Musium Gunung Merapi, Musium di Lereng Gunung

Museum Gunung Berapi

Awalnya, pada saat mudik kemarin saya akan berwisata ke Kaliurang, tetapi setelah ke arah Tlogo Putri dan Menara Pandang kedua tempat wisata tersebut penuh sesak, sampai-sampai antrian parkir mobilnya nggak bisa ditoleransi, maka saya memutuskan belok ke Musium Gunung Marapi aja.

Museum Gunung Berapi

Sebelum “nyasar” sampai ke sana, saya nggak pernah membayangkan Indonesia memiliki sebuah Musium Gunung Merapi, yang secara detail menggambarkan tetek bengek Gunung Berapi, baik di Indonesia maupun Gunung Berapi di Dunia.

Untuk bisa sampai ke lokasi Musium Gunung Merapi, kita bisa masuk melalui pintu gerbang utama Daerah Wisata Kaliurang. Ikuti saja petunjuk jalan yang ada, gampang kok. Tiket masuk yang harus dibayar di gerbang utama Kaliurang adalah Rp. 2.000,- per orang. Yang agak saya sayangkan (ini pengalaman pribadi) saat memasuki Musium Gunung Merapi, saya merasa “dipalak” dengan sistem pembayaran parkir yang hitungannya per orang, bukan per mobil! Untuk mobil yang berisi 8 orang, parkir yang harus dibayar adalah 8 x Rp. 2.000,-. Mungkin itu ulah oknum ya, bukan tarif resmi, jadi saran saya pihak Musium memperhatikan hal ini. Untuk masuk ke dalam Musium sendiri tiketnya Rp. 3.000,- per orang. Murah meriah.

Museum Gunung Berapi

Begitu masuk musium, kita dapat menemui replika Gunung Merapi, dimana terdapat tombol-tombol yang bisa dipencet berdasarkan tahun meletusnya. Replika tersebut akan menyala merah pada bagian yang berbeda-beda sesuai dengan erupsi pada saat Gunung Merapi tersebut meletus. Tahun sekian lava mengarah ke daerah A, tahun sekian mengarah ke daerah B dan seterusnya.

Museum Gunung Berapi

Segala informasi tentang Gunung Berapi ada di musium ini. Secara interaktif kita bisa memencet tombol-tombol yang memuat semua gunung berapi yang ada di dunia, dan otomatis peta di dinding akan menyala sesuai dengan tombol yang kita pencet. Jika menyala merah, artinya gunung berapi tersebut masih aktif dan sering meletus. Jika berwarna biru artinya gunung berapi tersebut sudah jarang meletus (cmiiw, agak-agak lupa), dan jika berwarna hijau artinya gunung merapi tersebut sudah tidak aktif lagi (cmiiw).

Museum Gunung Berapi

Museum Gunung Berapi

Berbagai bentuk gunung merapi di Indonesia, dan penampakannya ketika meletus, semuanya ada. Bahkan sampai dengan batu-batuan hasil letusan, benda-benda yang ditemukan setelah letusan seperti sepeda motor, peralatan memasak, dipajang dengan rapi. Dijelaskan juga secara rinci cara penyelamatan diri dari ancaman letusan gunung berapi. Citra satelit gunung merapi, foto mikroskopik sayatan batuan dan mitos-mitos yang menyelimuti gunung merapi juga dijelaskan secara rinci.

Museum Gunung Berapi

Dari kunjungan ke Musium Gunung Merapi itulah saya baru mengetahui kalau tahun 1930, letusan gunung tersebut sempat memporakporandakan daerah asal usul saya. Dan terakhir, tak lupa dong ya, meskipun hanya sekali, foto narsis itu wajib hukumnya, hihihi. Kualitas foto nggak terlalu bagus, maklum hanya memakai hand phone dan penerangan tidak terlalu mendukung. *alasan*

Museum Gunung Berapi

Cuma sebentar sih saya jalan-jalan ke Museumnya. Akhirnya yang lama malah di Malioboro, nyari batik, nongkrong sampai tengah malam di lesehan. Ayo, yang pernah punya pengalaman jalan ke Musium Gunung Merapi boleh juga cerita di sini.

| Sudah dibaca 1,671 kali.

22 komentar di tulisan “Musium Gunung Merapi, Musium di Lereng Gunung

  1. Salam Takzim
    Komplit artikelnya jadi ga perlu tergesa gesa menuju Kaliurang, Insya Allah sembari ngontel tak sambangi juga nih musiom. Makasih mba artikelnya menjadikan inspirat buat saya
    Salam Takzim Batavusqu
    batavusqu selesai posting Terkunci

  2. Wah keren mbak, kalau saya kejogja gak pernah ke kali urang, soalnya jauh mbak. trus jalannya nanjak juga. Tapi sekarang jadi tahu ternyata ada musium merapinya ya? jadi pengin kesana juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge