Menggigil Di Beningnya Mata Air Umbul Sigedhang, Ponggok, Klaten

Desa Ponggok ini memang istimewa ya. Dia punya beberapa sumber mata air yang sekarang sangat terkenal dan jadi primadona pariwisata di Kabupaten Klaten. Kalau Umbul Ponggok sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat luas sebagai tempat berfoto bawah air yang kece beut. Nah, ternyata, Desa Ponggok ini nggak cuma punya Umbul Ponggok saja, lho. Ada Umbul Besuki, Umbul Kapilaler dan Umbul Sigedhang yang lokasinya tak jauh dari Umbul Ponggok.

Karena sudah pernah ke Umbul Ponggok, dan pasti di sana penuh banget karena lagi musim liburan, saya mencari tempat wisata yang baru saja yang nggak begitu jauh. Dua minggu sebelumnya saya sudah maen ke Umbul Manten (tapi belom ditulis, hehehe), sekarang bagian ke Umbul Sigedhang.

Dari rumah ke Umbul Sigedhang ini kami mengandalkan Google Map. Agak sedikit kaget juga sih, karena belokannya pas di Water Gong tetapi setahu saya tidak ada petunjuk jalan yang mengarahkan untuk ke Umbul Sigedhang. Tapi setelah sampai ujung jalan, penduduk lokal sudah berjaga dan siap memberikan arah jalan yang benar hingga ke lokasi parkirnya.

Biaya parkir sepeda motor adalah Rp. 3.000,- sedangkan mobil Rp. 5.000,- saat saya datang ke Umbul Sigedhang bulan Juni 2019. Tiket masuknya Rp. 5.000,- per orang (termasuk anak-anak juga dihitung sama harganya).

Begitu masuk lokasi Umbul Sigedhang, langsung terlihat hamparan tikar yang bisa disewa oleh pengunjung. Per tikar biaya sewanya Rp. 5.000,- saja, bisa dipakai sampai selesai. Kita juga bisa sekaligus memesan makanan dan minuman kepada pemilik tikar dan tinggal menunggu makanan dan minuman tersebut diantarkan sampai ke tempat kita duduk.

Begitu melihat air Umbul Sigedhang yang bening, Diana sudah nggak sabar banget pengen nyemplung. Tapi saya memilih untuk memesan kopi, teh panas dan gorengan terlebih dahulu. Sambil menunggu makanan diantar, ya sudah deh, langsung masuk ke dalam air.

Karena saya masuk duluan dibanding Diana, saya langsung tahu kalau suhu airnya sangatlah dingin. Tak butuh waktu lebih dari 30 detik, saya langsung menggigil kedinginan. Diana baru menyusul masuk setelah saya. Brrrr, Diana juga bilang kalau airnya sangat dingin.

Saya bilang saya mau naik saja, ambil kamera buat foto-foto. Padahal sebenernya ngeles saja saya itu, karena nggak kuat dengan dinginnya air. Padahal bisa dibilang masih siang lho itu, sekitar jam 15.00 WIB.

Gantian deh, saya minta suami yang menemani Diana berenang. Saya sendiri memilih duduk menjaga barang dan tas di atas tikar. Sambil sesekali mengabadikan dengan kamera.

Umbul Sigedhang hari itu lumayan banyak juga pengunjungnya, padahal di hari kerja setelah libur Lebaran usai. Tetapi mungkin memang masih banyak pemudik yang belum meninggalkan kota ini karena tidak terlalu diburu oleh pekerjaannya. Masih bisa liburan agak panjang seperti keluarga saya.

Selain dingin, jangan diragukan lagi soal kejernihan dan beningnya Umbul Sigedhang ini. Sumber air kemasan terkenal di negeri ini mengambil dari Umbul Sigedhang, lho.

Sayang, fasilitas di Umbul Sigedhang ini memang masih kalah jauh dibanding umbul tetangga yang sudah terlebih dahulu terkenal itu. Di sini belom ada paket walker dive, tidak ada penyewaan properti foto dan dokumentasi under water. Kalau mau bikin foto under water di dalam air yang sebening kaca ini bisa sih, tapi ya harus menyiapkan semua peralatan dan propertinya sendiri-sendiri.

Fasilitas standar seperti penjual, penyewaan tikar, toilet tempat berbilas dan kamar ganti tentu saja tersedia ya. Juga bisa menyewa ban dan baju pelampung bila dibutuhkan.

Gimana, tertarik buat jalan-jalan ke Klaten?

One thought on “Menggigil Di Beningnya Mata Air Umbul Sigedhang, Ponggok, Klaten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge