Makan Ikan Bakar di Jimbaran

13

Kembali, salah satu postingan kuliner saya di Bali. Karena bukan ‘jalan’ dengan yang seumuran, makanya selama di Bali saya jarang ke tempat wisata. Mereka, tak terlalu antusias jika diajak ke tempat wisata.

Saya yang dananya terbatas, jadi ngikut saja dengan kemauan teman. Kemarin lusa, saat makan Ayam Betutu saja, biaya naik taksinya lebih tinggi daripada harga makannya. Naik taksi dari Hotel Istana Rama di pinggiran pantai Kuta, menuju Bank Mandiri di dekat Joger Kuta, lantas ke jalan Merdeka 88 Renon dan kembali lagi ke Hotel Istana Rama Kuta, biayanya Rp. 200.000,- Ayam betutunya cuma 110.000,-

Nah, tadi malam, ketika hendak pulang ke penginapan, saya bertemu teman. Awalnya hanya menawarkan mobil. Pakai saja buat keliling, sudah dibayar kok. Kalo saya lagi nggak pakai, pakai saja, katanya. Ya sudah, saya pinjam malam ini, jawab saya. Owh, jangan sekarang, sekarang saya mau ke Jimbaran. Kalau kamu mau ikut, ikut saja.

Siapa yang bisa nolak coba?

Jam 21.30 meluncurlah kami bertujuh ke Jimbaran. Jimbaran ini adalah tempat meledaknya bom Bali 2. Warung-warung di pinggir pantai, tempat makan ikan bakar. Tetapi karena barusaja hujan dan masih mendung, semua meja dan kursi sudah diangkut ke dalam, tidak ada lagi di tepi pantai. Makanlah kami di dalam ruangan.

Ikan yang kami pesan adalah 0,5 kg sea prawn (harga sekilonya Rp. 195.000,-) 1,4 kg Red Snapper (harga sekilonya Rp. 95.000,-) 1,2 kg White Snapper (harga sekilonya Rp. 70.000,-) dan 1,4 kg King Fish (harga sekilonya Rp. 90.000,-).

Banyak ya? Soalnya kami bertujuh. Harga per kilonya memang mahal, karena sudah termasuk nasi, cah kangkung dan sambalnya. Yang saya melotot lihat bon tagihannya, kami bertujuh kompak minum teh tawar, harga segelasnya Rp. 8.000,- APA? Segelas teh tawar harganya delapan ribu rupiah?

Di warung itu hanya kami yang makan. Sudah sepi. Memang jika tidak ada konggres, jam 22.00 Jimbaran sudah sepi, menurut driver yang mengantar kami. Hanya terlihat dua orang bule yang minum bir sambil ngajak ngobrol pramusajinya. (Saat ngetik ini, jadi mikir: berapa harga untuk segelas bir, jika teh tawar aja harganya delapan ribu?)

Ikan bakar, ya sebenernya hampir sama saja rasanya di manapun berada. Yang bikin beda, di Jimbaran meja-mejanya ditata di atas pasir pantai, makan ditemani cahaya lilin dan pemandangan laut: deburan ombak. Yang pasti, pantainya lebih bersih daripada di Ancol. Sayang malam itu setelah hujan deras dan masih mendung, jadi makan di ruangan.

Sambelnya yang beda dengan makan ikan bakar di Jawa. Ada sambel mentahnya (semacam dabu-dabu di masakan manado) dengan irisan bawang merah mentah dan entah apa lagi (ada kacangnya sepertinya). Saya nggak begitu suka yang mentah-mentah, makanya nggak nyobain. Apalagi tampang sambelnya kotor kecoklatan gitu, nggak seperti dabu-dabu yang ‘bening’ dan menggugah selera.

Enak juga! (Namanya gratisan, mana ada yang nggak enak?) Perut sampe kekenyangan makan di Jimbaran. Balik ke hotel sudah jam 00.30. Tidur.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

20 thoughts on “Makan Ikan Bakar di Jimbaran”

  1. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Tengah malam, dingin-dingin ditepi pantai ditawarin makan ikan bakar gratis. jangankan Mbak Nunik, saya juga nggak akan nolak.
    .-= alamendah biru selesai posting Mengisi Field dan Form Komentar Otomatis =-.

  2. Wah… mantab mba Nunik, makannya di kompleks ikan bakar Jimbaran ha ha ha pasti mahal lah.

    Dulu saya pernah makan di sana, ditraktir juga sama teman pengusaha di sana, ikannya segar-segar. Itu sambelnya namanya ‘sambel bawang matah’ atau ‘sambel matah’ memang ciri khas di sana.

    Udah sempet ke GWK blom?
    .-= budiastawa selesai posting 3 Hack Percepat Firefox =-.

  3. haha, seperti di kafe jadinya, mau minum segelas teh manis kisaran 6000an. hehe, ya mau gimana lagi. kota wisata, maklum mahal.
    .-= Hanif selesai posting Konsep dan Design Kantor? Telur? =-.

  4. nah gt dong mba, pilih menu yg top kayak gini
    makan malam di jimbaran emang paling asyik
    ikan bakar, mau dong??? 😀
    .-= Abu Ghalib selesai posting Terpesona Pada Pandangan Pertama =-.

  5. we..lg backpacker????? hiks..lama skali ngga gendong ransel lagi…ajak2 napa buuu… hehehhe
    .-= BP is back selesai posting Kebahagiaan yang tertunda =-.

  6. Aduh asyiknya makan ikan bakar
    saya suka sekali je
    kapan mbak Nunik traktir saya makan ikan bakar, yg dekat kantor aja deh ha ha ha ha apa tuh nama restonya..pulau kelapa ya
    salam rindu selalu
    .-= Plesiran selesai posting Tari Jaipong, Masih Populer Sampai Kini =-.

  7. sebenarnya itu tidak mahal, sebaiknya anda coba tuh sambel mentahnya, dijamin mantep.
    trus itu bener jimbaran? karna orang luar selalu bilang jimbaran meskipun mereka makannya di kedonganan.
    kalo jimbaran itu ada 2, yang di pasar jimbaran ke barat dan muaya yang jalan ke four season. saran, mending ke yang di pasar jimbaran ke barat!
    jika yang sebelah utara namanya kedonganan lebih dekat ke airport, biasanya di kedonganan lebih mahal daripada di jimbaran.

  8. Wonderful site. Lots of helpful information here.

    I’m sending it to a few friends ans additionally sharing in delicious.
    And naturally, thanks to your sweat!
    Elma selesai posting Elma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge