Halah. Tiba-tiba saja terlintas sesuatu saat di jalan melihat kemacetan: sebuah hal yang biasa terjadi di Jakarta dan sudah menjadi makanan sehari-hari.
Tapi saya melihat kemacetan itu dari sebuah jembatan penyeberangan tak jauh dari perempatan besar. Kebetulan memang lagi jam mendekati masuk kerja. Saat orang berlomba-lomba mencapai kantor.
Jalanan sebenarnya bisa dibilang lancar. Tetapi ketika lampu merah menyala, tanda kendaraan harus berhenti, tiba-tiba terjadi antrian panjang yang tak boleh melewati garis pembatas jalan.
Nah, kita beralih ke blog.
Bayangkan ratusan mobil yang antri menunggu lampu hijau tadi adalah banyaknya ide yang akan kita tulis. Menyesaki kepala Anda. Menunggu waktu untuk dituliskan ketika lampu hijau nanti menyala sebentar lagi.
Tapi tetap belum bisa ditulis karena sekarang lampunya masih merah. Jadi yang ada hanyalah berdesak-desakan, mencari posisi supaya berada di depan, dan ketika lampu hijau menyala siap untuk meluncur duluan.
Pernahkah Anda mengalaminya? Apa lampu merah Anda dalam menulis? Ingat, lampu merah di jalanan akan berakibat anda melanggar hukum dan ditilang jika menerobos. Jadi jangan menjawab alasannya sibuk, sakit dan kawan-kawannya ya… ![]()
Berlangganan via email yuk! Agar bisa menerima artikel terbaru dari blog isnuansa.com
Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.

lampuku lagi rusak, merah terus…..
Bisa aja dpt ide gini. Salut aku, Nik.
Jadi bisa tau kapan musti nerbtin tulisan. Atau kapan harus di edit dan diubah ke dalem tulisan. Hehe
Lampu merah gw, “suka menunda-nunda”.
Tongkonan selesai posting Tango Waffle Crunchox – Teman Nonton Bola yang Asik
walau sibuk saya tetap posting kok mbak.. Ehehe
Yang bikin macet adalah mobilnya setengah jadi semua, walaupun lampunya udah hijau, jalanan dipenuhi sama mobil yang setengah jadi tadi. Hanya bisa terselesaikan satu-satu, itupun sangat lama.
Tamba Budiarsana selesai posting Ganti Password
kalau lampu merah gak terlalu ngaruh. Paling juga bentar, lagian ‘mobilnya’ gak terlalu banyak. Yang lebih sering itu kalau ada ‘mobil’ yang tiba-tiba mogok di tengah jalan.
alamendah selesai posting Response cached until Wed 4 @ 1:47 GMT (Refreshes in 60 Minutes)
Ha ha…, paling sibuk dengan kegiatan lain, idenya ditaruh dulu, atau dipublikasi ke blog sekunder dengan ringkas sebagai dasar ide via push mail.
Cahya selesai posting Peduli Osteopenia
saya biasanya hanya berusaha agar tidak terlalu banyak mobil yang melintas dan bisa lewat dengan terartur.
oya, sayangnya mobil saya jelek semua, haha
imadewira selesai posting Ganti Banner Merah Putih Menyambut 17 Agustus
saya beberapa hari lalu juga mengalami lampu merah neh… T_T
overload tugas kantor sampe ga bisa nulis
Debby selesai posting Happy Birthday Dad!
saya sering banget mbak! ide sudah menumpuk. tapi kok enggan beralih ke “lampu hijau” … karena ketika tangan menyentuh keyboard kok ide yang (saya anggap) “brilian” untuk di tulis kok jadi biasa-biasa saja. jadi kembali berkutat ke “lampu merah” lagi dech
gadgetboi selesai posting “Ular” di Youtube
hehe… Mbak ini bisa aja

Kalo mbak Nunik sih banyak punya ‘mobil’ ya
Kakaakin selesai posting Seputar Keluarga
sering mbak. kadang kena lampu merah sampai mogok
salam kenal mas
Klo lampu merahnya ga boleh sibuk, berarti… tidur… Hahahaha
ayamcinta selesai posting draft
Wah kalau udah gitu emang puyeng seperti kebelet yang gak nemu toilet
Keisya selesai posting Tas Hermes Evelyne
selamat pagi
oh, jadi maksudnya lampu merah itu HIATUS toh.
insyaAllah saya masih belom ada rencana untuk itu.
udah schedule post sampai tahun depan.
terima kasih dan mohon maaf
pantes kepala saya akhir2 ini terasa agak berat, rupanya banyak mobil di dalamnya?
karena udah diwanti-wanti duluan jangan jawab sibuk sakit dkk, saya ngaku aja deh, saya memang malas.
eh, tapi nggak ding, saya kan pelupa. cihuiii…selamat deh dapat alasan yg ga bisa digugat
abu ghalib selesai posting Friendly Blogger
yup, sering banget emang ketemu lampu merah gini. Sering ada ide yang kayak sayur santen yang mudah basi (kalo telat publish). Sering juga nulisnya di buku or di kertas gitu, apalagi kalo jempolnya pegel (maklum diriku kan blogging cuma pake hape).
hehehe…
Alhasil blognya gak selalu up date tiap hari
saya mohon bantuannya, begini apa yang menyebabkan pengunjung enggan meninggalkan komentar? Jujur saya rada pusing akan hal ini.