Makan Gaplek, Nasi atau Roti?
Perubahan pola konsumsi masyarakat Cina dan India yang mengarah kepada beras ikut mempengaruhi krisis pangan dunia, di samping adanya kebijakan pembatasan ekspor beras dari beberapa negara penghasil beras.
Di Indonesia juga terjadi hal serupa, di mana masyarakat menganggap kasta beras lebih tingggi daripada singkong, sagu, jagung dan gaplek. Semakin sedikit penduduk indonesia yang memilih gaplek sebagai makanan pokok. Begitu pula jagung, yang kini turun derajatnya menjadi makanan ayam atau burung.
Yang paling menghawatirkan adalah kecenderungan budaya makan fastfood seperti hamburger, pasta dan juga bread yang bahan bakunya semua impor.
Namun, meski sekarang beras mahal harganya, nasip petani padi tidak jua berubah. Salah siapa?
May 2nd, 2008 at 5:13 am
masalahnya, nggak makan nasi nggak “nendang”..
May 2nd, 2008 at 5:15 am
Untungnya keluargaku bisa makan makanan apa aja…dari mulai sagu, ketela, kentang, gaplek…sampai makanan apapun yang dianggap makanan pokok lainnya.
May 2nd, 2008 at 5:30 am
salah kaprah. kaprah yg salah
May 2nd, 2008 at 6:24 am
kalo dari nenek2ku ampe bapakku, berasnya ga pernah dijual, untuk dikonsumsi sendiri…Alhamdulillah, dari panen bsa utk setahun…
saatnya menanam padi sendiri…
May 2nd, 2008 at 7:02 am
denger-denger di vietnam pemakan nasi tuh ada di ‘kasta’ paling rendah
**nasib**
May 2nd, 2008 at 9:11 am
revolusi pertanian Indonesia!!
May 2nd, 2008 at 12:38 pm
seharusnya memang kita memakan yg alami aja
saya suka akan singkong
enak tuh
May 2nd, 2008 at 1:21 pm
apapun makananya minumnya air putih (lebih sehat lho)
May 2nd, 2008 at 2:01 pm
Kalo gw termasuk org gak mampu, harga beras mahal, jadi terpaksa makan salad campur keju… Biar panuan perutnya hehehe
May 2nd, 2008 at 2:47 pm
udah berasnya mahal, masaknya juga mahal, minyak tanah mahal, gas meledak mulu… pengen pake kayu bakar udah jarang *pusing*
May 2nd, 2008 at 6:58 pm
untung dari kecil mak ku kasih makannya selang-seling, ya nasi, ya gaplek, ya jagung. jadi sekarang gak kaget lagi. kok jadi laper nih…
May 3rd, 2008 at 12:02 am
petani justru selama ini dijadikan tumbal, yah gak selamanya masa panen itu mereka benar-benar panen uang, terlebih dengan produktivitas dari lahan mereka yang semakin menurun berkaitan dengan harga pupuk, sehingga kadang mereka terpaksa menjual hasil panennya ke para tengkulak yang harganya rendah
May 3rd, 2008 at 1:07 am
Salahkan rumput yang bergoyang
Di Ausie Bule juga mulai pada suka Nasi tuh… Ternyata ada efek adiksi juga nasi hehe
Btw, lama ga mampir ternyata ada rumah baru selamat ya!! [segera update blogroll ;)]
May 3rd, 2008 at 5:24 am
kenapa aku selalu melihat judul posting yang membuat aku lapar..
May 3rd, 2008 at 6:16 am
padahal negara kita negara agraris, tp beras aja impor,,,
May 3rd, 2008 at 8:05 am
salah siapa? ndak perlu saling menyalahkan…
May 3rd, 2008 at 2:19 pm
salah sopir kenapa angkutan tambah mahal
May 4th, 2008 at 5:27 pm
uhmmm… kalo mie, ndak mahal kan?
*dasar anak kost!*
May 4th, 2008 at 6:58 pm
salah saya…salah saya…
maaf…
hehehe
May 5th, 2008 at 3:52 am
meski mahal kotrus kubeli!!!
-tak merasa kenyang sebelum diisi nasi-
May 6th, 2008 at 6:29 am
Salah siapa??? Wah, repot juga ya cari yang ini
May 6th, 2008 at 10:04 am
Gaplek biasa dimakan oleh masyarakat pedesaan. Sebenarnya lebih aman mengkonsumsi makanan ini daripada makanan cepat saji yang kebanyakan ada kandungan zat-zat yang kurang baik bagi kesehatan.
May 6th, 2008 at 5:03 pm
Konon walau sudah makan macam2,tapi perut belum kemasukan nasi = belum makan
May 7th, 2008 at 2:27 am
kata wong Jawa “sega yen wis mbeseg lega”
nasi kalau sudah dimakan ya rasanya lega, nyaman
mari kita revolusi diri sendiri http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/05/02/revolusi-mental-budaya-demi-anak-cucu/
May 8th, 2008 at 4:15 am
Nasib petani g berubah krn berasnya import semua siy..
May 8th, 2008 at 8:58 am
saya adalah salah satu orang yang paling ga bisa ga makan nasi. Bukan karena kastanya lebih tinggi atau apa, mungkin karena habit aja yah?
May 15th, 2008 at 3:12 am
alasan saya lebih milih beras biasa [nasi putih] dibandingkan dengan beras merah [nasi merah] adalah karena saya merasa nasi putih lebih matching secara visual dan rasa dengan lauk pauk ala indonesia, padahal beras merah lebih kaya manfaatnya. mungkin itu juga yang mendasari orang lebih milih nasi dibandingkan jagung atau gaplek [baru kemungkinan sih ]
May 20th, 2008 at 3:31 pm
mungkin benar juga karena status sosial yang disandangnya, jaman dulu menurut cerita orang tua, pas jaman susah mereka makan nasi jagung dan gaplek. nasi nya muaahaalll… Jadi keterusan jadi tradisi.
btw, minggu lalu aku ke sebuah tempat yang dijuluki kota lumbung padi, disana dah banyak industri, banyak lahan padi yang dijadikan kawasan industri.. ck ck ck ..
sebentar lagi bakal jadi lumbung limbah