Maukah Menjadi Seleb Blogger?

Beberapa minggu terakhir ini saya mencermati, ada beberapa rekan yang terjebak pada arus ingin menjadi ‘seleb blogger‘. Memang, menjadi terkenal adalah impian siapa saja, dan dapat diwududkan dalam bentuk profesi apa saja. Tiap-tiap komunitas selalu memiliki ‘Bintang’nya sendiri-sendiri, tidak terkecuali blogging.

Tanda-tanda yang paling terlihat adalah dimulainya kehilangan sisi personal dalam komentar yang diberikannya untuk blogger lain. Bermodalkan tulisan untuk komentar kopi paste, ditinggalkannya di sebanyak-banyak mungkin blog yang dapat mereka kunjungi. Padahal mereka membunuh citra sendiri.

Sampah Blog?

Memang, seiring dengan perkembangan blog yang kita miliki, kita akan semakin merasakan keterbatasan waktu untuk melakukan rutinitas yang biasanya kita rasakan ‘cukup’ ketika blog kita masih biasa-biasa saja. Membuat satu buah tulisan mungkin tidak membutuhkan banyak waktu. Kemudian mempublishnya dalam hitungan detik, dan dilanjutkan dengan ‘berburu komentar’. Kebiasaan blogger kita yang saling membalas komentar, menjadikan yang memiliki waktu lebih lama untuk blogwalking, hampir bisa dikatakan sebanding dengan jumlah komentar yang akan mereka dapatkan pula.

Namun, kelemahannya, justru itulah pemicu ketidaksehatan proses komentar mengkomentari di antara sesama blogger. Karena memiliki pola pikir atau mindset: ”Ah, kalo saya berkomentar di 100 blog hari ini, paling tidak saya akan mendapatkan [hampir mendekati] 100 komentar pula. Syukur-syukur dapat pertamax, sehingga banyak lagi yang akan mengunjungi blog saya.” makanya kualitas komentar dan [juga] tulisan akan semakin di nomor sekiankan.

Mudah-mudahan, tidak banyak yang mengalaminya. Setidaknya, jika yang sudah merasa terjangkiti atau tertular dengan penyakit semacam itu, bisa segera ’kembali ke jalur yang benar’.

Menerima ratusan komentar dalam setiap artikel memang impian setiap blogger, tetapi hendaknya bukan dengan memberikan ’sampah’ di blog orang lain.

Setuju?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

27 thoughts on “Maukah Menjadi Seleb Blogger?”

  1. setuju

    pantesan ngga ada yang Pertamax di tempat aku :mrgreen:
    (Dan aku ngga pernah berkunjung balik ke pertamax nya kenalan baru )

    EM
    .-= ikkyu_san´s selesai [nulis] ..Yamashita Park and Pecinan =-.

    Saya yang agak malu nih Mbak, belom sempat berkunjung balik beberapa hari ini. Masih ada kesibukan ofline yang harus dikerjakan…

  2. Se7 Mba. ajakan yang menarik dan membangun.
    saya pernah juga menjumpai yang demikian beberapa kali. apalagi kalau di waktu ada momen, moment ibu misalnya, tahun baru dll.

    Saya mensiasatinya dengan mentarget 10 sampai 15 blog yang rutin saya tengok. soal tenar, ah… biasa saja bagi saya Mba. yang terpenting komentar yang luwes agar bisa saling mengingatkan saling memberikan informasi, dan lain-lain.
    .-= Badruz´s selesai [nulis] ..One Man One Tree =-.

    Saya masuk dalam daftar kan, Mas? 😉

  3. Setuju dengan pernyataan terakhir… 😀

    “Menerima ratusan komentar dalam setiap artikel memang impian setiap blogger, tetapi hendaknya bukan dengan memberikan ’sampah’ di blog orang lain.”
    .-= Hangga Nuarta´s selesai [nulis] ..Pelajaran tentang Keputusan =-.

    Asyik, dapet satu dukungan, makasih Ngga…

  4. Dalam beberapa hal, kita (mungkin saya juga) masih terjebak pada sisi kuantitas dan menomorduakan kualitas.

    Kalau saya biasanya ambil gampangnya.
    Saya sesuaikan dengan tempat dimana saya beri komentar, dan bagaimana dia berkomentar di tempat saya.

    Saya sendiri nggak tau, apakah cara saya ini efektif ataukah bunuh diri.
    .-= marsudiyanto´s selesai [nulis] ..Ditulis Awal 2010 Untuk Awal 2011 =-.

    Ya, betul. Saya masih bisa menerima jika memberikan komentar disesuaikan dengan pemberinya. Untuk beberapa teman akrab, memang bisa komentar ‘lucu-lucuan’, memperlihatkan kedekatan dan lain sebagainya. Tapi sungguh, saya bukan menghindari yang seperti itu, tapi kan nggak etis juga kalo saya sebutkan contohnya… 😉

    Pak Mars, aman kok!

  5. Kalo saya,ya berusaha utk memberikan komentar sesuai topik. Bila tdk mengerti,diam saja tdk apa-apa.

    Ya, Pak, menurut saya itu jauh lebih baik…

  6. saya tidak berminat menjadi seleb bagi sesama blogger. yang terpenting buat saya adalah traffic dari pengunjung non blogger. Karena biasanya mereka adalah orang yang benar benar berminat terhadap blog kita. Percuma menurut saya kalau ada ratusan komentar di blog tapi pageviewnya cuma satu. Berarti mereka berkunjung ke blog kita cuma buat komentar tanpa tertarik membaca tulisan lainnya. Bagi saya itu bukan sebuah kebanggaan

    Saya lebih senang kalau ada pengunjung yang datang tanpa meninggalkan komentar tapi membaca 30-50 artikel saya yg lain. Dan itu sudah beberapa kali terjadi. Oh, senangnya… :mrgreen:

    Mungkin itu alasan kenapa saya jadi jarang blogwalking. Hanya berkunjung ke blog yang mengunjungi blog saya saja dan berkunjung ke blog yang berisi tips seperti blog ini.

    Saya jadi malu… Dikunjungi secara berkala… Yap, bener dikunjungi oleh non blogger yang membaca banyak tulisan kita sebuah kebanggaan tersendiri…

  7. wahhh, inspiratif banget … semoga semangat mbak is bisa menular ke blogger yang lain. Rada sedih juga melihat blogger indonesia yang mengorbankan kreatifitas hanya demi banyaknya kunjungan dan kedatangan rupiah.

    Blog is for fun … keep it run ^^
    .-= KutuBacaBuku´s selesai [nulis] ..Cipanas, I’m in cold ! =-.

    Mas Aditya nggak seperti itu kan?

  8. Kalo mau jadi seleb bikin postingan kontroversial atau pornografi dalam negeri, mudah-mudahan bisa jadi seleb 😆

    Pornografi juga buat yang suka aja, kalo saya mendingan ditraktir makan daripada nyari-nyari postingan kayak gituh Bang…

  9. Betul Mbaq, saya kurang sreg dgn komentar seperti itu… knp ya?… Keliatan bgt memburu traffiknya…

    Iya. Saya dapet komentar sebanyak ini aja terseok-seok buat membalas kunjungannya. Rasanya, pengen teriak: arrrgggghhhh, kok nggak punya waktu…

  10. tapi biarlah, itu hanya salah satu cara… setiap org punya cara ideal yg biasa diterapkan… sejauh ini saya belum terjebak dgn kebiasaan menebar komentar yg sama…
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Writing Help From i-termpaper =-.

    Makin sukses aja nih Mas, reviewnya… Saya baca dari feed, hari ini aja kalo nggak salah ada 5 ato 6, hihihi… Selamat ya!

  11. saya males jadi “orang terkenal”, penuh risiko dan repot juga nantinya, kalau bisa cukup jadi “orang yang dikenal” saja, cukup jadi blogger saja tanpa embel-embel terkenal begitu, Mba. Bagaimana bisa yaahh blogger terkenal aka blogger seleb justeru karena sampahnya?
    .-= munawar am´s selesai [nulis] ..In Memoriam: Gus Dur =-.

    Susah njelasinnya. Yang jelas ya bukan hanya modal ‘sampah’ saja sih, modal yang lain juga banyak….

  12. Hmmmm, memang susah kalo orang dah punya mindset kayak gt. Semua dlakukan tanpa didasari ketulusan dan kecintaan jadinya. Bahkan ada yg gak membaca tulisan.

    Mau ngartis kok gitu yah heheheheheh

    Yang pasti bukan Zia kan? 😉

  13. Kadang saya bertanya kediri saya sendiri, apakah setiap saya mengunjungi sebuah blog harus memberikan komentar ? Komentar OOT untuk blogger yang sudah akrab menurut saya tidak masalah. Tetapi untuk menjadi seleb blogger seperti judul artikel, kayaknya jauh panggang dari api.

    Ya, komentar untuk sesama yang sudah akrab memang boleh. Yang saya maksud bukan yang semaca itu, Mas Aldy. Cuman saya kan nggak enak juga toh ngasih screenshotnya. Yang di kopas untuk ratusan blog yang dikunjunginya itu lho… Pernah dapet kan?

  14. saya biasanya nyampah komentar di bLog sendiri (seLain nyampah status di FB). kaLo saya ga punya kata-kata untuk mengomentari suatu posting, maka saya ga akan ninggaLin komentar, meski itu berarti saya nambah page view buat yang punya bLog tapi ga ada bLogger yang nyasar ke bLog saya…
    .-= Hari Mulya´s selesai [nulis] ..Go Ahead =-.

    Oooo, berarti kemaren lama nggak ninggalin komentar di sini karena nggak tahu musti nulis apa? 😉

  15. Yah itu memang komentar yang bikin sampah saja, awalnya sih senang dapat komentar, begitu mengunjungi blog yang lain tatabahasa dan susunan kalimantnya sama saja… :mrgreen:

    Nah, itu yang saya maksudkan. 😉

  16. Benar mbak, saya setuju banget. Kadang-kadang satu komentar dipotong-potong sehingga menjadi pertamax sampai ke selawex. Kita yang menjawab komentar itu jadi kagok deh. Masa mau dijawab ” Yoi, yes, oke, sip, thanks,suwun”, kok rasanya kayak orang aras-arasen yo mbak.
    Tapi gimana lagi, sampah itu kalau di daur uang juga bisa jadi PR atau Alexa ha ha ha…..
    Unik, antik, menarik kok ngeblog itu.
    Salam hangat dari Surabaya

    Hihihi, iya juga ya… Meski bikin aras-arasen, dari sisi positifnya, dapet PR dan Alexa. Hmmm, bener juga.

  17. selamat pagi

    kalau komen saya termasuk nyampah juga gak ya ?? 🙄

    saya sih biasanya nyampah di twitter saya, hahaha.

    tapi memang saya pernah menjumpai komen-komen semacam begitu, “was wes wos”, OOT sekali dah.

    terima kasih dan mohon maaf 😮
    .-= alisnaik´s selesai [nulis] ..lelaki dan jin teko =-.

    Pernah melakukannya juga nggak?

  18. sangat setuju..

    kalau boleh jujur, yang terpenting bagi saya sih sebenarnya bukan komentar, tetapi pengunjung, karena walaupun banyaknya komentar biasanya berbanding lurus dengan banyak pengunjung, tetapi tidak selalu demikian.
    .-= imadewira´s selesai [nulis] ..Plugin WordPress Thread Comment =-.

    Ya, semakin banyak pengunjung [memang seharusnya] semakin banyak pula komentarnya. Maksudnya, pengunjung dari search enginine ya? Mereka biasanya tidak meninggalkan komentarnya [hanya kadang-kadang saja].

  19. iseng2 ngetik keyword “para seleb blogger” malah dibawa google nyampe sini…
    yos mah jadi seleb blogger no 2..
    pertama jadi seleb beneran dulu …
    wkwkwkwkw, kpedean ya..
    mang harus PD dari pada minder..
    intinya untuk jadi seleb apaun dalam bidang apapun kita harus berkaca pada sejauh mana kemampuan atau bakat yang kita miliki..

    Harus PD dong, bukannya sekarang udah jadi seleb nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge