Mudik Ke Klaten

Mendekati Lebaran seperti ini, seluruh isi rumah pasti repot. Bukan lagi melakukan rutinitas membeli baju baru seperti puluhan tahun lalu. Tetapi ada satu yang nggak bisa diubah, dari waktu ke waktu: mudik.

Berhubung kedua orang tua saya berasal dari Klaten, kami sekeluarga tak perlu repot untuk menentukan harus kemana mudik tahun ini. Tujuannya cuma satu: Klaten.

Beberapa sodara selalu ribut membahas harus kemana dahulu mereka pulang kampung. Ada yang ke luar pulau Jawa [tentu saja harga tiket menjadi salah satu faktor penentu], ada juga yang mengikuti selera anak-anaknya pengen ke rumah Simbah dari Papa atau Mama mereka dahulu.

Rasanya selalu tak sabar untuk segera meluncur menuju Klaten. Tetapi keluarga saya memiliki kebiasaan pulang mudik ketika Lebaran sudah selesai. Lho, kok?

Iya. Kami sepakat untuk menyusuri jalanan Pantura ketika lalu lintas mulai sepi. Bertahun-tahun kami sudah mencoba berbagai keadaan dengan pulang kampung pada saat H-7 sampai H-1 dan dengan bulat mengambil kesimpulan: macet total.

Sampai akhirnya sejak lima tahunan yang lalu selalu pulang kampung pada saat Hari Raya Idul Fitri sudah selesai. Hanya membutuhkan 12 jaman untuk berkendara menuju Klaten.

Buat teman-teman Blogger, tungguin blog saya ya selama saya mudik Lebaran. Saya akan segera kembali secepatnya… 😳

5 thoughts on “Mudik Ke Klaten

  1. asyiiikkk…mudik ke klaten
    met lebaran ya mbak, mohon maaf lahir dan bathin

    Iya nih, Zul, saya mudik ke Klaten. Sama-sama, maafin kalo ade saleh-saleh kate ye… 😳

  2. iyaaa biar bundo yang nungguin blognya nunik, InsyaAllah aman.. :mrgreen:

    selamat mudik yaa.. ttdj nunik..
    .-= nakjaDimande´s selesai [nulis] ..Pulang ke kotamu.. =-.

    Asyik, Bundo mau jadi satpam. Asal jangan minta digaji aja ya Bund…

  3. Siap nDan, saya patroli setiap saat kok.
    Selamat mudik, semoga enjoy bersama keluarga dan orang2 tercinta.
    jangan mikir SEO segala agar mudik bisa khusuk.
    Saya juga mudik di Jombang, ha..ha..ha, hanya 2 jam dari Surabaya.Ngeblog jalan terus biar tetap ngeTop.
    Salam hangat dari Jombang

    Wah, ngeblog terus, sungkem keluarganya kapan dong?

  4. Met Lebaran juga dan salam kenal. Saya mudik kemaren di hari pertama lebaran Minggu malam menuju Semarang dan hanya membutuhkan perjanalan 10 jam saja dengan diselingi istirahat. Tujuan berikutnya Solo lalu Tulungagung balik Solo lewat Trenggalek, Ponorogo lalu Wonogiri dan terus Solo.
    Perjalanan pulang Jakarta lewat Klaten yang seingat saya kecil dulu sering main ke sini naik kereta api uap dari Purwosari Solo ke Klaten. Kejadian ini sekitar tahun 1964 dan 1965.
    Dari Klaten menuju Jakarta lewat Kebumen, Wangon, Majenang, Banjar terus Bandung dan Jakarta.
    Saya sendiri sebenarnya agak familiar dengan Klaten mengingat leluhur saya tinggal di Desa Bayat Klaten yang di tahun-tahun menjelang peristiwa G-30-PKI masih gelap gulita dan perjalanan dari Bendogantungan ke Desa Bayat naik dokar sembari lewat persawahan dan tegalan.
    Saat ini Desa Bayat sudah terang benderang dan satu hal lagi penjual ayam panggang yang ada di stasiun kereta api Klaten masih tetap ada, tetapi tentu ini generasi sekarang penjualnya. Klaten…klaten aku pernah ke sini naik kereta api uap yang jlug-jlug-jlug

    Rumah saya deket lho, dari stasiun Klaten. Jalan kaki beberapa menit doang. Emang ada ya, penjual ayam panggang deket stasiun? Yang saya tahu ayam bakar Anggraeni yang enak di Klaten. Terimakasih sudah mampir ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge