Mau Warisan 2 Juta? Daftarkan Kerabat Anda Yang Meninggal Ke PEMDA Kab. Bekasi!
Proyek multi populis dari Pemda Kab. Bekasi ini mengejutkan banyak pihak. Memang baru sebatas wacana, tetapi gaungnya sudah terdengar di masyarakat bawah. Saya segera mengkonfirmasinya ke beberapa teman yang duduk di Legislatif, dan memang sudah pernah ada pembahasan tersebut.
Pemda Kab. Bekasi memang baik hati. Di tengah semakin meningkatnya persoalan rakyat yang masih hidup seperti pengangguran, kemiskinan, buruknya mutu pendidikan dan kesehatan, masih sempat pula memikirkan “bantuan” terhadap orang yang sudah meninggal dunia. Bagi siapa saja yang meninggal dunia, tidak pandang tua dan muda, meninggal di usia 90, 70, 20 ataupun masih bayi, kaya raya, sedang-sedang saja, atau miskin, selama dia warna Kab. Bekasi, ahli warisnya akan mendapatkan uang santunan sebesar 2 [dua] Juta Rupiah!
Memang jika dihitung, APBD Kab. Bekasi sangatlah besar. Masuk 5 besar di Indonesia. Uang 1,3 Triliun per tahun dapat dihabiskan oleh Kab. Bekasi yang jumlah penduduknya per Juni 2007 sebanyak 2,4 Juta.
Tetapi mari kita tinjau lagi. Ketika ditanya oleh Legislatif, berapa orang yang meninggal dunia tiap tahun di Kab. Bekasi, yang Pemda tidak tahu. [Hihihi, padahal kan ada rumus untuk menghitung Natalitas dan Mortalitas]. Dari situ saja sudah terkesan program ini tidak disiapkan dengan baik. Ok, akhirnya mari kita tanyakan kepada Dinas Statistik. Sumber di Legislatif memberitahukan bahwa akhirnya disebutlah angka Seribu, padahal Dinas Statistik belum menjawab. Saya mencoba dengan hitung-hitungan bodoh. Jumlah desa di Kab. Bekasi 187, dan dalam setahun di sebuah desa bisa terjadi lebih dari 20 kematian! Memang, jika dihitung dengan perkalian 2 Juta dikali seribu, baru 2 Milyar Rupiah, sangat kecil dari jumlah total APBD. Nggak sampai 0,2 persen.
Beberapa rakyat sudah bersuara, bahkan dalam pertemuan sekitar 100 (seratus) orang Kepala Desa, lebih setuju jika dana tersebut bukan dibagikan kepada keluarga yang meninggal dunia [karena melihat penyaluran BLT saja ricuh, apalagi ini 2 juta, siapa yang nggak akan tergiur?] tetapi digunakan untuk pembelian tanah makam [TPU] di masing-masing desa. Ini lebih masuk akal, karena memang pada kenyataannya tidak semua Desa mempunyai tanah makam, sehingga banyak sekali warga yang memakamkan keluarganya di pekarangan rumahnya. Atau Kepala Desa harus membuatkan MEMO untuk memakamkan warganya di Desa lain. Baru dengar kan, ada Memo tentang “Menumpang Penguburan Mayat”?
Belum lagi mekanisme pembagiannya seperti apa. Jika berumur diatas 17 tahun atau sudah pernah menikah akan lebih gampang, karena bisa dilihat dari KTP. Inipun masih rentan kebocoran karena banyak KTP musiman di Kab. Bekasi. Akan sulit mendeteksi jika yang meninggal adalah bayi atau anak-anak, bisa saja sekedar diaku anak untuk mendapatkan bantuan. Dan yang paling parah, bantuan ini akan diberikan kepada siapa saja yang meninggal dunia, tidak peduli rumahnya di kolong jembatan, atau pemilik perusahaan yang super duper kaya raya.
Saya mendengar salah satu warga yang nyeletuk: “Ngurusin orang hidup aja belum becus, kok malah ngurusin orang yang sudah mati…”
Sampai saat ini, baru Fraksi Partai Golkar yang sudah mengeluarkan statement menolak usulan program Eksekutif tersebut [saya baca di Koran], dan tentu saja akan menyusul statement dari Fraksi PDI Perjuangan.
Buat saya, akan lebih realistis seandainya uang itu dialokasikan untuk Pendidikan, Pelayanan Kesehatan atau Transportasi Umum. Juga Tempat Pembuangan Sampah [TPS] yang makin terbengkalai. Toh, program populis seperti itu, muatan politisnya sangat banyak dan mudah dibaca arahnya!
Bagaimana? Sepertinya belum ada ya Pemda daerah lain yang punya program seperti itu? Mau dengar dong pendapat Anda.
November 12th, 2007 at 7:41 am
wah ngawur ki Pemda BEKASI…
ntar klo ada saling bunuh gmn hanya untuk mdptkan uang 2 juta?
mending uangnya dialokasikan buat kepentingan yg lain, pendidikan, kesehatan, or yg lain…
November 12th, 2007 at 7:59 am
mending duitnya buat para blogger
November 12th, 2007 at 8:00 am
makasih Dhy, masukannya…
November 12th, 2007 at 8:32 am
ini pasti ulah orang asuransi..negh, masuk ke pemda
November 12th, 2007 at 10:19 am
Andre –> Iya, nanti saya usulin dana buat blogger
Papa Ipam –> ini bukan dimasukin asuransi Pa, tapi pakai dana APBD. Malah kalau dimasukin asuransi bisa lebih murah… Bagus juga tuh idenya!
November 12th, 2007 at 3:59 pm
saya kan kathrok soal politik, tapi mbok ya daripada 2 juta buat ngurus orang mati, mending buat dana kesehatan masyarakat miskin gitu loh, buat premi asuransi misalnya seperti usul papa ipam
November 12th, 2007 at 4:52 pm
masya Allah..masih ada orang sebaik itu jaman sekarang????? mmhhh jadi curiga!!!
November 13th, 2007 at 5:00 am
wah, gw gak ada tau banyak politik, tapi setau gw ini bisa menyesatkan,dan emang bisa meungkinkan orang untuk saling bunuh atau bunuh diri demi anak atau keluarga lainnya!.
mending juga buat bikin lapangan kerja baru atau departemen baru berbau sosial aja!!
November 13th, 2007 at 6:03 am
ada Memo tentang “Menumpang Penguburan Mayat”?
Jadi prihatin
Seharusnya Pemda membuat kebijakan yang lebih menyentuh ke akar permasalahan. Kesannya sih bingung ngabisin angaran yak??
November 13th, 2007 at 6:08 am
beneran tuh ?!
November 13th, 2007 at 6:44 am
Bekasi koq mantaf siiih….
November 13th, 2007 at 9:40 am
wah, Pemda nya kok terkesan ga serius ya membuat program tsb?
bener itu… mending dialokasikan aja buat pendidikan!
masih banyak ini kok masyarakat kita yg belum sekolah!
*eh, itu siapa sih yg ngurus anggarannya? mbok ya jangan sembarangan ngeluarin duit gitu, loh… xP*
apa emang jd gitu kalo udh kebanyakan duit, yak? x)
November 13th, 2007 at 12:18 pm
Mari rame2 ke Bekasi bunuh orang :evillaugh:
November 13th, 2007 at 2:12 pm
Wah ketinggalan kasih komentar nih.
“Menumpang Penguburan Mayat”? hmmm, sama seperti kalau orang mau nikah dong : ada “numpang nikah”.
Kesannya rencana ini meng ada2, selebihnya lagi kalau memang jadi dilaksanakan, mekanisme-nya akan sulit sekali dan akan menimpulkan pungutan2 liar di tingkat kelurahan. Contoh : setiap ada kematian kan ada surat tanda kematian dari kelurahan, supaya jenazah bisa dikuburkan. Nah ketika keluarga mengurus surat itu, bisa2 nanti dipungut uang, alasannya : lho nanti kan dapat 2 juta….bagi2 lah
Pokoknya rumitlah jadinya.
Yang terbaik sebenarnya kalau anggaran itu memang ada, lebih baik di alokasikan pada penigkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
November 13th, 2007 at 5:23 pm
# ale : dosa bang bunuh orang, mending bunuh si bupati bekasi aja biar dapat warisan 7 turunan..hahahaha
November 13th, 2007 at 11:58 pm
Ada udang dibalik rempeyek kali.
November 14th, 2007 at 1:55 am
mbaak…
oggixnya ga mau keluar… hiks…
aku dah apdet tuh…
sorry nulis di koment… ^:)^
November 14th, 2007 at 3:24 am
makasih buat semua temen yang udah kasih komen.
saya malah sedang berpikir seandainya duit itu buat bayar premi asuransi kesehatan (askes), maka semua penduduk bekasi bisa berobat gratis tanpa pandang miskin atau kaya. kayaknya jauh lebih baik kan kalau dananya berguna buat yang masih hidup?
November 14th, 2007 at 3:36 am
hmmm ada ‘permainan’ apa lagi nih? kebijakan baru yg aneh…
November 14th, 2007 at 4:34 am
Depok sudah duluan
Musi Banyuasin juga…
November 14th, 2007 at 4:46 am
Kram, hoho keula, kalo Depok sama Bekasi bupati asalnya dari partai yang sama, Muba, saya selidiki dulu ya…
kalo sama, berarti…
btw, makasih infonya.
November 14th, 2007 at 6:24 am
bener…ngurusin orang hidup aja susah kok ngurusin orang mati, ck ada aja
November 14th, 2007 at 6:55 am
pendidikan dan kesehatan, imho.
November 14th, 2007 at 8:58 am
(-.-) hmmmmmmm..
kayaknya Pemda kab. Bekasi lagi bener-bener kebingungan mau buat program apa..Jadinya malah buat program aneh kayak gini..
November 14th, 2007 at 12:34 pm
Setuju, mending buat premi asuransi kesehatan saja. Gak peduli di rumah sakit mana dan tindakan perawatannya, pokoknya berobat gratis….
November 14th, 2007 at 12:53 pm
makasih buat Afin, Mbak FM, RMY dan Mas MM…
Selanjutnya siapa yang mau komen monggo…
November 15th, 2007 at 3:28 am
Koq malah jadi serem yah is..kebijakan kek gitu…
November 15th, 2007 at 4:51 am
sulit diterima akal dan perasaan saya nih ttg kebijakan ini…. menimbulkan masalah baru sih jelas iya…
November 15th, 2007 at 5:50 am
Ok, Mbak Heny dan Mbak Endang atas masukannya…
November 15th, 2007 at 9:05 am
pasti, ntar dananya di sunat *sudah berburuk sangak
November 15th, 2007 at 9:35 am
makin aneh aja…
November 15th, 2007 at 11:43 am
Hehehe
November 15th, 2007 at 1:12 pm
Awwww, ngeri juga kalau lagi butuh duit kepikiran ‘ngebunuh’ anak2 atau salah satu anggota keluarga, atau malah bunuh diri…ck ck ck *ini pikiran lebih bodoh*
November 16th, 2007 at 5:31 am
mau tau pikiran yang lebih bodoh lagi?
bikin anak sebanyak-banyaknya [gampang kan bikinnya?],
trus…
dimatiin deh satu per satu, ouchh!
November 16th, 2007 at 9:47 am
njritz, ngakak gw baca komen2nya, wakakakakak
November 16th, 2007 at 1:56 pm
Nanya donk… itu pemdanya kerjasama sama pihak Asuransi Jiwa ? atau emang murni duitnya dari APBD ??
November 17th, 2007 at 11:50 am
hmmm, gpp sih…
November 17th, 2007 at 7:49 pm
yang namanya warisan gw paling demen pok.. gw daftar duluan deh !!
November 18th, 2007 at 4:42 am
Fatah –> Murni APBD.