
Kembali, salah satu postingan kuliner saya di Bali. Karena bukan ‘jalan’ dengan yang seumuran, makanya selama di Bali saya jarang ke tempat wisata. Mereka, tak terlalu antusias jika diajak ke tempat wisata.
Saya yang dananya terbatas, jadi ngikut saja dengan kemauan teman. Kemarin lusa, saat makan Ayam Betutu saja, biaya naik taksinya lebih tinggi daripada harga makannya. Naik taksi dari Hotel Istana Rama di pinggiran pantai Kuta, menuju Bank Mandiri di dekat Joger Kuta, lantas ke jalan Merdeka 88 Renon dan kembali lagi ke Hotel Istana Rama Kuta, biayanya Rp. 200.000,- Ayam betutunya cuma 110.000,-
Nah, tadi malam, ketika hendak pulang ke penginapan, saya bertemu teman. Awalnya hanya menawarkan mobil. Pakai saja buat keliling, sudah dibayar kok. Kalo saya lagi nggak pakai, pakai saja, katanya. Ya sudah, saya pinjam malam ini, jawab saya. Owh, jangan sekarang, sekarang saya mau ke Jimbaran. Kalau kamu mau ikut, ikut saja.
Siapa yang bisa nolak coba?
Jam 21.30 meluncurlah kami bertujuh ke Jimbaran. Jimbaran ini adalah tempat meledaknya bom Bali 2. Warung-warung di pinggir pantai, tempat makan ikan bakar. Tetapi karena barusaja hujan dan masih mendung, semua meja dan kursi sudah diangkut ke dalam, tidak ada lagi di tepi pantai. Makanlah kami di dalam ruangan.
Ikan yang kami pesan adalah 0,5 kg sea prawn (harga sekilonya Rp. 195.000,-) 1,4 kg Red Snapper (harga sekilonya Rp. 95.000,-) 1,2 kg White Snapper (harga sekilonya Rp. 70.000,-) dan 1,4 kg King Fish (harga sekilonya Rp. 90.000,-).
Banyak ya? Soalnya kami bertujuh. Harga per kilonya memang mahal, karena sudah termasuk nasi, cah kangkung dan sambalnya. Yang saya melotot lihat bon tagihannya, kami bertujuh kompak minum teh tawar, harga segelasnya Rp. 8.000,- APA? Segelas teh tawar harganya delapan ribu rupiah?
Di warung itu hanya kami yang makan. Sudah sepi. Memang jika tidak ada konggres, jam 22.00 Jimbaran sudah sepi, menurut driver yang mengantar kami. Hanya terlihat dua orang bule yang minum bir sambil ngajak ngobrol pramusajinya. (Saat ngetik ini, jadi mikir: berapa harga untuk segelas bir, jika teh tawar aja harganya delapan ribu?)
Ikan bakar, ya sebenernya hampir sama saja rasanya di manapun berada. Yang bikin beda, di Jimbaran meja-mejanya ditata di atas pasir pantai, makan ditemani cahaya lilin dan pemandangan laut: deburan ombak. Yang pasti, pantainya lebih bersih daripada di Ancol. Sayang malam itu setelah hujan deras dan masih mendung, jadi makan di ruangan.
Sambelnya yang beda dengan makan ikan bakar di Jawa. Ada sambel mentahnya (semacam dabu-dabu di masakan manado) dengan irisan bawang merah mentah dan entah apa lagi (ada kacangnya sepertinya). Saya nggak begitu suka yang mentah-mentah, makanya nggak nyobain. Apalagi tampang sambelnya kotor kecoklatan gitu, nggak seperti dabu-dabu yang ‘bening’ dan menggugah selera.
Enak juga! (Namanya gratisan, mana ada yang nggak enak?) Perut sampe kekenyangan makan di Jimbaran. Balik ke hotel sudah jam 00.30. Tidur.
Berlangganan via email yuk! Agar bisa menerima artikel terbaru dari blog isnuansa.com
Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.

1(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Baru baca judulnya doang, perut langsung terasa lapar. air liur mulai membasahi mulut….
.-= alamendah selesai posting Perilaku Bijak Di Pantai =-.
mending beli aqua botol besar aja ya,
buat mba jgn mau ditipu2 ya ntar ngga bisa pulang
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Tengah malam, dingin-dingin ditepi pantai ditawarin makan ikan bakar gratis. jangankan Mbak Nunik, saya juga nggak akan nolak.
.-= alamendah biru selesai posting Mengisi Field dan Form Komentar Otomatis =-.
Pengeeen
.-= si Gen selesai posting EasyAd.us CPM Baru Penghasil Dollar =-.
pengen kelimaaaxxzzzz
.-= si Gen selesai posting EasyAd.us CPM Baru Penghasil Dollar =-.
ngilerr ngilerrr….ke bali gak ngajak ngajak iq
Wah… mantab mba Nunik, makannya di kompleks ikan bakar Jimbaran ha ha ha pasti mahal lah.
Dulu saya pernah makan di sana, ditraktir juga sama teman pengusaha di sana, ikannya segar-segar. Itu sambelnya namanya ‘sambel bawang matah’ atau ‘sambel matah’ memang ciri khas di sana.
Udah sempet ke GWK blom?
.-= budiastawa selesai posting 3 Hack Percepat Firefox =-.
Belom sempat ke GWK. Tadi baru sempat jalan ke Sukawati.
haha, seperti di kafe jadinya, mau minum segelas teh manis kisaran 6000an. hehe, ya mau gimana lagi. kota wisata, maklum mahal.
.-= Hanif selesai posting Konsep dan Design Kantor? Telur? =-.
jadi inget makan ikan bakar di Warung apung rowo jombor atau Janti
.-= vembry selesai posting Bombay Blood Type =-.
nah gt dong mba, pilih menu yg top kayak gini
makan malam di jimbaran emang paling asyik
ikan bakar, mau dong???
.-= Abu Ghalib selesai posting Terpesona Pada Pandangan Pertama =-.
Isnuansa lagi demen kuliner nampaknya, ney. Bikin perutku yg sudah gendhut ini pengin terus makannn!!!
.-= M Mursyid PW selesai posting Warnet: Antara Bisnis dan Pendidikan =-.
we..lg backpacker????? hiks..lama skali ngga gendong ransel lagi…ajak2 napa buuu… hehehhe
.-= BP is back selesai posting Kebahagiaan yang tertunda =-.
Mbak Nunik, di sana semuanya udah pake harga bule,jadi ya gitu deh.Mbak Nunik bisa tolong cari informasi tempat yang pas untuk kantong wisatawan domestik nggak?..
.-= tukangpoto selesai posting Tips memotret makanan =-.
Aduh asyiknya makan ikan bakar
saya suka sekali je
kapan mbak Nunik traktir saya makan ikan bakar, yg dekat kantor aja deh ha ha ha ha apa tuh nama restonya..pulau kelapa ya
salam rindu selalu
.-= Plesiran selesai posting Tari Jaipong, Masih Populer Sampai Kini =-.
mahal banget…..
jd mikir2 nih klo ampe nggak dpt lunch dr panitia bs jd gembel gw di bali
sebenarnya itu tidak mahal, sebaiknya anda coba tuh sambel mentahnya, dijamin mantep.
trus itu bener jimbaran? karna orang luar selalu bilang jimbaran meskipun mereka makannya di kedonganan.
kalo jimbaran itu ada 2, yang di pasar jimbaran ke barat dan muaya yang jalan ke four season. saran, mending ke yang di pasar jimbaran ke barat!
jika yang sebelah utara namanya kedonganan lebih dekat ke airport, biasanya di kedonganan lebih mahal daripada di jimbaran.
waw,menu yg sangat luarbiasa tuh mba,..hhe