Nyicip Makanan Jepang Yang Halal Di Cooking Japan

Hari Jumat 20 Desember saya pergi ke Indonesia Japan Expo 2013 di JIE Kemayoran. Jauh sih, tapi karena penasaran dengan pameran produk-produk dan kesenian dari Jepang, rela deh bangun lebih pagi dan menuju Kemayoran.

Begitu masuk, langsung amazed. Saya lihat ada sepeda listrik, robot, alat yang bentuknya seperti lemari es tetapi transparan dan gunanya untuk menanam pohon, ada lagi ‘taman berjalan’, buah-buahan ukuran super yang rasanya enak banget (saya nyobain gratis) dan berbagai macam jajanan dan kreatifitas orang Jepang lainnya ada di sana.

Karena perut dari pagi belom diisi, melipirlah saya ke bagian yang disulap seperti konsep food court gitu. Ada banyak penjual makanan siap saji, dan sebelahnya deretan kursi meja tempat nongkrong cantik. Saya nyobain oden dan onigiri yang ada di Cooking Japan. Ada juga sih ramen, tapi saya takut kebanyakan, perut nggak muat. Selesai makan, nggak lanjut beranjak keliling-keliling, karena makanan ‘biar turun’ dulu.

Di booth Cooking Japan ini dijual berbagai makanan Jepang seperti teriyaki sauce, minuman lemon tea, kopi siap minum dalam kemasan, sushi seasoning, mayonnaise, nori dan lain-lain. Beberapa makanan masih diproduksi di Jepang (bahkan di kemasan hanya ada huruf kanji), tetapi ada juga yang sudah produksi dalam negeri, seperti mie dalam cup dan minuman teh beraroma green tea.

Saya lihat animo pengunjung untuk membeli produk makanan Jepang ini cukup tinggi, meskipun saya lihat masih banyak makanan yang belum menyertakan label halal.

Melalui Indonesia Japan Expo 2013 ini Cooking Japan juga berusaha mengenalkan beberapa makanan yang telah memperoleh sertifikat halal. Sebagai contoh adalah Saiwai curry sauce mix produksi Inoue Spice Industry co., ltd yang merupakan saus kare pertama dari Jepang yang memperoleh sertifikat halal. Begitu juga Sunpu aoido shizuoka green tea, teh premium yang dibandrol dengan harga JPY 500 produksi Chuo Seiko co., ltd ini juga halal.

Ya perlahan namun pastilah ya, produk-produk makanan ‘made in Japan‘ ini bisa memperoleh sertifikasi halal. Nggak cuma berguna untuk pasar di Indonesia saja, hal ini juga untuk mendukung tourism dan warga muslim yang tinggal di Jepang makin mudah menemukan makanan Jepang yang halal.

Tentunya, pulang nggak dengan tangan hampa dong ya, saya membeli satu paket mie ramen dalam kemasan cup seharga Rp. 15.000,- saja. Murah meriah, dan cocok di lidah saya, hehehe…

Setelah itu, tentunya saya melipir lagi ke booth-booth lainnya. Lumayan banyak ketemu orang Jepang yang sudah tinggal di Indonesia juga, dan sebagian penjaga booth lancar berbahasa Indonesia. Senangnya.. Kerjasama antara Indonesia dan Jepang ini ternyata lumayan besar juga ya, ada 1.200 perusahaan Jepang yang membangun usahanya di Indonesia. Uwoow..

Mencari-cari di manakah ada workshop Kurumie seperti yang pengen saya ikuti, ternyata malah nggak ketemu. Adanya workshop kinchaku. Ya, udah deh, batal. Saya malah jadi tertarik dengan peragaan minum teh ala Jepang di panggung Hall A.

Salah satu yang menarik hari itu, adalah penerapan konsep Monozukuri dan Smart Community di kota Kitakyushu, yang 50 tahun lalu mengalami pencemaran udara dan air. Disebutkan, Kitakyushu adalah ‘dead sea Dokai Bay’ where even bacillus coli can’t survive. Tahun 2002 Kitakyushu menerima ‘Earth Summit 2002 Sustainable Development Award’ di Johannesburg Summit atas keberhasilannya menangani pencemaran limbah. Semoga Jakarta bisa banyak belajar dari Kitakyushu ya. Biar macet, banjir dan polusi yang ada, perlahan bisa dikurangi.

Nggak papa ya, mimpi. Harus optimis bisa tercapai lah, meski pulang dari JIE Kemayoran, saya terjebak macet di jalanan hampir dua jam. Tapi senaaaang~ bisa jalan-jalan.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

13 thoughts on “Nyicip Makanan Jepang Yang Halal Di Cooking Japan”

  1. Aku pertamax gak nih?

    Makanan berbau jepang yg aku sudah doyan itu.. mie Gekikara ramen yg hraga 3000 itu. Yg ada di indomaret. Berati kalau beri rame di mol aku bakalan doyan, apalagi kalo pedes.

    Ah sayangnya aku hidup di kota Nganjuk yg nggak ada yg jual makanan khas jepang.

    Kapan2 ah kalo ke jakarta, aku harus merasakan bagemana rasanya menjadi orang modern dan metropolitan.

    Percuma dong punya iPad, Kamera DSLR tapi gak pernah nyobain sushi?

    Apa kata fanskuuuu!!???

    *kok jadi curhat?
    ndop selesai posting Bingung Mau Kerja Apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge