Mengapa Saya DiUnfollow?


Jadi, akhirnya saya berencana juga meng-unfollow beberapa orang yang selama ini saya ikuti. Alasannya ada beberapa. Ada yang memang jarang sekali nge-tweet, ada yang mengganggu karena menjadi RT abuser, ada juga yang tweetnya kurang nyaman saya baca.

Kemarin, banyak juga yang membahas tentang fitur mute yang ada di Ubertwitter, sebuah aplikasi yang bisa dinikmati pengguna handphone Blackberry, sebagai sebuah โ€˜solusiโ€™ untuk menghilangkan tweet tak berguna dari seseorang tanpa kita perlu untuk meng-unfollow. Tidak enak hati karena yang akan di-unfollow adalah seorang teman, itu sebagain besar alasan yang dikemukakan oleh tweeps kenapa menghindari memencet tombol unfollow.

Padahal, unfollow sebenarnya bukan akhir dunia. Bukan akhir persahabatan. Bukan akhir percakapan. Dengan memfollow orang (tanpa kita di-follow balik), kita tetap bisa melakukan komunikasi kok. Dan untuk membuat kita di-follow balik kuncinya hanya satu: buat tweet-tweetmu cukup berharga untuk dibaca orang lain, cukup berharga untuk di-RT oleh follower kita. Siapa tahu teman yang me-retweet status Anda saya follow juga, jadi masih bisa saya mention kan? *halah mbulet*

Berikut ini, beberapa alasan saya dan juga senada dengan orang-orang yang saya himpun dari membaca di berbagai tempat:

Merasa terganggu dengan pembicaraan yang tidak seharusnya saya baca.
Contohnya: saya memfollow Anda karena sama-sama blogger. Saya berharap akan membaca tweet berupa informasi seputar blogging. Tetapi teman-teman Anda tidak hanya dari lingkungan blogger. Ada juga dari seputaran politik, misalnya. Atau orang-orang dengan hobi sepak bola. Lantas pada saat yang bersamaan, Anda juga hobi membalas dengan RT. Itu artinya Anda memaksa saya membaca tentang politik dan sepakbola, dua hal yang paling saya benci di dunia. Salahkah jika akhirnya saya tak kuat menahan siksaan Anda pada mata saya? *pencet unfollow*

Suka memaki tanpa batas.
Pernah mendengar bahwa sebuah senyum bisa mengubah dunia? Buat saya, yang negative juga. Jadi jika Anda suka memaki, ada baiknya diimbangi pula dengan lelucon disaat lain. Jika Anda suka menceritakan keluh kesah dan kebencian terhadap orang lain, jangan lupa berbagi cerita betapa Anda mencintai orang lain. Yang seimbang. Jangan menularkan energi negative secara terus-menerus.

Jualan, jualan, jualan.
Jualan di sini dalam artian luas. Bisa berwujud barang, bisa juga hanya sekedar menawarkan tulisan. Ya, karena saya seorang blogger, saya banyak mengikuti blogger lain. Tapi akhir-akhir ini makin bingung dan bertanya-tanya dengan motivasi teman yang dalam hitungan menit sudah beberapa kali memencet tombol tweetmeme yang berbeda. Tunggu, tunggu. Dengan akses internet yang secepat cahaya pun, saya belum selesai membaca tulisan yang link-nya Anda berikan sebelumnya. Ini sudah diperintah untuk membaca 5 tulisan lagi? *mute sementara*

Berkicau tanpa henti dan tanpa arti, plus RT info yang disukai.
Dalam blog, saya memasang akismet, alat untuk menangkap spam. Di aplikasi Ubertwitter juga ada mute. Tapi jika sedang online di web, agak terganggu juga dengan kecepatan kicauan yang lebih dari 10 per menit. Pengalaman saya, diperburuk dengan RT info yang merupakan hobinya. Misalnya mengikuti sebuah akun ramalan bintang, makan akan me-retweet semua ramalan tentang bintang kepada followernya semua, seolah-olah followernya pasti memiliki hobi yang sama dengannya. Oke, kalau hanya satu atau dua tweet nggak ada masalah. Lebih dari 20 dalam waktu yang sangat singkat? *klik*

Tulisan Alay.
Nggak usah panjang kali lebar, begini contohnya.

Monolog.
Status tetep terupdate, tapi nggak pernah komunikasi. Di mention, ditanya, dimintain tolong, nggak pernah jawab. Asyik dengan dunia sendiri seolah-olah followernya boneka atau tak pernah ada.

Nggak merasa seperti itu, berarti untuk sementara Anda lolos dari seleksi. Namun nggak menutup kemungkinan, suatu saat kena tombol juga, jadi jangan tanya saya Menggapa Saya DiUnfollow ya? Tapi sekali lagi, unfollow buat saya bukan keputusan final. Suatu saat bisa follow lagi selama Anda juga berubah, dan saya butuh informasi atau hiburan (dari tweet-tweet lucu). Selama tidak melebihi batas kesabaran saya, dijamin nggak akan di-unfollow kok. Malah saya nyari-nyari akun yang layak untuk diikuti, karena dini hari seperti ini biasanya timeline sepi. Siapa yang mau diikuti?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

47 thoughts on “Mengapa Saya DiUnfollow?”

  1. Pengalaman saya juga agaknya sama dengan mbak nunik. Ada banyak username yang tidak jelas memfollow saya, tapi kemudian mengunfollow. Jadi sampai sekarang follower saya statis di angka 110-112 saja ๐Ÿ˜†

    Bagi saya, diunfollow tidak masalah, karena mungkin saya belum kecanduan twitter (barangkali), toh bagi saya twitter hanya sekedar penghilang waktu luang saja ๐Ÿ™‚

    Kalau saya, alasan mengunfollow orang lain adalah seperti yang disebutkan oleh mbak nunik, terutama untuk orang2 yang “berjualan”. Ga cuma di twitter aja, di facebook juga saya remove dari list teman.
    rismaka selesai posting Bukan Semata-mata Karena Irit-Pelit Bandwidth

    1. Saya setuju dengan Mas Rismaka, saya kalau saya mau nongkrongin twitter seharian, bakal banyak sekali berita tidak penting. Jadi saya jarang buka twitter, dua hari sekali atau sehari sekali sekadar untuk melihat ada yang mention ndak, bertanya sesuatu pada saya atau bagaimana.

      Inilah efeknya twitter ๐Ÿ˜€ – untung saya plurker, gya ha ha.. :lol:.
      Cahya selesai posting Alasan Menyukai WordPress

  2. Saya unfollow orang biasanya karena terlalu “cerewet”. RT dan livetweet. Livetweet itu menyebalkan jika saya sama sekali tidak tahu acara-acara TV Indonesia, nobar and so on, dan dipaksa mengetahuinya. Sama saja seperti waktu World Cup, mendadak semua tweeps menjadi komentator sepak bola. hehehe

    Unfollow saya juga boleh loh….. saya memang jarang berkicau di Tweet. Belum merasa nyaman. Untuk curhat malah saya buat akun tweet baru hehehe.

    EM
    Ikkyu_san selesai posting Jam berapa sekarang

  3. saya pernah diunfollow teman sendiri tapi saya cuek. bukan berarti persahabatan berhenti di sana. yg nyebelin adalah ketika ada teman yg saya unfollow, dia marah-marah dan sampai menyuruh teman lain untuk mengatakan ke saya agar difollow lagi. lho kok gitu? khan hak saya mau follow atau enggak.

    padahal saya ini bisa dibilang jarang banget unfollow orang. bisa dilihat dari jumlah yg saya follow yaitu sekitar 1000an. pertanda saya malas unfollow. kalau sampai saya unfollow, seharusnya dia koreksi diri, jangan lantas marah.

    eh saya juga pernah diunfollow teman terus dia minta maaf. padahal ya gak masalah. saya sadar saya terlalu berisik dalam berkicau. :mrgreen:

  4. sebenernya reply bukan RT adalah solusi. agar kita yakin ngobrol suatu topik spesifik dengan orang punya minat yang sama tanpa orang lain terganggu.

    saya juga sering banget unfollow orang yang RT2an hehehe. misalnya cuma jawab salam pake RT, jawab masalah pribadi pake RT dll. kecuali di RT dengan konten yang memang di maksudkan buat layak di publish ulang.

    dan saya juga sering di unfollow orang.. haha. karena saya kadang2 suka meracau. its oke lah.. internet ini buat senang2 kan,bukan buat stress. toh saya kalo lg gak senang sama twit orang juga di-unfollow koq, kenapa orang lain tidak boleh ๐Ÿ˜€

    hidup itu simple ^_^V
    icit selesai posting SELAMAT BERPUASA

  5. menurut saya si sah sah aja klo ngeRetweet asal tweetnya bisa dinikmati banyak orang aja.. jangan cuma ngobrol sama temen semua di Retweet terkesan kayak artess ๐Ÿ˜€ jangan marah klo tibae2 di unfollow ๐Ÿ˜€ hehe
    b43r selesai posting Silaturahmi di bulan Ramadhan

  6. Kalau saya sih masa bodo di-unfollow….toh, saya bukan Artis ini dan bukan raja tweeter….

    Kalau saya meng-unfollow dia karena kurang nyaman aja dgn tweetsnya…..

    Kalau saya mengharap follow balik pada org tertentu, palingan dibuat list terlebih dahulu…..
    karzanik selesai posting Benda Langit

  7. selamat pagi

    itulah gak enaknya twitter.
    kebanyakan RT RT junk gak jelas.

    dulu saya waktu pertama bikin,
    sembarang selebritis saya follow.

    tapi sekarang 95% dari mereka sudah saya unfollow,
    saya sisakan yg benar2 idola saya. juga twitter teman2 saya saja.

    terima kasih dan mohon maaf ๐Ÿ˜ฎ

  8. salam kenal mbak..

    saya sendiri follow orang yang saya kenal aja sekalian liat timeline walaupun sering kurang bermanfaat tweetnya tapi ada salah satu tweet dari 1 juta tweet mereka yang bagus dan layak untuk di RT atau kita angkat jadi sebuah topik di dunia blogging..

  9. twitter memang seharusnya saling tweet ya mbak tapi dengan menghubungkan orang yang mempunyai kesenangan yang sama nanti saya cari deh akun mbak

  10. kalau sudah gitu kan juga merusak dashboard mbak dengan kata-kata yang tidak pantas
    jadi wajarlah kalau di unfollow
    bukan berarti tidak mau berkomonikasi lagi kan
    salam dari pamekasan madura

  11. “Ada yang memang jarang sekali nge-tweet, ada yang mengganggu karena menjadi RT abuser.” >> ini dua alasan utama kenapa saya unfollow loh mbak ๐Ÿ™‚

    btw salam kenal ya mbak ๐Ÿ˜€ tapi sore saya terdampar ke profile mbak karena avatar terparampaa nya padahal saya belom buka blog mbak sama sekali :p
    nadiafriza selesai posting recipe Kue Lebaran Andalan

  12. Baru baca postingan lu yg ini Nik ๐Ÿ™‚
    hehehe rata2 alasan lu itu, sama sperti gue.
    Kalo udh gak nyaman baca twitnya krn dipaksa baca yang gak seharusnya baca biasanya gue unfollow.
    Dan buat gue unfollow bukan berarti gak berteman lagi, murni karena pengen cari kenyamanan pas baca Timeline twitter aja.
    Cuma ya kadang orang nerima unfollow itu beda-beda siy ๐Ÿ™‚
    Ya sudah, diamkan saja.
    Ceritaeka selesai posting Surga

  13. Kita sudah sama-sama dewasa, masa perkara follow unfollow sampai merusak pertemanan di luar twitter. Mengutip kata @nitaselya, “Follow yang penting, bukan yang penting follow.”

    Aku sih cuek aja. Tweetnya ga cocok di hati, just click unfollow. ๐Ÿ™‚

  14. saya juga pernah diunfollow teman sendiri ๐Ÿ˜€ ya saya pikir mungkin memang percakapan di timeline saya nggak sesuai dengan percakapan yang dia harapkan. tapi ya sudah, santai saja. jangan malah mikir macam-macam (semisal: waduh dia marah sama saya sebel sama saya ga suka sama saya). itulah dinamika twitter yang memang kita harus bisa mengerti dan menerima dengan lapang dada.

    beberapa seleb yang saya ikuti di Twitter juga kemudian saya unfollow, karena ternyata isi tweet mereka tidak semenarik karya mereka ๐Ÿ˜€ dan bukan berarti saya berhenti mendengarkan karya mereka juga gara-gara saya unfollow ๐Ÿ˜€

    saya juga agak nggak nyaman ngikuti orang yang suka memaki atau isi tweetnya sinis dan depresi terus. itu mempengaruhi saya ketika membaca timeline. mood jadi turun. kalau sekali-sekali misuh ngeluh dan sedih bolehlah. tapi saya memang lebih suka mengikuti orang-orang yang optimis dan positif karena itu bantu ngangkat mood saya juga ketika membacanya ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge