Optimasi Kata Kunci Dengan Sinonim

Lima menit yang lalu saya barusaja selesai blogwalking dari blog seorang kawan (kembali, saya belum bisa kasih linknya, segera akan saya edit nanti).

Saya mendapati salah satu postingan terbarunya yang bercerita tentang optimasi kata kunci dengan sinonim. Saya pikir agak kurang tepat jika dikatakan sinonim, karena sinonim adalah padanan kata. Sedangkan contoh yang diberikan adalah memvariasikan kata kunci seperti ini: belajar, dengan AJAR, MENGAJAR, dan PELAJARAN.

Dalam beberapa saat saja, teman tersebut mendapati tulisannya berada di puncak Google, padahal hanya onpage optimasi saja yang dilakukannya dengan memvariasikan kata kunci seperti contoh di atas, dan menebalkannya.

Saya lantas meninggalkan komentar di postingan tersebut, bahwa saya masih belum optimal melakukannya. Yang selama ini saya lakukan hanyalah optimasi kata-kata yang saya harapkan menjadi kata kunci utama di setiap tulisan saya.

Maksud saya gini: saya ingin blog ini adalah tentang blogging. Meski akhir-akhir ini saya curhat yang nggak berhubungan dengan blog (malah soal kegiatan sehari-hari), tetapi kata-kata seperti NGEBLOG, BLOGWALKING, BLOGER, dan lainnya, sedapat mungkin tetap saya sisipkan di setiap tulisan saya. Harapannya, Google tetap menganggap bahwa tulisan saya masih RELEVAN temanya, meski manusia yang membaca merasa jauh berbeda (soal politik dan ngeblog jauh berbeda kan bidangnya?

Selama ini paling seperti itu yang saya lakukan dalam mengoptimasi kata kunci. Bagaimana dengan Anda?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

39 thoughts on “Optimasi Kata Kunci Dengan Sinonim”

  1. Untuk saat ini tidak ada metode yang saya gunakan. Bisa nulis artikel saja itu sudah untung. Kalau direcoki dengan optimisasi konten bisa-bisa blog saya cuma update seminggu sekali. =P
    .-= dimasangga selesai posting [Intermezzo] Blogger Insyaf =-.

  2. Google memang mengerti sinonim dan akronim. Cara kerjanya begini:

    Kita mengetikkan kata pictures developed with coffee di kotak pencarian Google. Lihat hasilnya. Perhatikan kata yang ditandai. Nah, dalam hasil pencarian tersebut, Google tidak hanya menebali kata pictures namun juga photos. Ini adalah karena photos sepadan dg pictures.

    Mengenai akronim, coba lakukan eksperimen sederhana berikut:

    Masukkan kata kunci search engine optimization di Google dan perhatikan hasil penelusurannya. Google ikut menebali kata SEO. SEO merupakan akronim dari Search Engine Optimization.

    Pengumuman resmi dari Google mengenai sinonim dan akronim ada disini.

  3. Kalo ada link, secara otomatis dimoderasi sama blognya. Kalo saya sudah terhubung via kompie baru bisa aku lepasin, dulu coba lepasin pake hape malah ilang jadinya. Kapok.

  4. Google memang memahami sinonim dan akronim. Cara kerjanya begini:

    Kita ketikkan kata “pictures developed with coffee” di kotak pencarian Google. Lalu kita lihat hasilnya. Perhatikan kata yg ditebali. Google tidak hanya menandai kata “pictures” tapi ia juga menjadikan kata “photos” menjadi tercetak tebal. Ini karena kata “photos” sepadan dg “pictures”.

    Sementara utk akronim, kita bisa melakukan uji coba berikut:

    Kita masukkan kata kunci “search engine optimization” di Google dan kemudian kita lihat hasil penelusurannya. Google ikut menebali kata SEO. SEO adalah akronim dari Search Engine Optimization.

    Anyway, happy birthday! 😉

  5. Itulah yang kumaksud: kalo photo dan picture, itu sinonim, tapi kalo BELAJAR, AJAR dan MENGAJAR itu bukan sinonim kan?

    Dan agak susahnya, tidak semua kata punya sinonim.

    Oya, baru inget blogger bisa diganti dengan NARABLOG. Meski saya belom yakin Google sudah menganggapnya sepadan.

  6. Iya. Coba aja analisa padanan blogger dan narablog.

    System sinonim ini adalah berdasarkan kata kunci yang kerap menjadi search term di Google. Jadi kalau ada sedikit sekali orang yg mengetik kata narablog, maka ia tidak bisa menjadi sinonim.

    Betul. Belajar dan mengajar adalah variasi kata, bukan sinonim. hehe 😀

  7. aku masih nggak mudheng tentang tag ataupun keyword.. ada beberapa tag yang aku coba dan sering ditulis pada artikel tapi kayaknya nggak pernah jadi kunci utama google dan sebangsanya… ❓
    .-= Vyan RH selesai posting (masih) Berkutat dengan Drawing Pencils =-.

    1. Ini bukan membahas tag-nya. Tetapi mencoba memakai keyword yang merupakan padanan kata dari yang biasa kita pakai.

      Contohnya: Blogger dengan Narablog.

  8. Kalau saya emang selalu berusaha menampilkan sinonim atau padanan kata dan juga berbagai variasi long tail keyword dalam setiap postingan.

    Tapi, yang dicetak tebal hanya keyword utama saja.

    Juga memberikan backlink dengan anchor teks dengan berbagai variasi keyword dari artikel lain yg kira- kira banyak dicari selain keyword utama itu.

    Contohnya artikel ‘dampak negatif facebook’. Itu adalah keyword utama (nongkrong di hal.1 urutan 2).

    Untuk variasi sinonim adalah “pengaruh negatif facebook”. Nongkrong di halaman 1 urutan 4. Dan ternyata yang dicetak oelh google tetap saja keyword ‘negatif facebook’. Tidak ada kata pengaruh sama sekali.

    mungkin ini karena saya sering memberi backlink dengan ancor teks pengaruh negatif facebook ke artikel tersebut. :mrgreen:
    .-= Gen selesai posting Bahasa Tubuh Wanita Jatuh Cinta ala Gen =-.

  9. Teknik optimasinya udah bener sih. Buktinya kata “tips” pada judul artikel saya tentang tips meningkatkan page view blog cukup bagus posisinya di google dengan keyword “cara meningkatkan page view blog” 😀

    Tips = cara (google ternyata menilai sama artinya..hehehe). Atau cuma perasaan saya saja kali ya (*narsis dot com*).

    Teknik paling ampuh sebenernya yaitu membuat judul yang tidak begitu ketat persaingannya, tetapi berpotensi banyak digunakan calon pencari informasi terkait. Dijamin deh posisi SERP-nya bakalan bagus (biasanya stay cool di posisi 1) alias jadi jawara 🙂

  10. optimisasi yang gue lakukan:
    1. sebisa mungkin hindari buat judul lebih dari 5 kata, paling mantap 4 kata aja, “biasanya” klo gue posting dengan judul seperti itu google ngindexnya cepet bgt paling lama 2 jam paling cepet 17 menit,
    2. jangan mengedit postingana selama postinganaya itu beleum keindex,, gara2 abiz teken “publish” terus dibenerin dikit2 setelahnya, eh ngga keindex2 tuh postingan sampai berminggu2, hehe
    3. 2 kata pertama dalam judul lebih dilirik google dari pada kata ke ,3, 4 seterusnya, contoh: “taylor swift sipirang cantik” lebih bagus dari pada “sipirang cantik taylor swift” (hanya berdasarkan pengalaman aja, hehe)
    4. buang kata2 ngga penting pada judul seperti, “inilah” angka (1,2,3,4…), dan kata sambung lainya yang bisa dihindari.
    5. dan yang paling ampuh nie, ngga usah ngejar atau nembak keyword yang lagi ngetrend, mainin aja SEO KUANTITAS (posting sebanayak2nya), ngga perlu dijelasin ya, lihat aja ruanghati.com, yepiye.wp.com, solocybercity.wp.com, mypepito.blogspot.com dan blog2 lain yang posting tiap hari, tengok aja berpa alexa dan pagerank mereka,,

    akhir kata MENAKHLUKAN GOOGLE ITU MUDAH…
    hehehe..

  11. kalau saya nulis natural aja mbak, soal optimasi sinonim padan kata atau apalah, nanti aja belakangan yang penting beban dikepala dikeluarkan ditulis. beres. 😉

  12. hm… dapet teknik baru nich…

    kapan2 dicoba ah.. siapa tau ngefek 🙂
    .-= cerita pertama selesai posting Cerita Pertama Kali Bersetubuh =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge