juga sering kali membaca dari bawah ke atas. Kebiasaan aneh tapi memang faktanya ada orang yang seperti itu. Bisa disamakan dengan membaca koran atau majalah, ada sebagian yang membaca dari halaman akhir (topik olahraga, hiburan) baru ke depan (biasanya topik politik).

        Yang ingin saya katakan, behaviour pengguna itu bermacam-macam, unik. Akibatnya, lama waktu baca juga tidak bisa disamakan. Jadi, saya akan lebih cepat karena membaca kesimpulan terlebih dahulu.

        Jenis artikel dan tingkat materi yang dibahas juga jadi faktor lain. Artikel rumit akan lebih lama walaupun jumlah kata-katanya sedikit. Tutorial lebih lama karena selain membaca, pembaca juga akan ikut mempraktekkannya.

        Menurut saya, informasi perkiraan waktu baca tidak perlu karena sangat tidak akurat.
        Jeprie selesai posting Segera Terbit Buku β€œDesain Ikon dengan Photoshop dan Illustrator”

  4. Mbak Nunik, sebelumnya sayah mau memberi tahu bahwa saya hampir keliru membaca judul postingan Mbak ini. Hehehe. Pas baca judulnya, sayah kira Mbak mau bahas tentang ‘berapa lama membaca JUDUL tulisan’ – maksudnya waktu yang digunakan untuk mencerna JUDUL tulisannya. πŸ˜€

    Oke. Back to the topic. Kalu sayah pribadi, sayah selalu liat dulu dari judul tulisannya. Kalu tertarik, sayah bakal baca. Paragraf pertama mengundang sayah untuk baca terus, yah, sayah habiskan. Tapi, kalu liat judulnya sajah, sayah tidak tertarik, sayah tidak baca, paling sekilas sajah. Atau kalu paragraf pertama setelah dibaca tidak tertarik atau sudah tau intinya, ya berhenti atau baca sekilas.

    Intinya sih, sayah ngga peduli samah peringatan lamanya suatu tulisan dibaca. Kalu memang niat dari awal, hanya blogwalking dan meninggalkan jejak, sayah bakal scroll dari atas ke bawah saja, bisa diprediksi sendiri koq, kalu panjang dan memang lagi males baca, yah, tinggalkan.

    1. Oya, Mbak Nunik. Sayah juga sudah baca sebelumnya blog-nya Alanda di tulisannya tersebut, kebetulan karena td temen ada yang share di Facebook, jd penasaran. Dan, sayah ngga kepikiran dan ngga perhatiin kalu ada peringatan waktu membaca tulisan tersebut.

  5. Saya yakin dengan kemampuan saya membaca cepat, sehingga untuk blog umum (bukan spesial hukum/IT) saya tidak pernah tidak baca semua πŸ˜€

    Bahkan saya baca semua komentar yang ada, spy tidak menulis yang sama. Jadi tidak perlu peringatan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membaca satu posting.

    Seperti yang dikatakan Billy di atas, daripada waktu membaca lebih bagus memberi warning jika banyak memuat foto, meskipun bagi saya sama sekali tidak masalah dengan koneksi di sini.

    EM
    Ikkyu_san selesai posting Belajar Berpuisi

    1. Keren ih Mbak Imelda, selain baca postingan, baca juga komentarnya. Dan jadi malu, Mbak Imelda udah balik lagi ke blog ini buat ngecek jawaban saya, ternyata belom ada. 😳 Saya seharian suibuk keliling-keliling, jadi belum sempet buka blog lagi. TT

      Koneksi di Jepang wuzz wuzz wuzz pastinya ya, Mbak? Hehehe…

  6. Kalau saya, membaca satu tulisan tergantung nuansa, eh suasana maksutnya. πŸ™‚
    Kalau misalnya di kantor, saya harus fast-reading, tapi kalau sampai kata terakhir saya masih mengambang malah saya baca lagi. Justru fast-reading malah bikin waktu lebih lama, soalnya diulang-ulang. Kalau rata-rata saya sekitar 5 menit satu posting..

    Tapi kecewa nih, kirain mau bicara banyak tentang Alanda Kariza, eh ternyata cuman ngomongin soal waktu membacanya saja..
    giewahyudi selesai posting Rizki Korban Busway

  7. kalo saya biasa fast reading dulu, dari atas sampe bawah ambil sedikit-sedikit, kalo ternyata menurut saya menarik, saya baca lagi full dari atas πŸ™‚
    tentang peringatan lama waktu membaca, saya gak mau pake ah, nanti kalo ditulis waktu baca 10 menit ga ada yang mau baca postingan saya deh πŸ˜€
    Jimmy selesai posting Penipuan Distributor Pulsa

    1. Hahahaha, iya juga. Makanya itu, pertanyaan pertama saya: β€œBerapa lama waktu yang Anda alokasikan untuk membaca satu buah tulisan di blog?”

      Kalau kira-kira diberi peringatan waktu baca: 15 menit, apakah mau lanjut baca?

  8. Lama membaca sebuah tulisan tidak bisa diukur dengan seberapa banyak kalimat, kata, ataupun huruf yang dipakai dalam tulisan tersebut. Selain faktor teknis (kecepatan koneksi internet, loading blog, theme dan desain blog) waktu membaca juga ditentukan oleh berbagai hal non teknis lainnya, seperti:
    1. Isi dan tema tulisan. Membaca artikel pengetahuan ringan tentu lebih cepat dibandingkan artikel renungan dan tulisan sastra ataupun puisi.
    2. Latar belakang pembaca. Pembaca berlatar belakang IT pasti dapat membaca sebuah artikel tentang komputer lebih cepat dibanding yang bukan ahli IT. Hal sama terjadi pada minat pembaca.
    3. Suasana hati pembaca. Ini juga pasti berpengaruh.
    Dan masih banyak faktor lainnya.

    Kalau saya?. Juga tergantung berbagai faktor yang saling berkaitan. Tema tulisan, gaya penulisan, minat saya, dan lain sebagainya. Kesemuanya saling terkait. Meskipun artikel itu sesuai dengan minat saya, gaya penulisannya menarik tetapi kalau tiba-tiba koneksi internet down bisa saja hanya fast reading.

    Tapi secara umum saya berusaha untuk membaca keseluruhan isi artikel. Paling tidak gagasan-gagasan utama dalam setiap paragrafnya.

  9. Melihat source-codenya, tulisan “reading time bla bla bla” itu memang dibuat tanpa plugin (karena ada di dalam tag p atau paragraf).

    Tapi bisa jadi pakai kode PHP khusus mbak. Kalau pakai PHP kan tidak keliatan kodenya pada web browser, soalnya PHP itu berbasis server-side. Bahasa IT-nya gitu sih πŸ™‚

    Soal lamanya waktu baca per posting, tergantung ringan-beratnya tulisan, panjang-pendeknya, serta dangkal-dalamnya. Tulisan panjang, agak berat, dan agak mendalam tentu butuh lebih banyak waktu untuk menyimaknya.

    Masalah tingkat keterbacaan yang kurang, saya terbiasa mengakalinya dengan menggunakan esktensi readability di browser Chrome saya. Biasanya saya pakai ekstensi iReader. Namun jika topik atau materi postingnya menurut saya kurang menarik atau kurang penting untuk saya simak, saya biasanya tidak jadi baca.

    Soal perlu tidaknya mencantumkan/menulis peringatan tentang waktu membaca yang kira-kira dibutuhkan (di bawah judul tulisan), menurut saya kurang perlu sih. Mengapa? Saya rasa mayoritas pengunjung web atau pengguna Internet sudah terbiasa melakukan ‘scanning’ atau pemindaian area konten terlebih dahulu (sebelum ia memutuskan untuk membaca atau tidak).

    Jadi sebelum membaca, mungkin ia akan men’scrolling’ halaman posting terlebih dahulu. Dari situ, ia sudah tahu kira-kira berapa lama waktu yang akan ia habiskan untuk menyimak tulisan/postingan tersebut.
    iskandaria selesai posting Antara Latar Belakang Penulis dan Materi Tulisan- Apakah Harus Sesuai

    1. Di luar saya, Mas. Saya nggak biasa scanning dulu. πŸ™‚

      Sip, makasih masukannya. Soal kode PHP, Mas Haryanto nulis di blognya. Saya sendiri belom sempat ngintip karena masih suibuk bener. TT

  10. Wah…
    Mesti jadi Juru Taksir dulu nich Mbak…
    Saya sendiri sulit memprediksi, karena yg diprediksi disini adalah waktu yg dibutuhkan oleh orang lain.
    Sama kayak makan Bakso…
    Sama2 bakso yg 10 ribu per mangkok, ada orang yg cukup butuh waktu dibawah 5 menit tapi ada juga yg sampai setengah jam.
    Apalagi kalau “disambi” dg kegiatan lain.
    Memang sich ini cuman perkiraan dan bisa disiasati pakai interval.
    Tapi tetep saja susah.
    [ini menurut saya…]
    marsudiyanto selesai posting Form Polling

    1. Lha kalau tulisannya Mbak nunik malah saya bisa ngetung…
      Selain tulisannya ringkas padat, materinya juga langsung ke inti permasalahan. Jadi nggak mbuled2 buang waktu.
      Untuk saya, rata2 baca postingan Mbak Nunik maksimal 2 menit nggak pakai interval.
      marsudiyanto selesai posting Form Polling

  11. hmmm yang saya tahu biasanya kita bisa melihatnya di analytics atau dari aplikasi lainnya. dan ternyata klo di pikir lagi hal ini dengan membuat acuan bagi para narablog untuk melihat seberapa lama rata-rata pengunjung membaca posting kita, seperti warning halus yang dibuat sedemikan rupa supaya seakan mengingatkan kita jangan fast reading πŸ˜€

    ada point dari komentar di atas yang saya setuju. contohnya dari Mas Is, billy, goe dan alamendah πŸ™‚
    andi sakab selesai posting Mengembangkan Bisnis Online Secara Offline

    1. Yap, dari analytics kita bisa tahu berapa lama rata-rata orang berada di blog kita. Tiap tulisan berbeda waktunya. Dan bisa kita pelajari, jika pembaca lama berada di suatu tulisan, berarti mereka suka, atau malah bingung nggak ngerti isinya. πŸ˜†

  12. Kalau saya membaca sebuah tulisan, pertama-tama lihat judulnya….menarik kah untuk dibaca secara keseluruhan. KAlau menarik biasanya sih 3 menit rata2 lama membacanya. Sedangkan untuk memberi komentar, biasanya membaca komentar-komentar yang sudah agar tidak sama dalam memberi komentarnya….
    Necky selesai posting Janji Hutang

  13. Hehehe, saya bacanya memang cepat, tapi bukan brarti ndak paham, dan tipe orang yang tidak suka postingan panjang. Coba lihat postingan saya, pasti dua menit sudah kelar baca dan komentar. Hehe, salam

  14. Saya suka baca artikel blog pelan pelan alias tidak pernah kesusu. Ngapain juga terburu buru, kan bukan lomba balap lari, hehe.. Kadang malah saya tinggal nyruput kopi. Belum lagi kalo keasyikan baca komen2nya. Pokoknya, pake gaya santai kayak dipantai. Nggak pernah juga mencoba menakar, kira2 akan berapa menit saya habiskan untuk membaca. Gitu Mbak kalo saya.

  15. Emang mbak Nunik perhatian banget ya kalo lagi blogwalking. Kalo kebiasaan saya pas mampir ke blog teman2, saya baca dulu judulnya, trus sudah pasti fast reading dulu, mencari kata2 inti yang paling menarik. Begitu sudah dapat baru saya putuskan apakah saya mau membacanya full reading ataukah dibookmark dulu, ataukah pending, atau malah leave dari situ ga pake basa-basi. Kalo benar2 menarik saya pasti akan kembali dari atas membaca sampai tuntas, bahkan pelan-pelan kalo perlu, ga peduli berapa waktu yang dibutuhkan buat bacanya, malah mungkin bisa lebih dari target yang diinginkan penulisnya. Kalo saya menikmati dan memang saya butuhkan infonya, saya pasti tinggalkan komentar. Kira-kira begitu mbak.

    Makasih ya buat pancingannya…infonya sangat menarik.
    Nasir selesai posting Various Causes of Obesity

    1. Hihihi, lebih lama dari target yang diinginkan penulisnya? Saya sendiri sih sebenarnya nggak harus matok berapa lama bacanya, point-nya lebih kepada menghindari fast reading sih. πŸ™‚

      Makasih dokter.

  16. saya juga kemarin merasa unik dengan blog alanda.. karna memberikan waktu membaca di atas.. ini bisa dibuat contoh untuk blogger laiinya jika ingin menulis banyak sebaiknya diberi waktu membaca πŸ˜€ menarik..

  17. Saya pribadi sih ga butuh penghitung waktu jika membaca blog orang lain. Kalau tulisannya menarik, berapapun lamanya tetap saya baca.

    Saya juga tidak perlu menampilkan penghitung waktu kepada pengunjung blog saya. Toh bisa diketahui dari aplikasi semacam google analytics.

    Idem dengan twilight express, kadang-kadang komentarnya pun saya baca.
    Irawan selesai posting Rujak Cingur Waroeng nDiwek

  18. Saya baru tahu, Mbak. Ternyata asa yang membahas masalah ginian ya… kirain pemilik blog hanya perlu menulis dan klik icon publish πŸ™‚
    Kalau paragraf panjang tentu membutuhkan waktu yang lebih lama buat membacanya, karena mesti hati2 agar nggak keulang tiap barisnya πŸ™‚
    Kakaakin selesai posting Sahabat Dari Tempat Kerja

  19. Maaf terlambat komennya,
    Menurut saya nggak perlu mbak Nunik, karena membaca blog adalah sebuah kenikmatan
    dan jika diberi batasan waktu, akan hilanglah kenikmatan tersebut.
    Biarlah konten dari blog yang kita baca yang memberi batasan apakah di fast reading saja
    atau malah dinikmati lalu lantas di bookmark karena ketagihan akan isi dari blog tersebut.

    Terima kasih.
    tukangpoto selesai posting Pujian kosong di Facebook

  20. Menurut saya tidak perlu, semua orang bebas pada pilihannya untuk membaca di dalam suatu website atau blog, seperti contohnya detik.com yang selalu menyampaikan informasi secara padat dengan menggunakan judul dan description yang tepat sehingga menghemat waktu para pembacanya.
    Informasi Lowongan Kerja Terbaru selesai posting Hello world!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge