Menulis Dengan Gaya Pribadi

Sebelumnya saya mo minta maaf, karena beberapa hari ini nggak enak badan, jadi ‘tugas’ menulis Same Atau New Tab sesuai janji saya minggu lalu agak terlambat tayang. Masih belum selesai mengedit, karena ternyata, agak lama juga ya, memasang link menuju masing-masing blog pemberi masukan.

Oke, saat ini saya mau nulis yang ringan aja dulu. Agak sedikit berhubungan dengan tulisan saya yang lalu, Cara Meningkatkan Page View Blog, dimana Mas Iskandaria memberikan komentar bahwa tulisan tersebut menduduki nomer 1 di SERP, menyalip tulisan Mas Iskandaria sendiri dan Kang Nawar. Jujur, sampai saat ini saya belom ngecek, dan belum tahu kebenarannya. [Anggap saja benar, hehe...]

Meskipun beberapa waktu lalu saya sempat sering menyinggung soal SEO [Search Engine Optimization], bahkan sempat ikutan kontes segala, tapi saat ini saya tidak begitu tertarik lagi. Tidak tertarik, bukan berarti berhenti belajar soal yang satu itu, tetapi sekedar bacaan saja.

Dari Google Analytics saya menunjukkan, sekitar 60 sd 70% pembaca blog ini datang dari search engine. Sayangnya, bukan menuju pada tulisan dengan tema blogging, tapi pada tulisan saya yang lain yang bereksperimen dan berbau ‘nembak keyword’. Apa artinya? Artinya, ketika saya menulis soal blogging, itu berarti saya nggak terlalu memikirkan soal SEOnya.

Kalo akhirnya saya bisa menduduki posisi yang bagus di SERP, saya juga nggak tahu pasti alasannya. Yang saya pelajari baru-baru ini, bahwa kini search engine lebih tertarik pada unique content. Para pelaku optimasi, biasanya kurang memperhatikan sisi onpage, dimana tulisan yang dibuat, satu sama lain hampir mirip. Nah, kini saya lebih mencoba menulis dengan gaya pribadi. Pake bahasa sehari-hari. Yang membaca blog saya dari waktu ke waktu pasti memperhatikan kalo bahasa saya ‘agak lebih ringan’ dari biasanya.

Kenapa harus gaya pribadi? Pembaca yang loyal, dan tidak menutup pula kemungkinan pembaca baru, jika sudah menyukai gaya penulisan kita, akan tetap berkunjung dan berkunjung lagi ke blog kita karena merasa nyaman. Dengan merasa nyaman, pembaca akan berada di blog kita lebih lama lagi. Buat mereka ‘sibuk’ berada di blog Anda. Saya, kok, cenderung menyetujui ‘aliran’ yang mempercayai bahwa Google memperhatikan banyaknya waktu yang dihabiskan oleh pembaca berada di suatu halaman dalam perhitungan algoritma mereka. Sederhana saja: saya sendiripun akan segera meninggalkan situs yang nggak berguna bagi saya.

Bagaimana membuat pembaca sibuk di blog kita? Ya dimulai dari awal itu tadi: tulislah unique content. Pakai gaya menulis pribadi. Buat pembaca nyaman. Lakukan cara-cara yang bisa membuat pembaca membuka halaman lain. Jawab komentar yang masuk. Kunjungi balik pemberi komentar. Dan seterusnya. Hehehe….

Koreksi jika saya salah di kolom komentar, ya!

Comments
  1. 4 years ago
  2. 4 years ago
  3. 4 years ago
  4. 4 years ago
  5. 4 years ago
  6. 4 years ago
  7. 4 years ago
  8. 4 years ago
  9. 4 years ago
  10. 4 years ago
  11. 4 years ago
  12. 4 years ago
  13. 4 years ago
  14. 4 years ago
  15. 4 years ago
  16. 4 years ago
  17. 4 years ago
  18. 4 years ago
  19. 4 years ago
  20. 1 year ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge