Ngeblog Sebuah Proses Melawan Egoisme

Ternyata, aktifitas ngeblog itu tidak sekedar riset, menulis, mengedit, mempublish, blogwalking dan menjawab komentar saja. Ada sisi lain yang harus diperhatikan supaya kelangsungan blog kita semakin baik lagi.

Persaingan ‘mencuri hati’ penggemar masing-masing blog semakin sengit, seiring dengan semakin banyaknya blog-blog baru yang bermunculan, sedangkan jumlah pembaca tidak sebanyak itu pertumbuhannya. Jadi, membuat pembaca benar-benar loyal pada satu blog adalah suatu pekerjaan yang lumayan sulit untuk dilakukan.

Saya mencermati, satu dua datang, satu dua pula pergi. Beberapa pembaca baru bertambah, beberapa pembaca mungkin sudah mulai bosan atau kecewa. Memang, sebuah kewajaran, karena hukum alam juga sama seperti itu.

Sebagai blogger, tentu kita juga sudah dibekali dengan kemampuan untuk melawan egoisme pribadi. Sebagai contoh, kita bisa saja mendapatkan komentar sebanyak-banyaknya dengan meninggalkan komentar seadanya di blog lain, dengan harapan akan banyak yang berkunjung menuju blog kita. Tetapi, kita tentu tidak bisa terus-terusan bertindak seperti itu selamanya, bersikap egois demi kepentingan sendiri. Blogger lain juga memerlukan kunjungan balasan. Blogger lain juga menginginkan komentarnya dijawab dengan segera.

Saya, belakangan ini baru menyadari, setelah ada ‘sedikit’ paksaan di kolom komentar yang ditinggalkan seorang teman untuk sekedar menengok tulisannya. Ya, saya mungkin telah berlaku egois dengan beberapa pilihan tindakan dalam ngeblog yang saya lakukan.

Egois karena mengalokasikan [lebih] banyak waktu untuk menulis konten. Egois karena lebih suka menjawab semua komentar yang masuk di blog saya sendiri dan hanya mengunjungi beberapa blog teman saja [tidak semua blog komentator]. Egois karena lebih banyak membaca tulisan blogger lain melalui feed reader saja, dan kemudian kembali lagi pada pekerjaan utama: menulis konten. Begitu seterusnya.

~~~

Benarkah saya blogger yang egois?

19 thoughts on “Ngeblog Sebuah Proses Melawan Egoisme

  1. Hmmm mungkin memang egois
    tapi kan kita pekerjaannya buka blogger 100%
    ada banyak pekerjaan lain selain ngeblog.
    dan untuk balancing mungkin perlu egois, yang disesuaikan dengan keadaan.
    Kalau memang sedang ada banyak waktu, ya bisa saja meninggalkan komentar di mana-mana.

    Kembali lagi ke tujuan asal ngeblog utk apa.Untuk menulis atau untuk menjadi populer 😉

    EM
    .-= ikkyu_san´s selesai [nulis] ..Pilih Kenangan daripada Barang =-.

    Menjadi populer sih nggak juga, Mbak. Kalo itu tujuannya, nyepam aja ke mana-mana, pasti populer, tapi dengan image yang buruk… 😆

    Waktu, mungkin yang lebih tepatnya. Balik lagi ke saya, sisi egoisnya dari penguasaan waktu yang [saya pilih] untuk menulis, bukan untuk berkomentar…

    Tapi, saya usahakan mampir deh ke blognya Mbak Imelda…

  2. Tidak juga… tapi kalau tujuan mbak Isnuansa mengelola blog ini untuk sosialisasi berarti iya… 😆 ,
    Mbak Isnuansa egois…

    Cuman kalau emang udah tenar gpp kok mbak, mbak Nunik bukan termasuk kategori egois… tapi masuk page… 😆 ,

    Jangan khawatir mbak, Achmad Dhani juga egois kok…
    tapi tetap disegani… karena tujuan mas Dhani bermusik adalah untuk menghibur masyarakat…(dapet duit deh)…
    Selama saya masih dapat sesuatu yang berharga dari blognya mbak Nunik, saya sih berterima kasih walaupun tidak dikunjungi ataupun diberi komentar…

    Cuman kalau kualitas blognya menurun, ya saya otomatis tidak akan kembali.
    tapi buktinya saya kembali, itu artinya saya masih mendapatkan sesuatu yang berharga dari blognya mbak Nunik

    Nggak juga sih Mas, tujuan utamanya bukan untuk bersosialisasi, meski saya juga mengharapkan adanya pertemanan yang terjalin lewat media ini.

    Mudah-mudahan sih, kualitasnya nggak turun ya…

  3. 🙂 sepertinya yang terjadi selama ini memang seperti itu, namun entahlah…..
    .-= blogger pengamen ilmu´s selesai [nulis] ..Verifikasi Paypalmu =-.

    Terimakasih sudah berkunjung 😉

  4. siapapun, kalau dengan saya.. nggak perlu merasa egois Mba. tidak selamanya benar. kalau postingan blogger ada yang bisa saya petik, pengetahuan dan ilmu baru, sama sekali saya tidak mengharapkan kunjungan balik dari blogger itu, toh saya sudah mendapat manfaat lebih besar dari postingan itu dari pada kunjungan balik yang kadang say hello saja.

    tentu ini akan berbeda jika tak ada sesuatu yang baru yang di dapat secara terus menerus, mungkin akan berakibat pada kebosanan. jika berkomentar, kemudian mengharap kunjungan balik terlepas dari dia dapet apa ketika berkunjung, bukankah ini juga bentuk egois baru Mba. kalau ini yang terjadi, mungkin dia akan tidak berkunjung lagi. hm…., lalu apa yang di cari? sekedar temankah…. PR dan TR kah?

    tentu mengunjungi balik sesekali nggak ada jeleknya. 😆

    hm.. ini postingan apa komentar sih, kok panjang amat :mrgreen:
    .-= Badruz´s selesai [nulis] ..Buku ‘Gurita Cikeas’ =-.

    Setidaknya, saya sudah berkunjung hari ini. Terimakasih Mas, sudah setia mengunjungi blog saya…

  5. Hehehehehe…. banyak yg bilang, sebuah blog dan tetek bengek didalamnya mencerminkan “pribadi” pemiliknya….

    Kalau Mbaq Isnu memilih membaca dari feed reader ketimbang datang langsung ke blog bersangkutan, itu adalah pilihan yg mungkin saja karena diangap lebih efisien, dari segi waktu dan koneksi…

    Ada juga yg memilih mengacuhkan fasilitas reader, rss, dan sejenisnya dan memilih datang langsung ke blog kawan tanpa berpikir sudah ada update terbaru atau tidak…

    Ada juga yang akan berkunjung balik setelah terlebih dahulu dikunjungi. (saya bgt ini mah :P).

    Inti dari semua ini adalah blogger mempunyai gaya sendiri2 dalam berinteraksi, bolehlah ngeblog dgn hati, tapi kalau ada apa2 jgn terlalu diambil hati… Bukan begitu mbaq?… 😀
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Award Tutup Tahun =-.

    Saya, kalo dipikir, meski membaca dari feed reader, terkadang sehari berkelana di blog secara langsung bisa lebih dari 20an juga, tetapi nggak banyak berkomentar, hanya melihat-lihat, membaca dan mengamati. Kalo ada yang tertarik, membaca lebih dari 5 postingan sekaligus, tapi ya itu tadi, seringnya nggak komentar. Trus, tiba-tiba, waktu udah habis, udah capek, udah harus berenti…

    Memang harus membagi waktunya dengan benar ya Mas…

  6. Egois itu kayak nafsu…
    Pemarah itu nggak baik, tapi manusia wajib punya nafsu amarah
    Demikian pula dengan ego
    Egoisme 0% nggak baik, 100% juga sama.
    Yang terpenting adalah bagaimana memanagenya…
    Masing2 kita pasti punya persentase yg pas

    Kayak bikin kopi ya, Pak? Harus pas susunya… 😳

  7. Yang paling penting saya dapet ilmu dan wawasan baru dari blog yang saya kunjungi, selain dari itu hanya pernak-pernik kecil kok 😉

    Cari ilmu sebanyak-banyaknya, makanya meski nggak dikunjungi balik, juga tak merasa rugi kan ya Mas?

  8. Menjawab komentar dengan menulis komentar memang sama-sama melelahkan tapi itu kan sebuah resiko. Tapi yang diutamakan adalah membalas komentar karena mereka sudah datang ke blog kita dan menulis komentarnya.
    Memang ada komentar yang bersifat borongan sih tapi gimana lagi, masa mau dilarang.

    Kalau kita tidak pernah jalan-jalan ke blog lain bisa dianggap blogger pelit lho. he he he.
    Sayapun juga masih ada hutang di blog teman2 yang belum saya kunjungi balik kok.
    Semuanya sih kembali kepada orangnya.Namun ya sebisa-bisanya kita mengatur waktu dan tenaga saja.

    Salam hangat dari Surabaya

    Takut ah, kalo sampe dibilang pelit. Saya langsung meluncur deh ke blog teman-teman yang masih saya hutangi… Makasih PakDhe sudah diingatkan. 😉 Salam sayang, PakDhe…

  9. iyaaa keknyaaa… 😆 soalnya aq pingin banget dikunjungi ma mba is…weeh..nyantolnya malah di alisnaik…hehehehe…maap becanda tapi betulan… :mrgreen:
    .-= sunflo´s selesai [nulis] ..Award di Penghujung 2009 =-.

    Iya, postingan dia itu di feed reader saya muncul di paling atas, soalnya namanya Alisnaik, jadi seringnya saya kunjungi duluan… 😉

  10. Menurut saya, egoisnya seseorang tdk diukur dari seberapa seringnya mengunjungi balik para pengunjung.
    Menghasilkan artikel bermanfaat utk banyak orang seperti yg Mba lakukan,itu sudah luar biasa.
    Saya sih,tetap setia utk belajar di sini.

    Amin. Kalo semua orang berpikiran seperti Pak Beny ini, amanlah dunia, hahaha…

  11. Saya rutin membaca disini bukan karena ingin dikunjungi balik oleh mbak, walaupun saya masih baru yg notabene butuh kunjungan. saya rajin kesini karena terkesima dengan gaya penulisan mbak yang bisa dibilang “gurih” untuk dibaca. jadi saya tidak menganggap mbak egois. swear!!!
    .-= Andrik Sugianto´s selesai [nulis] ..Hadapi 2010 Dengan Konsep SEO Terbaru =-.

    Gurih? Saya jualan Penyedap Rasa, Mas… 😆

    Terimakasih sudah setia. 😳

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge