Menjawab Komentar Dengan Baik

Menjawab Komentar Blog

Dengan semakin banyaknya jumlah komentar yang Anda terima di blog, bukanlah suatu alasan untuk tidak menjawab komentar tersebut satu per satu.

Menjawab komentar yang saya maksud adalah memberikan jawaban terhadap komentar di blog Anda sendiri, bukan membalas mengunjungi blog si pemberi komentar.

Oke, membalas kunjungan ke blog si pemberi komentar juga penting dilakukan, tetapi tidak semua blogger memiliki cukup waktu untuk melakukan hal tersebut.

Saya memberikan dua jempol kepada blogger yang sanggup untuk melakukan dua hal tersebut sekaligus: menjawab komentar di blog sendiri, dan membalas kunjungi ke blog pemberi komentar.

Untuk menjawab komentar yang masuk di blog sendiri saja waktunya sudah sangat susah, meskipun begitu saya upayakan untuk selalu melakukannya. Kadang sampai terlambat untuk beberapa judul postingan sekaligus.

Jadilah teman yang baik. Jawablah komentar yang masuk. Sebut namanya dalam menjawab komentar.

Begitulah pesan dari Guru Blogger saya. Sederhana, tetapi sulit untuk dilakukan.

Kenapa? Karena blogger seringkali tidak menggunakan nama aslinya ketika meninggalkan komentarnya. Mereka lebih menyukai untuk menggunakan keyword dalam nama komentar.

Tentu saya memerlukan usaha ekstra jika menemukan komentar yang tidak menggunakan nama asli.

Langkah-langkah yang biasanya saya lakukan untuk mengatasinya antara lain:

Baca email pengirim.

Jika nama yang digunakan adalah keyword [misalnya Blog Belajar SEO], maka yang pertama saya lakukan adalah membaca alamat email yang ditinggalkan. Inipun belum tentu valid. Kadangkala, alamat email yang dipakai lebih amburadul dari pada keyword yang mewakili nama asli.

Kalo sedang beruntung, dengan mudah kita bisa mengetahui nama asli blogger yang bersangkutan dari alamat email yang diberikan. Kalo lagi buntung, cara ini tentu sama sekali tidak membantu.

Kunjungi blognya.

Ketika membaca emailnya tidak ada yang berbau ‘nama orang’ di sana, langsung menuju ke blog yang bersangkutan dan mencari halaman ‘Tentang Saya’ atau ‘About The Author’.

Biasanya ada nama pemilik blog di situ. Tapi, kadang juga tidak. Blog-blog untuk mencari $$$ kadang anonim atau sulit ditemukan nama pemilik aslinya. Nah, kalo sudah begitu, lanjut ke cara berikutnya.

Pakai cara umum memanggil orang.

Di kalangan blogger, sering kita jumpai kata-kata panggilan yang umum, bisa ditujukan kepada laki-laki maupun perempuan.

Kata-kata tersebut lebih aman untuk digunakan karena tidak akan salah diterapkan untuk siapa saja, misalnya: ‘Gan’ [juragan], atau ‘Bos’.

Itu untuk yang anonim banget ya, yang nggak bisa terdeteksi jenis kelaminnya. 😉

Tebak-tebak berhadiah.

Meski kita nggak tahu siapa sebenarnya pemilik blog yang telah meninggalkan komentar, bisa saja kita langsung main teba-tebak berhadiah dalam menjawab komentarnya.

Sebut saja dengan ‘Mas’, ‘Mbak’, atau ‘Oom’, ‘Jeung’. Kalo salah, ya minta maaf!

Bagaimana cara Anda menjawab komentar yang masuk ke blog Anda?

34 thoughts on “Menjawab Komentar Dengan Baik

  1. Hai Mbak, maaf lahir batin dulu.
    Kalo saya selalu berusaha menjawab komentar teman2 yg datang, walo kadang keteter juga krn kesibukan di kantor plus koneksi yg lelet.

    Saya suka dgn teman yg memberi komen cukup personal, artinya dia baca postingan bener-2. Jd blogwalking balik juga enak sih. Tp apapun itu, semua yg memberi komentar akan berusaha saya kunjungi balik. Cuma utk blog yg isinya SEO ato iklan-2 gt, yg sering anonim ya gitulah, rada susah jg mo komen balik, krn sering ga ada kolom komennya :).

    Postingannya cuma sekedar nembak keyword ya? Trus halamannya penuh dengan iklan pay per klik, dimana pengunjung susah memberi komentar karena kolom komentarnya tersembunyi entah di mana.

    Mbak Zee, mana nih oleh-olehnya? hihihi… 👿

  2. Salam Takzim
    nah ini sharing yang ditunggu, mana yang baik menjawab di blog sendiri atau menjawab di blog pengirim, barangkali ada pencerahan untuk seorang newbi nih
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= batavusqu´s selesai [nulis] ..Pernikahan adat suku Dani di Papua =-.

    Yang terbaik ya dua-duanya. Kalo nggak bisa, setidaknya sudah di jawab di blog sendiri. Tetapi mengunjungi blog lain yang sudah berkunjung dan meninggalkan komentar adalah ‘kewajiban’ juga.

  3. Memang sulit menjawab komentar dan sekalian mengunjungi.Apalagi blognya mempunyai kunjungan yang banyak.
    Kalau bisa sependek apapun komentar pembaca harus tetap dibalas.Tapi sering juga nggak dibalas 🙂

    Kadang saya balas, kadang juga enggak, karena waktu yang terbatas, terlewati. Bukannya sengaja nggak mau berkunjung, tetapi kalo waktu sedang senggang, saya usahakan blogwalking kemana-mana…

  4. Saya sih berusaha menjawab komentar yang masuk dan berkunjung balik. Oya, saya biasanya menjawab beberapa komentar sekaligus, ada juga blogger yang saya lihat menjawab komentar dengan mengedit komen yang masuk satu persatu, kayaknya itu cukup repot. 😉
    .-= wira´s selesai [nulis] ..Resensi Film ROGUE =-.

  5. lagi nunggu jawaban atas komentar ini..
    juga lagi nunggu mba Nunik jaLan2 ke bLog saya…
    😆
    .-= Hari Mulya´s selesai [nulis] ..Cara Mudah Merapikan Informasi Lagu (Tag) =-.

    Iya, pasti saya jawab kok, Mas Hari.

    Kalo soal jalan-jalan berkunjung balik, saya usahakan secepatnya. 😉

  6. Terkadang saya malu sendiri ada beberapa sahabat yang belum sempat saya kunjungi dan yang lebih ga enak lagi ternyata dia sendiri sudah nge link ke blog saya eh saya sendiri lupa belum mentautkan blognya hahahaha..untung aja diingetin kalau ga…hhmm dikira sombong lagi
    .-= omiyan´s selesai [nulis] ..Sedih (Tarif Tol Naik Cuy) =-.

    Saya dikasih link nggak? Nggak enak soalnya saya nggak punya blogroll buat balas link… Kecuali kalo mau sabar nungguin di postingan. 😉

  7. Kayaknya semua sudah saya laksanakan mbak Isnu, termasuk menyebut nama, meski kecil, namun besar pengaruhnya. Hanya saja aku tidak suka kalo ada blogger yang memanggilku dengan om atawa lik, sualnya itu berkesan mengecilkan aku. (Tapi bukan mbak Isnu kok). Yang agak tidak enak, setiap dia ku somasi agar tidak menggunakan sebutan itu, dia seolah malah menantang, jadinya aku malas kunjung ke blognya. Kayaknya mahzab kita sama ya mbak. 🙄 😆

    Saya manggil Pak Guru, salah ndak?

  8. Sual sebut menyebut, dalam ilmu psikologi pendidikan dulu waktu kuliah juga diajarin mbak, aku panggil anyak-anyakku di kelas hampir semua pakai mas atau mbak dan mereka merasa senang sekali. Nabi sendiri juga mengajarkan bagaimana memanggil istrinya, ‘Aisyah dengan Khumaeroh, Yang berwajah/muka merah dan dia senang.
    .-= Wandi thok´s selesai [nulis] ..Orang Kaya Gaptek =-.

    Kalo panggilan ayang buat saya apa, Pak Guru? 😉

  9. selalu berusaha menjawab jika ada kesempatan mengecek blog..

    maklum buruh 😀
    .-= heru´s selesai [nulis] ..Umur Herukurniawan.Com Genap 1 Tahun =-.

    Iya, komentar saya juga dijawab dengan baik, tuh. Terimakasih Mas Heru. 😳

  10. Sejujurnya saya juga sering kali kerepotan kalau mau menjawab komentar. Soalnya komentarnya mulai banyak terkadang sampai seratus komentar. Tetapi saya selalu berusaha untuk menjawabnya meskipun lebih sering telat dan dijawab dengan rombongan (antara 5-10 komentar sekaligus).
    Saya pengennya jawab satu persatu, tetapi tentunya akan membuat jumlah komentar di blog saya menjadi 2 kali lipat. Mau diedit lewat dashboard, tentu malah makin malas lagi karena tambah ribet dan lama.
    Selain itu juga bela-belain bloghicking, itung-itung berbalas kunjungan. Meskipun tidak bisa langsung saat itu juga.
    .-= alamendah´s selesai [nulis] ..Orangutan Wajib Sekolah Di Pusat Rehabilitasi =-.

    Saya dulu jawab satu per satu dengan form komentar yang baru, jadi jumlah komentar dua kali lipat.

    Sekarang saya edit satu per satu, meski melelahkan, keuntungannya langsung bisa dibaca jawabannya oleh komentator.

    Saya awalnya nggak percaya komentator balik lagi dan ngecek jawaban komentarnya, ternyata ada juga lho yang melakukan…

  11. Blogku sudah ada penjawab komentar otomatis yang dikirim ke email pengunjung… Tapi yang susah kalau komentarnya terlalu sedikit, saya mohon maaf biasanya nggak saya jawab… lha wong mereka nyepam masa saya bales nyepam di blog sendiri :D… memang susah sih harus berjibaku membalas komen apalagi kita harus balik berkunjung ke blog mereka…. jujur saya pasti balik berkunjung ke blog mereka tapi kalau postingannya kurang ‘EH’ saya lebih baik nggak komentar “daripada cuma abang-abang lambe” bener nggak? 😀
    .-= Desain Lansekap´s selesai [nulis] ..The Wave – Outdoor Hammock =-.

    Sama, terkadang saya juga sudah berkunjung [balik] ke sebuah blog, tetapi mendapati postingan yang sulit dimengerti. Saya mau komen, ya nggak tau mo komen apa, mo nggak komen, kok ya udah tanggung…

  12. hemm harusnya sih begitu, saling bertegur sapa untuk memperkuat kebersamaan blogger sendiri.
    untuk mempermudahnya saya makai plugins threadcomment gampang mereply komentar dan juga yg direply dapat notifikasi bahwa komentarnya sudah mendapatkan jawaban. salam

    Saya juga pengen mengaplikasikan threaded comment [TC], tetapi masih belom siap, karena atmosfer blogger di Indonesia masih memanfaatkan TC sebagai ajang “lucu-lucuan” pertamax dan sebagainya.

    Jika mendapati dirinya tidak bisa komentar pertamax, demi posisi yang lebih awal, dia akan mereplay komentar pertamax, bukan mengisi form yang baru. 🙄

  13. Kadang… sharing yang sebenarnya justru didapat melalui komentar – komentar positif (ataupun kritikan yang membangun)…

    Jadi… nggak ada alasan bagi saya untuk tidak membalas setiap komentar yang masuk…

    Cuma terkadang.. kalau ada type komentar – komentar yang nggak peduli sama isi postingan, apalagi yang berjenis “Satu untuk semua” gitu… sedikit males juga saya bales nya…

    Dalam penilaian saya sih… niatnya baek untuk bersilaturrahiem dengan blogger – blogger sahabat nya, tapi rasa penghargaannya untuk blog yang dia kunjungi jelas kurang… Karena ‘mungkin’ saja dia tidak membaca isi postingan, pesan, ataupun ide yang hendak disharingkan si pemilik blog… Langsung paste komentar, kemudian check out…

    Padahal… dari postingan – postingan sahabat itu lah, ada begitu banyak ilmu, ada begitu banyak informasi, ada begitu banyak…. apa yach ^_^…. yang bisa diserap dan mungkin saja bisa memberikan impact positif bagi kita yang baca…

    Ya.. seperti halnya di BLOG wanita cantik satu ini nih… bisa membuat saya lebih hemat dengan tidak membeli buku tentang blogging lagi deh jadinya.. he he he… Disini informasinya cukup berlimpah 🙂
    .-= Rizal´s selesai [nulis] ..Keberanian Mengambil Resiko =-.

    Terimakasih Mas Rizal, atas pujiannya.

    Itulah, makanya saya lebih baik tidak mengunjungi atau bahkan berkomentar di blog teman [termasuk Mas Rizal], jika waktu saya memang masih terbatas.

    Takutnya saya terburu-buru, malas membaca dan meninggalkan komentar OOT. Tetapi, kadang blogger juga cukup senang dikunjungi balik meskipun komentarnya hanya ‘seadanya’. Jadi ya, tergantung bloggernya juga. Untuk tukang OOT, saya jarang banget berkunjung balik.

    Terimakasih sekali lagi atas komentarnya. 😳

  14. kalo gw selalu menyempatkan untuk bales komen satu persatu dan mengunjunginya juga. walaupun sibuk, tapi tetap di sempat2in. walaupun kadang suka telat…

    dan sering terjadi, ketika gw berkunjung kemari, muncul “address not found”, jadi bacanya di tunda sampe bisa. dan sering juga, bukanya lama, berat banget. memang sih, telkomselflash sekarang koneksinya lelet, tp memang buka page disini berat mbak…jadi butuh perjuangan untuk membca dan kirim komen 🙂

    Emang. Bukan lo doang yang protes begitu. Blog ini emang menyebalkan! :mrgreen:

    Terimakasih udah maen ke sini dan ngasih beberapa komentar sekaligus.

  15. Saya baru terpikir ngeliat email kalau misalnya komentatornya pakai nama lain :D…biasanya saya langsung balas pake nama yang mereka pakai ditambahkan dengan tanda @namanya…
    .-= wahya´s selesai [nulis] ..Pengguna Facebook Meningkat Tajam di 2009 =-.

    Kalo nama yang dipake keyword kontes seperti “Kenali dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang, gimana?

    Saya baca di emailnya, gitu, Mas Wahya.

  16. iya, saya juga kadang-kadang ngunjungi blog komentatornya, anis kalo namanya rada-rada bikin (gak tega) manggilnya ya saya ganti ajah dengan nama lain di blognya, contohnya mantan copet yg saya lihat di blognya adalah Pak Sugeng… jadi saya pake pak sugengnya…. hehehhe
    .-= bandit sp™´s selesai [nulis] ..Cintaku padamu, tak sekecil itu…..!!1 =-.

    Kalo namanya Bandit, saya manggilnya jadi apa nih?

  17. 🙂 Gpp.. dunk mbak… wanita cantik seperti mbak mah memang nggak boleh keseringan berkunjung ke blog saya :p

    Ntar saya terbawa – bawa mimpi loh… ha ha ha…

    😳 Mas Rizal bisa aja. 😆

  18. wah, mbaknya pinter bgt nulis… ngga kaya gue nulis acak2an,,, atau bhasa jawanya “sak karepe udele dewe” hehehe…
    ————————————————————
    “Saya memberikan dua jempol kepada blogger yang sanggup untuk melakukan dua hal tersebut sekaligus: menjawab komentar di blog sendiri, dan membalas kunjungi ke blog pemberi komentar” mbak dua jempolnya mana,, mbak yg anterin apa gw ambil ndiri 😆
    .-= yos iskariot´s selesai [nulis] ..pemimpin bangsa impian gue =-.

    Ambil aja Yos ke sini… 😀

  19. Benar Mbak. terkadang saya juga suka lambat membalas komentar.terlebih komen untuk postingan yang agak lama. sering terlewatkan.

    Kadang memang suka terlewat, kalo membalasnya dengan membuka per postingan, tetapi jika dari halaman dashboard, tentu tidak terlewat…

  20. iya seharusnya memang gitu, balas komentar n kunjungan balik

    tapi sekarang2 ini keteter juga n sering ga sempet, pa lagi sekarang ngelola 4 blog skaligus 🙁

    tapi stlh baca postingan ini jadi pengen diusahain lagi gimanapun caranya bisa kek sebelumnya, balas setiap komentar n kunjungan balik

    ayo semangat 😀

    .
    .-= Zons´s selesai [nulis] ..Mau Hidup Abadi? Tunggu 20 Tahun Lagi =-.

    Wow, 4 buah blog sekaligus? Yang blog pendulang $$$ biasanya cari trafik dari SE, dan dioptimasi, jadi kalopun ada komentar yang masuk biasanya terbatas, nggak seperti personal blog yang menulis cerita keseharian. Tapi kalo saya tetep aja pasti keteter kalo harus mengelola 4 buah sekaligus.

    Punya asisten, dong? 💡

  21. Satu pelajaran lagi saya dapat dr mbaq Isnu… 😀

    Untuk saya ritual membalas komentar dipengaruhi oleh mood, kalo lagi bagus n semangat ya di balesin + kunjung balik. Kalo lagi males walau online seharian ga ada satupun komentar yg di balas… Menyedihkan mbaq, tantangannya gimana cara membalas komen tanpa dipengaruhi oleh mood?… 💡
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Tagihan Rumah Web Yang Tidak Memberatkan =-.

    Kalo saya kok kebalikannya ya Mas? Saya meski online seharian, belum tentu meluangkan waktu untuk banyak blogwalking, tetapi saya usahakan untuk membalas komentar satu per satu di blog saya.

    Jadi semua tergantung pada prioritas kita sebenernya. Kalo memang ngeblog buat Mas Casrudi penting, ya seharusnya memperlakukan blog dengan baik dong. salah satunya, membalas komentar yang masuk. 😯

  22. Makasih masukannya mbaq…
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Ketemu Kang Deddy Sang Full Time Blogger =-.

    Kembali kasih. 😉

  23. tiap individu unik. dan itu layak dihargai.

    tapi saya senada dengan tulisan mas adi di rismaka.net. bahwa komentar OOT kadang bisa mengganggu rekan yang berlangganan komentar baru dari diskusi yang ada.

    jika ngga layak dibalas OOT (biar ngga kebiasaan), coba kunjungi balik (kembali ke baris awal). 🙂
    .-= dani´s selesai [nulis] ..Apa enaknya Twitter dari Ruang Operasi? =-.

    Saya sih jarang menerima pesan komentar OOT, karena saya sendiri sebisa mungkin nggak berkomentar OOT di blog orang, Bang. Jadi, mereka agak sungkan juga mungkin untuk OOT.

    Terus terang, saya paling malas jika ada yang meninggalkan komentar cuma: Nice Tips, Great Content, dll, yang bisa ditinggalkan di Ribuan blog yang sama. Jika sudah begitu, saya juga malas dong, mengunjungi balik ke blognya. Bebas kan? :mrgreen:

  24. Saya juga berusaha menjawab semua komentar walau dia hanya mengatakan ” no komenlah “, ya tak balas ” yo wis lah “, ada juga yg hanya bilang ” kunjungi blog ku”, ya tak jawab ” yoi “. Malah ada yang komen ” utekmu aja pak yang ngeres “, tetap tak jawab ” makasih kunjungannya “.

    Jadi yaaaa, sesuai amal perbuatan masing-masing lah mbak, tapi saya berusaha untuk lebih baik kok.

    Saya hampir selalu meng-atasnamakan anak2 saya kalau memanggil seseorang, misalnya :” Mbak Nunik “, mungkin anak2 saya akan memanggil seperti itu.

    Walau mbak Nunik lebih muda dari anak-anak saya, kan nggak enak kalau saya manggil ” Nak Nunik “. he..he, kelihatannya kok nuwani bang’get sayanya.

    Makaten mbakyu.
    Salam hangat dari Surabaya.

    Iya bener, PakDhe, manggilnya biasanya pake panggilan anaknya. Mama saya manggil ibunya juga Mbah, ngajarin saya waktu kecil begitu, supaya lebih sopan. Sama orang lain juga.

    Salam sayang dari Jakarta. 😳

  25. saya termasuk yang rajin menjawab komentar pengunjung.
    blog anda masuk 10 besar google, makanya saya mampir.

    Terimakasih, ngak nyangka dikunjungi Master kayak Mas Hengky yang blognya terkenal ituh… 😆

  26. Alhamdulillah, saya masih bisa menjawab komentar dan berkunjung satu per satu. Lha wong yang komen masih sedikit. Bisa dikatakan saya malah nunggu nunggu komen. Hihi.. Salam kenal Mbak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge