Mau Ke Pameran dan Hiburan; Indonesia Japan Expo 2013

Siapa yang hobi makan sushi? Saya enggak. Bagus sih buat kantong, karena setiap kali kuliner, saya nyarinya soto madura atau soto lamongan yang harganya cukup sepuluh ribu rupiah saja satu mangkoknya, hehehe. Temen-temen suka heran, kok bisa nggak doyan sushi, padahal dilihat dari penampilannya aja udah menggiurkan gitu kan ya? Apalagi rasanya. Yah, namanya juga selera ya, mau bilang apa.

Meski nggak begitu suka sama kuliner dari Jepang, saya suka kreatifitas orang-orangnya. Contohnya Kurumie. Sudah ada di Jepang sejak jaman Edo (tahun 1600-an), kurumie ini adalah gambar 3 dimensi. Tentunya bukan dari cat air di atas kanvas, tetapi berbahan kapas atau busa yang dibungkus dengan kertas washi, kertas origami dan kain perca sutera potongan sisa kimono yang indah. Jadi, kurumie ini bisa diartikan juga sebagai lukisan berbungkus. Menggunakan bingkai, lukisan berbungkus ini bisa digantung sehingga akan mempermanis ruangan. Modelnya bermacam-macam, namun umumnya bergambar anak perempuan.

Kayaknya orang Jepang itu telaten bener ya, bungkusin kapas dengan kertas atau kain perca, kemudian dirangkai menjadi sebuah gambar atau hiasan yang ciamik. Pengen deh, sesekali ikutan workshop kurumie, biar bisa jadi orang yang sedikit kreatif gituuu~

Kurumie ini adalah perpaduan beberapa ketrampilan sekaligus, yaitu menggambar, melipat kertas dan kain, menggunting serta menempel. Kalau nggak sabaran, bisa-bisa jadi kacau hasilnya. Prosesnya dimulai dengan membuat pola, kemudian polanya dibagi menjadi beberapa bagian. Pola tersebut kemudian ditempel dengan kain menggunakan alat khusus yang disebut kote. Setelah semua penggalan pola ditempel kain, baru semuanya disatukan kembali ke dalam sebuah gambar utuh di atas papan shikishi. Modal utamanya supaya berhasil sih tentunya ya harus tekun dan sabar, hehehe…

Mau lihat contoh kurumie itu seperti apa? Kayak gini nih:

Sumber gambar: TheJakartaGlobe.

Cantik, kan? Cantik, kan?

Ah, saya mau melipir ah ke Indonesia Japan Expo 2013 di JIE Kemayoran. Hari Jumat besok, pas agendanya ada kurumie.

Kreatifitas lain yang dipunyai orang-orang Jepang itu selain kurumie masih banyak yang lain, lho. Ada oshibana, ada juga kinchaku. Apaan tuh? Saya juga baru ngeh, kalau tempat koin atau tempat makan siang yang terbuat dari kain dengan tapi serut di atasnya itu namanya kinchaku. Atau kadang suka juga kita jadiin tempat mukena nih tas kalau di Indonesia. Macem-macem modelnya, dan lucu-lucu semua kelihatannya. Trus, ada lagi kimekomi (hiasan atau ornamen berbentuk bola) yang cantik, atau kanzashi (hiasan ‘penolak bala’ yang dipakai di rambut seperti jepit atau pita). Ada juga origami yang sudah familiar di Indonesia.

Harga tiket masuknya cuman 20.000,- doang, udah bisa lihat pameran dan berbagai hiburan di Indonesia Japan Expo 2013. Diadain selama 4 hari (19-22 Desember 2013), akan ada pameran, seminar, workshop, kompetisi, hiburan dan special performances dari Haku dan Weaver. Asyik lah ya, buat ngisi wiken kali ini.

Yang mau dateng hari Jumat bareng saya, yuklah janjian. Kita seneng-seneng senam Yaiya Iyalah sama Cow-cow, hahahaha… Sebenernya hari Minggu 22 Desember saya pengen dateng lagi, lihat JKT48 jam 7 malam, tapi kasihan Diana, pasti bakalan rame banget nanti JIE Kemayoran. Yang ngerasa VVOTA dateng ya! πŸ˜‰

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

27 thoughts on “Mau Ke Pameran dan Hiburan; Indonesia Japan Expo 2013”

  1. Orang kalo sudah suka sama Jepang itu biasanya apapun yg berbau jepang akan disuka. AKB48, sushi, duan lain lainnya…

    Kapan ya, ada yg suka banget sama Indonesia sehingga hal yg berbau Indonesia akan disukai.. ?
    ndop selesai posting Diendorse Kaos

  2. Mungkin saatnya untuk saling lebih mengenal tentang keragaman budaya dalam satu tujuan , ya saling memahami dan juga menghormati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge