Mulutmu Harimaumu

Berdasarkan Wikipedia, peribahasa Mulutmu Harimaumu berarti segala perkataan yang terlanjur kita keluarkan apabila tidak difikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri.

Disetiap aspek kehidupan, kita harus selalu menerapkan peribahasa Mulutmu Harimaumu. Bersikap sopan, santun dalam bertutur kata, akan berbuah respek terhadap diri kita.

Menurut Anda, dari contoh berikut ini, adakah mereka menerapkan ‘Mulutmu Harimaumu’?

Kasus Prita

Tidak ada halangan untuk menyampaikan pendapat pribadi, tetapi setiap hak selalu diikuti dengan kewajiban. Terlepas dari kontroversi tentang kemungkinan adanya kesalahan penerapan UU ITE untuk menjerat Prita, alangkah baiknya jika dalam menyampaikan pendapat kita juga dibarengi tanggung jawab. Kasus prita dapat kita jadikan contoh peribahasa Mulutmu Harimaumu.

Saling Serang Antar Tim Sukses Presiden

Jangan berbicara berlebihan. Apalagi mudah tersulut emosi. Akibatnya, tidak ada kontrol diri dari apa yang diucapkan oleh mulut.

Bagaimana menurut Anda?

———————————-

Artikel Terkait:

1. Etika Dalam Menulis. Apa yang harus diperhatikan dalam menulis?

2. Anda Memilih Untuk Komentar Atau Tidak? Pertimbangan bagi bloger dalam menyediakan fasilitas komentar.

Tagged: Capres, Prita, UU ITE, Wikipedia

Comments: 13

  1. tuyi June 8, 2009 at 7:42 am Reply

    wah setuju banget Nih…., emang bener kata pepatah…
    salam kenal…

    • nunik June 8, 2009 at 10:44 am Reply

      Salam kenal juga :P

  2. omagus June 8, 2009 at 12:12 pm Reply

    memang segala sesuatu harus pada tempat dan proporsinya…
    Harus berfikir terlebih dahulu sebelum berbuat…
    Kasus Bu Prita menjadi sebuah pelajaran mahal..

  3. nunik June 8, 2009 at 12:59 pm Reply

    Om eh, Mas Agus pernah salah ngomong nggak ;)

  4. Blogger Senayan June 8, 2009 at 6:10 pm Reply

    salah omong memang, …………
    kaya iklan juga ya

  5. nunik June 8, 2009 at 6:12 pm Reply

    ;)

  6. sevi June 8, 2009 at 6:16 pm Reply

    salam kenal mbak
    mulut memang sebahaya meriam bom, heheh
    mbak tukeran link yuuu

    • nunik June 9, 2009 at 9:05 am Reply

      Salam kenal juga ya…

  7. Abdul Cholik June 12, 2009 at 2:11 pm Reply

    -saya juga heran kalau ada debat di TV,royokan ngomong,royokan ngenyek,royokan njlungupake padahal sudah pada ubanan lho.
    -saya gak tahu bagaimana sikap mereka setelah keluar dari studio TV. Jangan2 mereka tertawa ngakak sambil ngomong:” Eh gimana tadi,seru kan ha..ha..ha”
    -Kan mirip si Oma habis nampar Mischa(Cinta Fitri), begitu “Cut”, Oma pasti meluk Mischa sambil bilang “Aduuh..tadi kena betulan yaaaaa?”

  8. nunik June 12, 2009 at 3:29 pm Reply

    Tugasnya politisi memang begitu, kan? ;)

    Rakyatnya aja yang sering ketipu, gontok-gontokan di bawah… :lol:

  9. zebhi June 21, 2010 at 10:20 pm Reply

    Mungkin sekarang udah mulai ganti mbak peribahasanya.

    “Statusmu Harimaumu” (merujuk pd status facebook dan twitter). :mrgreen:
    .-= zebhi selesai posting Sri Mulyani Jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia =-.

  10. Jefry October 7, 2012 at 4:05 pm Reply

    Mulut itu lebih tajam dari pedang
    ya, segala sesuatunya harus dijaga terutama mulut kita ketika mengkritik apapun
    nice share mbak..
    Jefry selesai posting Bentuk Desain Wastafel Unik dan Elegan

  11. Jefry February 27, 2013 at 1:22 pm Reply

    nampaknya sudah biasa dan lumrah kalau para calon wakil kita saling serang saat kampanaye, baik dari pemilihan tingkar kabupaten/kota sampai presiden. seperti anak tk ya.. apa ini yang namanya demokrasi, sangat menyedihkan :(
    Jefry selesai posting Prospek Peluang Bisnis Daur Ulang Sampah Yang Menjanjikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge