Pengguna Facebook [Bisa] Kejam

Saya termasuk orang yang lambat dalam membuat account facebook, meskipun sudah jauh lebih lama tahu tentang itu [banyak bloger menulis tentang Facebook]. Mengapa? Karena saya tidak bisa menikmati Friendster, situs jejaring sosial yang sempat heboh juga di Indonesia, sehingga kantor ini harus memblokirnya dari penggunaan oleh karyawan. Saya pikir, Facebook juga akan sama: membosankan dan ‘mainan ABG’.

Tetapi saya lama-lama teracuni juga, karena mulai banyak teman yang saya kenal membuat account mereka, beberapa staf ahli dan anggota juga menyukai mainan ini. Makapun saya mendaftarkan diri: biar lambat asal selamat.

Perlahan, teman saya bertambah. Dalam daftar teman, saya membuat beberapa kategori, seperti teman bloger, teman semasa SMA, teman semasa kuliah, teman di partai, tokoh politik lainnya, dan teman dari Bekasi -yang-kebanyakan-pejabat-Pemda-.

Saya meminimalisir untuk tidak meng-add orang-orang yang tidak saya kenal. Tetapi jika ada yang meminta pertemanan ke saya, biasanya akan saya terima meskipun tidak begitu ngeh siapa dia, dengan syarat ada beberapa teman yang sama diantara kami. Hal itu menunjukkan, dia adalah teman dari teman saya.

Pesta demokrasi kemarin, membuat beberapa Anggota dan Calon Anggota, juga memanfaatkan booming penggunaan Facebook untuk mensosialisasikan dirinya. Ada yang belajar cara membuat facebook sendiri, ada juga yang saya tahu memakai admin orang lain. Dan saya pun meng-add beberapa yang memang saya kenal lantas diterima. Ya iyalah, mereka kan juga kenal saya :mrgreen:

Di mana kejamnya?

Beberapa waktu yang lalu saya baru menyadari, dua dari teman saya menghilang dari daftar. Lhah, kemanakah mereka? Berarti saya dibatalkan dari pertemanan. Sudah tidak diakui lagi.

Padahal, saya baru akan menyampaikan selamat! :mrgreen:

————————-

Nunik siap-siap mencari teman baru di Facebook πŸ˜‰

Tulisan lain tentang Facebook:
Status Facebook Siapa?
Pilih Facebook Atau Blog?
Cara Dowbload Album Foto di Facebook.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

34 thoughts on “Pengguna Facebook [Bisa] Kejam”

  1. hihihi… aku jg pernah loh mbak me-remove seseorang dr friend list FB ku karena suatu alasan tertentu.
    tp aku bilang2 dulu sama orangnya sebelum ku-remove dan dia memaklumi… πŸ˜›

  2. saya termasuk fesbuker kejam ya Mbak, soalnya beberapa kali saya remove friend list saya. itu karena saya gak mau mengulang kesalahan waktu punya friendster dulu. banyak friend list tapi yang bener2 kenal paling cuma 10% nya, karena saya gak tegaan untuk reject yang mau add friend. skg di fesbuk, no way, kalau saya gak kenal ya saya reject. jadi, friend list saya dijamin halal hahaha….

  3. Memang sebaiknya kita join facebook bukan untuk ‘berbanyak-banyak’ teman, tapi teman yang berkualitas. Lain halnya kalau untuk tujuan relasi bisnis, jualan sesuatu gitu, jadi makin banyak prospek makin baik. : mrgreen:

  4. Assalamu’alaikum wr wb

    Terima kasih, atas kunjungannya ke Blog saya, salam kenal juga ya… Mbak. Terima kasih, mohon doa untuk buku ketiga saya, yang sekarang masih dalam tahap penyelesaian. Blog Mbak bagus. Tulisannya juga bagus-bagus. Kadang memang sulit untuk bisa mengerti, bila ada teman yang memutus silaturahim secara sepihak (walau cuma di FB). insyaAllah dengan tetap berbaik sangka kepada Allah dan kepada teman kita tsb, hati kita akan lebih lapang menerimanya, amin. Semoga kita bisa jadi teman FB juga ya..

    Wassalamu’alaikum wr wb
    Dewi Yana

  5. Assalamu’alaikum wr wb

    Terima kasih ya… Mbak sudah berkunjung ke Blog saya. Makasih dan mohon juga untuk buku ketiga saya yang sdg dalam tahap penyelesaian. Memang kadang agak sulit menerima perlakuan teman yang memutus silaturahim sepihak, krn saya pernah mengalaminya. Tapi insyaAllah kalau kita berbaik sangka pada Allah dan juga pada teman kita tsb dan menerimanya dengan ikhlas, maka kita akan lebih mudah untuk lapang dada dan memafkannya, amin
    Blog Mbak bagus. Semoga kita bisa jadi teman FB juga ya…
    Wassalam,
    Dewi Yana

    1. Mbak Dewi, terimakasih ya, sudah berkunjung. Dua kali komennya karena masuk spam. Ada 2 link di komentar πŸ˜‰

  6. wah wacana tg bagus yah sya ingat ada dosen sya yg ngremove tmennya di fb soalnya nawarin kuis yg kurang sopan katanya hehe, salam knal silahkan add klo mau πŸ™‚

  7. salam kenal mbak ! thank’s banget sudah boleh berkunjung ke weblognya ! Amazing.. banget. buat saya terinspirasi !

    Kembali kasih Pak Nhoer Djien. Salam kenal!

  8. Mba’ bener,awl’e sya jg g’trtarix utk bwt facebook,tp krn ikt2n tmen jd keasyikn ne mba’,tapi sya msh g’punya tmn ci mba’,krn malez facebook kan’e,hehehe.

    Punya akun, kenapa males Facebookan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge