Menulis Itu Mudah

Pak Ersis yang bilang menulis itu mudah. Buat saya hampir. Belum sepenuhnya. Pasti pak Ersis protes, bagian mana yang susah?

Memang tidak susah, hanya menyesuaikan dengan waktu dan kemampuan fisik saja yang harus pas. Terkadang keinginan menulis begitu besarnya, apa daya tugas pekerjaan masih harus menjadi prioritas utama. Atau, ide tiba tiba terlintas, tetapi kekuatan tubuh untuk terjaga tidak memungkinkan lagi.

Solusinya, disimpan di otak, yang saya sendiri tidak tau kapan akan muncul lagi. Kadang sampai lupa pernah punya ide. Untungnya, ide tak pernah habis. Dengan mudah dapat ditemukan di mana saja.

Entah kenapa, saya jadi percaya bahwa menulis itu benar benar mudah. Menjadi sulit ketika kita sendiri yang menentukan batasan batasan yang mempersulit diri.

Jika pikiran kita bebaskan untuk mengungkapkan apa saja, sudah sepatutnya tidak ada alasan lagi untuk kesulitan menulis.

Tetapi, semua memang butuh proses, butuh belajar. Tidak bisa simsalabim dalam waktu satu malam kita bisa menulis artikel menakjubkan berpuluh puluh halaman yang dipuja banyak orang.

Saya sendiri, awalnya tidak ada yang membaca tulisan di blog saya. Sudah blog walking kemana mana tetap sama saja. Dengan keseriusan tetap menulis, akhirnya bisa sampai seperti ini.

Meski belum puas dengan hasil yang diraih, saya tetap menulis sambil berharap kemajuan demi kemajuan akan saya capai.

Terima kasih buat teman teman bloger yang sudah membaca dan memberikan komentar di blog saya, karena Andalah saya terus menulis.

Komentar Masuk

Skip to Comment Form
  1. alisnaik says:

    :oops: :oops: :eek: :twisted:

    *write less expression more*
    .-= alisnaik“s selesai [nulis] ..insomnia =-.

    :lol: :lol:

  2. [...] Silo Wardoyo] adalah daftar selanjutnya. Guru SMA di Surabaya ini, meski kini jarang menulis, beberapa minggu terakhir ini sempat memberikan komentarnya di blog saya. Dan yang terakhir, kini paling aktif, adalah Pak Guru Wandi “Sukoharjo” Rozaq Guru [...]

Silakan berkomentar..

CommentLuv badge