Beberapa minggu terakhir ini saya mencermati, ada beberapa rekan yang terjebak pada arus ingin menjadi seleb blogger. Memang, menjadi terkenal adalah impian siapa saja, dan dapat diwududkan dalam bentuk profesi apa saja. Tiap-tiap komunitas selalu memiliki ‘Bintang’nya sendiri-sendiri, tidak terkecuali blogging.
Tanda-tanda yang paling terlihat adalah dimulainya kehilangan sisi personal dalam komentar yang diberikannya untuk blogger lain. Bermodalkan tulisan kopi paste, ditinggalkannya di sebanyak-banyak mungkin blog yang dapat mereka kunjungi. Padahal mereka membunuh citra sendiri.
Memang, seiring dengan perkembangan blog yang kita miliki, kita akan semakin merasakan keterbatasan waktu untuk melakukan rutinitas yang biasanya kita rasakan ‘cukup’ ketika blog kita masih biasa-biasa saja. Membuat satu buah tulisan mungkin tidak membutuhkan banyak waktu. Kemudian mempublisnya dalam hitungan detik, dan dilanjutkan dengan ‘berburu komentar’. Kebiasaan blogger kita yang saling membalas komentar, menjadikan yang memiliki waktu lebih lama untuk blogwalking, hampir bisa dikatakan sebanding dengan jumlah komentar yang akan mereka dapatkan pula.
Namun, kelemahannya, justru itulah pemicu ketidaksehatan proses komentar mengkomentari di antara sesama blogger. Karena memiliki pola pikir atau mindset: ”Ah, kalo saya berkomentar di 100 blog hari ini, paling tidak saya akan mendapatkan [hampir mendekati] 100 komentar pula. Syukur-syukur dapat pertamax, sehingga banyak lagi yang akan mengunjungi blog saya.” makanya kualitas komentar dan [juga] tulisan akan semakin di nomor sekiankan.
Mudah-mudahan, tidak banyak yang mengalaminya. Setidaknya, jika yang sudah merasa terjangkiti atau tertular dengan penyakit semacam itu, bisa segera ’kembali ke jalur yang benar’.
Menerima ratusan komentar dalam setiap artikel memang impian setiap blogger, tetapi hendaknya bukan dengan memberikan ’sampah’ di blog orang lain.
Setuju?
Berlangganan via email yuk! Agar bisa menerima artikel terbaru dari blog isnuansa.com
Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.

setuju
pantesan ngga ada yang Pertamax di tempat aku
(Dan aku ngga pernah berkunjung balik ke pertamax nya kenalan baru )
EM
.-= ikkyu_san´s selesai [nulis] ..Yamashita Park and Pecinan =-.
Se7 Mba. ajakan yang menarik dan membangun.
saya pernah juga menjumpai yang demikian beberapa kali. apalagi kalau di waktu ada momen, moment ibu misalnya, tahun baru dll.
Saya mensiasatinya dengan mentarget 10 sampai 15 blog yang rutin saya tengok. soal tenar, ah… biasa saja bagi saya Mba. yang terpenting komentar yang luwes agar bisa saling mengingatkan saling memberikan informasi, dan lain-lain.
.-= Badruz´s selesai [nulis] ..One Man One Tree =-.
Setuju dengan pernyataan terakhir…
“Menerima ratusan komentar dalam setiap artikel memang impian setiap blogger, tetapi hendaknya bukan dengan memberikan ’sampah’ di blog orang lain.”
.-= Hangga Nuarta´s selesai [nulis] ..Pelajaran tentang Keputusan =-.
Dalam beberapa hal, kita (mungkin saya juga) masih terjebak pada sisi kuantitas dan menomorduakan kualitas.
Kalau saya biasanya ambil gampangnya.
Saya sesuaikan dengan tempat dimana saya beri komentar, dan bagaimana dia berkomentar di tempat saya.
Saya sendiri nggak tau, apakah cara saya ini efektif ataukah bunuh diri.
.-= marsudiyanto´s selesai [nulis] ..Ditulis Awal 2010 Untuk Awal 2011 =-.
Kalo saya,ya berusaha utk memberikan komentar sesuai topik. Bila tdk mengerti,diam saja tdk apa-apa.
saya sepakat juga sih dengan Pak Mars, he..
setuju….
.
*bukan sampah lho
saya tidak berminat menjadi seleb bagi sesama blogger. yang terpenting buat saya adalah traffic dari pengunjung non blogger. Karena biasanya mereka adalah orang yang benar benar berminat terhadap blog kita. Percuma menurut saya kalau ada ratusan komentar di blog tapi pageviewnya cuma satu. Berarti mereka berkunjung ke blog kita cuma buat komentar tanpa tertarik membaca tulisan lainnya. Bagi saya itu bukan sebuah kebanggaan
Saya lebih senang kalau ada pengunjung yang datang tanpa meninggalkan komentar tapi membaca 30-50 artikel saya yg lain. Dan itu sudah beberapa kali terjadi. Oh, senangnya…
Mungkin itu alasan kenapa saya jadi jarang blogwalking. Hanya berkunjung ke blog yang mengunjungi blog saya saja dan berkunjung ke blog yang berisi tips seperti blog ini.
wahhh, inspiratif banget … semoga semangat mbak is bisa menular ke blogger yang lain. Rada sedih juga melihat blogger indonesia yang mengorbankan kreatifitas hanya demi banyaknya kunjungan dan kedatangan rupiah.
Blog is for fun … keep it run ^^
.-= KutuBacaBuku´s selesai [nulis] ..Cipanas, I’m in cold ! =-.
mau-mau-mau
.-= cah ndueso´s selesai [nulis] ..Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dan memudah… =-.
Semoga yang ngebaca postingan di atas memperoleh pencerahan akan kebiasaan kurang baiknya selama ini ^-^
Thx buat backlinknya mbak.
.-= iskandaria´s selesai [nulis] ..3 Bentuk Kekeliruan dalam Membidik Keyword Musiman dan Solusinya =-.
Kalo mau jadi seleb bikin postingan kontroversial atau pornografi dalam negeri, mudah-mudahan bisa jadi seleb
Kalau memang mau jadi seleb blogger ya lewat blog yang berkualitas dong jangan lewat komentar yang nyepam…hehehe.
.-= tukangpoto´s selesai [nulis] ..Tips memotret kembang api =-.
Betul Mbaq, saya kurang sreg dgn komentar seperti itu… knp ya?… Keliatan bgt memburu traffiknya…
tapi biarlah, itu hanya salah satu cara… setiap org punya cara ideal yg biasa diterapkan… sejauh ini saya belum terjebak dgn kebiasaan menebar komentar yg sama…
.-= casrudi´s selesai [nulis] ..Writing Help From i-termpaper =-.
saya males jadi “orang terkenal”, penuh risiko dan repot juga nantinya, kalau bisa cukup jadi “orang yang dikenal” saja, cukup jadi blogger saja tanpa embel-embel terkenal begitu, Mba. Bagaimana bisa yaahh blogger terkenal aka blogger seleb justeru karena sampahnya?
.-= munawar am´s selesai [nulis] ..In Memoriam: Gus Dur =-.
Salaam. Tetapi ada juga yang kalau boleh mahu namanya dirahsiakan. Underground blogger
Mungkin kita boleh anggapkan komen sebagai sembang2 bersama teman2 blogger, tetapi jika selalu juga nanti postnya ntah ke mana, kerjanya komen aja
.-= Unikversiti´s selesai [nulis] ..Selebriti-selebriti yang meninggal dunia pada tahun 2009 =-.
Hmmmm, memang susah kalo orang dah punya mindset kayak gt. Semua dlakukan tanpa didasari ketulusan dan kecintaan jadinya. Bahkan ada yg gak membaca tulisan.
Mau ngartis kok gitu yah heheheheheh
Kadang saya bertanya kediri saya sendiri, apakah setiap saya mengunjungi sebuah blog harus memberikan komentar ? Komentar OOT untuk blogger yang sudah akrab menurut saya tidak masalah. Tetapi untuk menjadi seleb blogger seperti judul artikel, kayaknya jauh panggang dari api.
saya biasanya nyampah komentar di bLog sendiri (seLain nyampah status di FB). kaLo saya ga punya kata-kata untuk mengomentari suatu posting, maka saya ga akan ninggaLin komentar, meski itu berarti saya nambah page view buat yang punya bLog tapi ga ada bLogger yang nyasar ke bLog saya…
.-= Hari Mulya´s selesai [nulis] ..Go Ahead =-.
Yah itu memang komentar yang bikin sampah saja, awalnya sih senang dapat komentar, begitu mengunjungi blog yang lain tatabahasa dan susunan kalimantnya sama saja…
Benar mbak, saya setuju banget. Kadang-kadang satu komentar dipotong-potong sehingga menjadi pertamax sampai ke selawex. Kita yang menjawab komentar itu jadi kagok deh. Masa mau dijawab ” Yoi, yes, oke, sip, thanks,suwun”, kok rasanya kayak orang aras-arasen yo mbak.
Tapi gimana lagi, sampah itu kalau di daur uang juga bisa jadi PR atau Alexa ha ha ha…..
Unik, antik, menarik kok ngeblog itu.
Salam hangat dari Surabaya
selamat pagi
kalau komen saya termasuk nyampah juga gak ya ??
saya sih biasanya nyampah di twitter saya, hahaha.
tapi memang saya pernah menjumpai komen-komen semacam begitu, “was wes wos”, OOT sekali dah.
terima kasih dan mohon maaf
.-= alisnaik´s selesai [nulis] ..lelaki dan jin teko =-.
sangat setuju..
kalau boleh jujur, yang terpenting bagi saya sih sebenarnya bukan komentar, tetapi pengunjung, karena walaupun banyaknya komentar biasanya berbanding lurus dengan banyak pengunjung, tetapi tidak selalu demikian.
.-= imadewira´s selesai [nulis] ..Plugin WordPress Thread Comment =-.
iseng2 ngetik keyword “para seleb blogger” malah dibawa google nyampe sini…
yos mah jadi seleb blogger no 2..
pertama jadi seleb beneran dulu …
wkwkwkwkw, kpedean ya..
mang harus PD dari pada minder..
intinya untuk jadi seleb apaun dalam bidang apapun kita harus berkaca pada sejauh mana kemampuan atau bakat yang kita miliki..
aq mau tu pastinya jd seleb di bloger
ya asl g rugi jd bloger sejati key