Metode Monetisasi Apa yang Paling Cocok dan Efektif untuk Blog Berbahasa Indonesia? [Studi Kasus]

Monetisasi apa yang bisa dilakukan untuk blog berbahasa Indonesia? Ada banyak, seperti CPC/PPC, afilasi, CPM, menawarkan ruang iklan mandiri, menjual e-book, dan masih banyak lagi.

Namun metode motisasi apa yang paling cocok untuk blog berbahasa Indonesia?
Tidak tentu, tergantung jenis dan niche blog. Meski tak pasti, kita tetap bisa memprediksi penghasilan dari blog berbahasa Indonesia jika  menggunakan salah satu metode monetisasi.

Kita mulai.

Hubert memiliki blog berbahasa Indonesia dengan pengunjung 2.000/hari dan pageviews 4.500/hari, metode monetisasi apakah yang harus Hubert gunakan agar bisa mendapatkan penghasilan maksimal dari blognya?

#1 PPC (Google AdSense)?

Google Adsense

AdSense adalah metode monetisasi yang paling disukai oleh blogger Indonesia. Tapi apakah AdSense adalah monetisasi terbaik yang dapat menghasilkan banyak uang untuk Hubert?

Jawabannya adalah TIDAK!

Rata-rata CTR AdSense untuk blog berbahasa Indonesia hanya sekitar 2% dan penghasilan per klik-nya hanya $0,04.

Jadi penghasilan yang akan diterima Hubert yang memiliki visitor 2.000/hari dari AdSense kemungkinan hanya sekitar $2 per hari atau $60 per bulan.

Bahkan seorang blogger master seperti Darmawan dari PanduanIM.com juga menyarankan untuk menghindari AdSense sebagai sumber pendapatan.

Tetapi jika tetap ingin menggunakan AdSense, saya sarankan anda untuk mencampurnya dengan iklan dari monetisasi lain.

#2 Program Afiliasi

Dalam program afiliasi anda hanya akan mendapatkan fee jika ada orang yang membeli produk dari iklan yang dipasang di blog anda. Anda akan mendapat komisi sekitar 4-10% dari total harga yang dijual.

Jadi jika dalam sehari ada 3 orang yang membeli produk seharga Rp500.000 melalui blog Hubert, maka Hubert akan mendapat komisi sebesar Rp150.000/hari.

Wah, enak banget dong?

Tidak semudah itu, yang menjadi masalahnya adalah daya beli masyarakat Indonesia sangat rendah dan kemugkinan  yang membeli tidak lebih dari 0,001% dari pengunjung blog anda.

Jadi, kemungkinan penghasilan Hubert jika menggunakan program afiliasi hampir Rp0.

#3 CPM (Cost per Mille)

CPM membayar anda setiap 1.000 kali halaman tayang.CPM umumnya memberikan $1 per 1.000 tayangan, tetapi ada juga yang memberikan $5 per 1.000 tayangan (biasanya menampilkan iklan secara berlebihan dan menayangkan iklan yang tidak pantas).

Jadi, apabila Hubert menggunakan CPM untuk memonetisasi blognya, maka Hubert akan mendapatkan $4,5 per hari atau $135 per bulan.

Saya rasa metode monetisasi CPM cukup cocok untuk blog berbahasa Indonesia, tetapi bukan berarti CPM adalah yang paling efektif.

#4 Menawarkan Ruang Iklan Mandiri

Dengan menawarkan ruang iklan mandiri anda tidak memerlukan jasa pihak ketiga, hanya ada anda dan si penyewa ruang iklan.

Harga yang bisa anda pasang untuk setiap slot-nya bervariasi, mulai dari Rp5.000, Rp10.000, Rp50.000 hingga jutaan rupiah, tergantung pada ukuran slot dan visitor blog anda.

Jadi bila Hubert yang baru memiliki 2.000 visitor, menawarkan 6 slot dengan tarif Rp15.000-Rp35.000 per bulannya. Dengan begitu Hubert hanya mendapat kurang dari Rp200.000 per bulan.

Tentu penghasilan dari metode ini sangat tidak setimpal dengan jumlah visitor kita, karena itulah banyak blogger yang menggunakan ruang iklan mandiri hanya untuk penghasilan sampingan.

#5 Menjual Produk Sendiri

Dengan menjual produk anda sendiri, maka keuntungan yang anda dapat seluruhnya adalah milik anda dan tidak dibagi ke pihak lain. Usahakan produk yang anda jual sesuai dengan topik blog anda. Produk yang paling sering dijual oleh para blogger adalah e-book.

Dalam kasus ini kita anggap topik blog Hubert adalah mengenai SEO dan Hubert menjual e-book seharga Rp40.000 yang berjudul “55+ Teknik Off-Page dan On-Page SEO yang Saya Gunakan untuk Mendapatkan Peringkat 1 di Search Engenie“.

Karena Hubert telah menerapkan teknik pemasaran copywritting dan karena judul  e-book nya yang menarik, 1% dari pengunjung Hubert membeli e-book tersebut.

Itu berarti apakah penghasilan Hubert adalah Rp800.000 per harinya?

Tidak, jika Hubert tidak terus meingkatkan jumlah pengunjungnya dan tidak membuat e-book baru secara berkala. Karena tentunya orang yang membeli e-book Hubert adalah pengunjung tetap Hubert dan tentunya mereka tidak akan membeli e-book yang sama 2x.

Jadi tentunya, jika Hubert terus membuat e-book baru secara berkala dan meningkatkan visitornya sedikit demi sedikit maka penghasilan yang Hubert dapat tetap akan stabil dan bisa lebih dari Rp800.000 per hari.

Jadi dapat kita simpulkan, kalau menjual produk sendiri merupakan metode monetisasi yang paling efektif untuk blog berbahasa Indonesia anda. Namun sayangnya hal ini sulit dilakukan jika blog anda adalah blog gado-gado.

#6 Menawarkan Jasa

Selain menjual produk, menawarkan jasa juga merupakan cara yang cocok dan efektif untuk blog berbahasa Indonesia, beberapa blogger terkenal juga memakai metode monetisasi ini untuk blog mereka, misalnya:

Berapa penghasilan yang akan didapat jika menggunakan metode ini?

Tergantung jasa apa yang kita twarkan, kita gunakan Hubert sebagai perumpamaan. Untuk menawarkan jasa SEO dan desain template Hubert memasang iklan di blognya sendiri. Dari jasa SEO kita anggap Hubert mendapat 5 juta rupiah per bulan dan dari jasa desain template Hubert juga mendapat 2,5 juta per bulan. Itu berarti Hubert akan mendapatkan Rp7.500.000 per bulan.

Memang sangat menggiurkan, hanya saja teknik monetisasi ini membutuhkan waktu luang yang banyak (kalau bisa full time blogger) dan harus bisa membangun kepercayaan pembaca anda.

Walaupun menjual produk dan menawarkan jasa akan mendatangkan penghasilan yang besar, Namun hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan dan membutuhkan kerja keras. Beberapa blogger juga mengkombinasikan beberapa metode monetisasi untuk mendapatkan penghasilan lebih, cara ini juga bisa anda tiru, tapi ingat! jangan sampai hal tersebut mengganggu penggunjung blog anda.

~~~

Ditulis oleh Fatih Daffa dari infindonesia.blogspot.com

44 thoughts on “Metode Monetisasi Apa yang Paling Cocok dan Efektif untuk Blog Berbahasa Indonesia? [Studi Kasus]

  1. Mungkin sangat sulit untuk blog pengunjungnya sedikit …,apapun jenis monetisasinya saya rasa masih kurang menghasilkan. Beda sama blog bertraffik tinggi….

    salam

  2. Dari semua daftar diatas yang paling enak menurut saya adalah menawarkan jasa karena tidak tergantung orang/pihak lain dan resikonya lebih kecil.

    Untuk CPM saya rasa perlu koreksi, karena untuk blog Indonesia kayanya jarang deh yang mau bayar sampe $1/1000, sebagai contoh dengan impresi 60K per hari aja paling top cuma dapet $10 itupun jarang karena rata2 paling cuma 7-8$, malah ada yang lebih parah dari itu pedapatannya, beda cerita kalau blog bule dengan pengunjung luar.

    Tapi intinya si trafik dulu 🙂 kalau masih dibawah 5.000 UV per hari blog Indo kayanya ga terlalu kerasa hasilnya, walau ada juga si yang beruntung kaya temen saya maen Adsense trafik cuma 4ribuan tapi hasilnya lumayan karena cpcnya gede punya dia 🙂
    Dian selesai posting Cara Isi Saldo Neteller Dengan Kartu ATM Mandiri Visa Card

  3. Kalau menurut saya pribadi, saya lebih prefer untuk menjual produk pribadi dalam blog. Terlebih lagi apabila si blogger terus mengoptimasi traffic blognya, dan produk yang dijual cukup beragam. Jadi 1 pengunjung bisa membeli lebih dari 1 produk yang ditawarkan. 🙂

  4. Memang semua punya kekurangan dan kelebihan masing-masing,, untuk itu harus kembali pada diri kita lagi, mana yang lebih sesuai dengan passion kita,, tapi pastinya trafik dulu harus di pikirin, karena kalo trafik tinggi mau dimonetisasi apapun akan lebih mudah

  5. kalau di blog aku sih, aku bikin usaha space iklan banner. lumayanlah untuk bayar internet tiap bulan dan beli rokok

  6. Wah memang penghasilan harus kita cari sendiri, dengan cara yang kreatif, kalau hanya mengandalkan SATU perusahaan baik CPM, CPC, CPA dan sebagainya, tetap kurang maksimal kalau untuk hidup sehari-hari. Apalagi kalau hanya mengandalkan GA, yang saat ini rata-rata penghasilannya turun derastis sejak akhir 2015 lalu

    Kalau bisa gunakan juga sosial media untuk menjadi buzzer untuk menambah penghasilan

  7. Kadang terbersit dalam benak saya, PPC bukan lah monetisasi yang cocok untuk blog saya. Atau karena memang trafiknya yang masih terlalu rendah sehingga belum menghasilkan? 😥
    Entahlah, yang penting sekarang berusaha untuk rajin melakukan update dan membuat konten yang berkualitas.
    Tatang Tox selesai posting 7 Plugin WordPress Bagi Blogger Pemula

  8. Salam kenal mbk Isnuansa..

    Saya juga baru belajar ngeblog untuk menghasilkan pendapatan. Masih bingung mau pakai monetisasi yang mana. trus blog juga masih merangkak trafficnya.

    Tulisannya bermanfaat sekali mbk. Semoga bisa kayak mbk Isnuansa juga suksesnya. amienn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge