Menghapus Tulisan Blog

Bagaimana Anda menulis postingan Anda? Pernahkah terpikir untuk membuang tulisan Anda yang sudah jadi?

Saya baru saja mengalaminya. Satu buah postingan yang lumayan panjang, sekitar 400 kata, sudah selesai dan tinggal dipublish, urung saya terbitkan. Awalnya, sudah saya jadwalkan. Begitu saya punya tulisan baru, saya undur yang itu. Begitu seterusnya.

Lama lama saya berpikir, apa yang salah ya? Kok saya nggak puas terus dengan tulisan itu?

Tapi, akhirnya saya merelakan tulisan tersebut lebih baik di delete saja. Buang.

Saya jadi ingat, dengan adanya kamera digital, kita makin mudah nggak puas dengan hasil foto yang sudah kita buat. Jeprat jepret, jeprat jepret, puluhan kali, paling paling satu doang yang dipakai.

Dan kita nggak pernah sayang melakukannya.

Kenapa juga harus sayang untuk membuang satu tulisan kita jika memang kita tidak puas dengan hasilnya.

Kualitas tulisan haruskah dijaga dengan cara tidak menayangkan semua hasil karya tulis kita?

Bagaimana pendapat Anda?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

17 thoughts on “Menghapus Tulisan Blog”

  1. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Saya punya beberapa tulisan yang bernasib hampir sama. Cuman belum masuk dashboard. Sudah lebih dari sebulan ini masih bergeming di dalam komputer.

    Karna biasanya saya nulis di ms. word dulu, kalau sudah lengkap dan puas baru masuk dashboard.

    Kalau memang tidak memuaskan kenapa musti dipaksakan. Kita yang buat sendiri aja gak puas apalagi orang lain yang membacanya?
    .-= alamendah┬┤s selesai [nulis] ..Jenis-jenis Palem (Arecaceae) Di Indonesia =-.

    Yak, betul… Kalo kita nggak puas, mending nggak usah dipaksakan.

  2. selamat pagi.
    akhirnya saya bisa kembali ke sini.
    setelah disibukkan urusan duniawi.

    saya juga ada beberapa tabungan tulisan,
    udah lama tapi belom juga dipublish.
    kalo udah jadi tulisan, meski jelek,
    gak akan saya hapus. karena prosesnya agak lama untuk menulis.

    terima kasih dan mohon maaf ­čś«

    Dipublish juga nggak nantinya kalo nggak puas dengan hasilnya. Di edit lagi kan masih bisa…

  3. Saya pernah menghapus tulisan yang sudah saya terbitkan karena menyangkut pribadi seseorang.
    Tulisan yang lain tak pernah saya delete karena semuanya berkualitas (menurut saya)
    Salam hangat dari Surabaya
    .-= BlogCamp┬┤s selesai [nulis] ..PPC Segera Ditutup =-.

    Beberapa blogger juga pernah saya temui demikian. Menulis tentang pribadi seseorang [pejabat] dan akhirnya dihapus. Untung tidak seperti Prita, yang sampe dipenjara segala.

  4. pernah membuang sih, baru satu kali Mba. memang yang lucu itu foto, jepretannya banyak banget yang diambil cuma satu. karena sangat mudah kali ya Mba, jeprat jepretnya ­čść
    .-= Badruz┬┤s selesai [nulis] ..Buku Hypnotic Writing =-.

    Fotografer profesional juga pilih-pilih foto hasil jepretannya Mas, padahal kan susah juga ngambilnya, mesti pake teknik. Bloger belom ke sana sepertinya, masih publish semua tulisannya, kualitas urutan ke sekian…

  5. karena tulisan bundo kebanyakan adalah curcol mepet waktu, jadi jarang-jarang ada yg dihapus.. suatu saat harus mulai menulis dengan serius ­čÖé

    Langsung tancap pencet tombol publish ya Bundo? ­čść

  6. wow, klo smua tulisan kita diapus, truz blog kt isinya apa dunk mbak. hee, mnurut lutu sih quality control itu perlu, tp jgn sampe hilang percaya diri untuk posting tulisan … sekian

    Nggak semuanya perlu dihapus kok, hanya yang nggak berkualitas saja…

  7. wah! mohon maaf kalau berbeda pendapat, tulisan yang yang pertama biasanya alami, jadi lebih segar, edit dikit gpp sih, eman2 ide awal dah keluar terbuang gitu aja..

    Salam silaturahmi,
    wong klaten asli

    ps.link blog ini langsung saya pasang di blog Pasutrisatu
    .-= pasutrisatu┬┤s selesai [nulis] ..Rasa Senang Mengalahkan Rasa Lelah =-.

    Kebanyakan tulisan saya juga begitu sih, tulis, edit sedikit, publish. Sebenernya hanya ada beberapa [belum genap seluruh jari untuk menghitung] yang dihapus…

    Salam kenal juga, hehehe, dari Klaten ya? Sama kita…

  8. Kalo menurut saya, tergantung bagaimana nilai tulisan tersebut buat pembaca mbak. Sepanjang masih ada sesuatu yang layak dipublikasikan di dalamnya, saya kira nggak masalah dipublish.

    Siapa tau kelak tulisan itu menjadi bukti perjalanan proses menulis kita.

    Kalo pun belum puas, kan bisa disunting beberapa kali. Nah, publish-nya pas lagi mood pengen publish.
    .-= iskandaria┬┤s selesai [nulis] ..Tukeran Link, Masih Efektifkah dalam Mendongkrak Pagerank? =-.

    Teuteup nggak pede, Mas…

  9. saya malah pernah setelah keburu di publish, eh pas baca lagi rasanya ada yg kurang, di edit lagi, tapi nggak sampai dihapus sih.
    salam.
    .-= bundadontworry┬┤s selesai [nulis] ..Kiat hadapi Diskon Akhir Tahun. =-.

    Kalo ngedit sih sering Bund. Soalnya sebelum dipublish biasanya tulisan sudah terlihat sempurna, tetapi ketika dipencet tombol publish, kelihatan deh salahnya.

    Terpaksa dirombak lagi…

  10. memang sebaiknya bundo mulai bikin cadangan tulisan yang banyak.. agar bisa diperiksa lagi, diperbaiki, dihapus yang tidak perlu.. lha klo nulis artikel sll mepet posting kapan ngeditnya.. akibatnya ya begitu itu, seadanya. ­čśą
    .-= nakjaDimande┬┤s selesai [nulis] ..Menerka Alam =-.

    Halah, bisa aja Bundo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge