Ngeblog, dari Heningnya Begadang hingga Pekaknya Jantung Pabrik Kelapa Sawit

(Ditulis oleh Wiki Pebrianto sebagai Guest Blogger)

Jujur, aku mengenal blog dari orang yang juga tidak kenal dengan blog. Loh kok bisa ya? Memang begitulah kenyataannya. Tapi yang pasti, semua karena dia. Dia siapa ?

Beliau bernama Dede Andryan.

Malam menjelang pagi, kontrakan memang sedang ‘hening’ pekat saat itu, palingan yang terdengar hanya teriakan jangkrik yang entah kapan akan berhenti dan sesekali melintas motor diiringi tawaan anak-anak gadis yang sedang menjalani masa-masa G*b**knya.

Dua hari berturut-turut aku menyaksikan teman sekamar begitu sibuk dengan laptop-nya hingga hampir lupa betapa nikmatnya tidur. Aku hanya berpikir positif, “mungkin tugas kuliah yang udah masuk deadline“. Ya sudah biarkan saja.

im a blogger

Malam minggu kala itu, setelah puas ‘nongkrong heboh’ di Jembatan Siti Nurbaya sambil menyantap jagung bakar dan menelusuri Taman Budaya Kota Padang, pulang ke kontrakan dengan 2 bungkus nasi padang. Melihat dia yang langsung menyalakan laptop akhirnya membuatku geram.

Belum makan udah buka laptop, makanya tugas kuliah itu dibikin di awal, bukannya udah mepet gini bro,” kata saya sembari mengunyah sesuap nasi. “Mending kamu ke sini bentar,” dia malah jawab seperti itu, padahal tadi kedua bola mataku udah menyala besar ketika berbicara ke dia.

Kamu pernah dengar Blogger gak?” katanya sambil menaikkan kedua alisnya ke arahku. Langsung saja aku jawab TIDAK. Akhirnya dia membuka percakapan panjang lewat ilmunya tentang blogging yang masih ibarat secuil buih di lautan. Ceritanya akhirnya berhenti ketika dia menyantap nasi padang bagiannya.

Waktu itu aku memang langsung tertarik dengan dunia blogging. Namun opsi lain muncul di kepala yang mengajakku untuk lebih fokus kuliah dulu. Akhirnya tidak jadi ngeblog, tapi ternyata dia perlahan-lahan mulai mendalami dunia blogging.

Selama 1 tahun berlalu aku dan dia tidak pernah membicarakan soal blogging lagi. Aku fokus kuliah begitu juga dia (tapi sambil ngeblog). Ternyata selama rentang waktu 1 tahun tersebut, dia telah jadi blogger yang bisa dibilang jago (waktu itu sih).

Suatu hari dia pulang kuliah dan membawa uang yang banyak (kira-kita 2 jutaan) ke kontrakan. Sontak aku terkejut dan mulai mengeluarkan “kata-kata mutiara” yang langsung menuju wajahnya sambil bertanya, “Jual apa bro ? Motormu mana ? Ohh masih disitu.” (Aku pikir dia jual motornya).

Ini dari blog bro, dari Google Adsense.” jawabnya sambil senyum sumringah dan kedua alis mata yang naik lagi. “Google Adsense kepalamu.” Dia malah tertawa yang membangkitkan niatku untuk menempeleng kepalanya. Tapi rasa geram itu langsung buyar saat dia menawarkan sesuatu.

Santai dulu bro,” katanya sambil menyodorkan jagung bakar panas khas Jembatan Siti Nurbaya tepat di hadapanku. Kemudian dia membuka obrolan dengan mulai menceritakan pengalamannya ngeblog dari awal hingga hari itu.

Setelah ceritanya usai, aku langsung beranggapan positif, menghargai semua kinerjanya dan mendukung untuk kedepannya. Namun nyatanya hal itu masih belum bisa merampas pikiranku yang terus fokus kuliah untuk memulai aktivitas ngeblog dan mengikuti jejaknya sebagai seorang blogger yang berpenghasilan.

Dia masih terus mengembangkan blog tersebut dan tetap mendulang penghasilan. Aku melihat hidupnya mulai terbalik. Makan dan tidur tidak teratur, keheningan malam digunakan untuk merangkai artikel, kuliahnya juga sering terbengkalai karena aktivitas ngeblog ini.

1 Mei 2015

Cerita berlanjut ke Mei 2015, ketika aku tidak mengaja masuk ke sebuah blog yang bernama Isnuansa, pada artikel yang berjudul 5 Hal Yang Wajib Dimiliki Untuk Menjadi Blogger Sukses. Lewat artikel ini aku mulai mempertimbangkan kembali untuk terjun ke dunia blogger. Aku punya rasa pensaran yang tinggi jika sudah tertarik, punya kemampuan menulis, ide yang cukup kreatif dan pekerja keras. Akhirnya yaaa, aku-pun memberanikan diri.

Tapi nyatanya, 2 minggu setelah blog diterbitkan, aku belum sanggup menerbitkan satu pun artikel. Aku masih sibuk searching terkait “bagaimana cara ngeblog yang benar“, alhasil di blog hanya ada Halaman kosong ditemani Widget About Me dari Google+.

3 Juni 2015

Waktu itu ngampus mata kuliah “Etika Profesi”. Dosen menampilkan slide show pembelajaran via proyektor kelas tentang materi Etika Profesi dalam berbisnis. Akhirnya muncul ide untuk membuat artikel blog didasari pembelajaran ini. Kemudian terbitlah postingan pertamaku yang berjudul Mengenal Permasalahan Etika dalam Berbisnis.

Kesibukan ngeblog kurang lebih 4 bulan membuat fokus jadi terbagi, kesibukan kuliah dan hobby ngeblog yang perlahan muncul menambah tingkat kelelahan bertambah. Pikiran lelah akibat kuliah, belum lagi menulis artikel untuk blog. Hobi baru ini membuatku seakan-akan tertuntut untuk tetap konsisten menerbitkan artikel. Akhirnya, AKU MELUPAKAN BLOG untuk Fokus Kuliah.

Januari 2016

Waktu terus berjalan namun blog perlahan terkubur. Hingga Januari 2016 aku terpaksa putus kuliah (karena suatu alasan) dan sudah benar-benar melupakan blog, bahkan seandainya untuk sekedar membukanya saja, aku pun sudah lupa kata sandi dari emai blog tersebut.

1 Juni 2016,

Aku memulai kehidupan baru yang menyandang sebuah amanah sebagai seorang karyawan disebuah Pabrik Minyak Kelapa Sawit di kampung halamanku sendiri. Menjalani hari-hari yang penuh dengan kesibukan, ilmu, pengalaman dan gaji.

1 Juni 2018

2 tahun menjalani status sebagai karyawan kontrak, akhirnya tanggal 1 Juni 2018 diangkat menjadi karyawan tetap hingga saat ini. (Sewaktu pengangkatan, aku adalah Karyawan Tetap Termuda di perusahaan itu, di usiaku yang ke 21 tahun).

21 September 2018

Tiba-tiba ada email masuk dari Google yang menyatakan “Pengubahan Kata Sandi”, email blog lama kembali bisa dibuka dan akhirnya aktivitas ngeblog akhirnya berjalan lagi hingga hari ini (saat anda membaca artikel ini).

__________

Cukup sampai disini dulu ceritaku tentang Bagaimana aku mengenal dan mulai membuat sebuah blog. Terima kasih telah membaca, semua kita semua tetap semangat dan bisa menerbitkan artikel-artikel bermanfaat dari ide yang kita punya. Terima kasih dan Happy Blogging.

6 thoughts on “Ngeblog, dari Heningnya Begadang hingga Pekaknya Jantung Pabrik Kelapa Sawit

  1. gimana yah caranya nulis artikel pake gaya bahaasa yang kaya gitu ? saya udah nulis artikel lumayan banyak diblog pribadi saya elysetiawan tp gaya bahasanya masih amburadul 🙁 saran dong.

  2. Wihiiii membuahkan hasil banget ya.
    Saya malah baru daftar adsense setelah 10 tahun ngeblog, wwkwkw :lo:
    Kayaknya kita gak bakalan tahu ya gimana caranya bakal jatuh cinta dengan yang namanya ngeblog 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge