Perkiraan Waktu Baca Satu Tulisan, Ternyata Tak Perlu

Setidaknya, kesimpulan itu yang bisa saya ambil dari seluruh penjawab pertanyaan saya di tulisan sebelumnya, Perlukah Peringatan Waktu Baca Tulisan di Blog.

Terimakasih Billy, Jeprie, Helda, Imelda, Gie, Jimmy, Alamendah, Iskandaria, Marsudiyanto, Haryanto, Cahya, Nasir, Irawan, Andi Sakab dan teman-teman lainnya yang telah berkomentar di tulisan saya tersebut. :-*

Dari Haryanto saya jadi tahu, meskipun Alanda tidak menggunakan plugin, tetapi penghitungan perkiraan waktu baca bisa dilakukan dengan mudah menggunakan beberapa baris kode php saja.

Billy menekankan pada lebih pentingnya memberikan peringatan jumlah gambar daripada perkiraan waktu baca, karena pertimbangan bandwidth ataupun cara mengakses tulisan (via mobile).

Icit, Helda, Jimmy, Iskandaria, dan sebagian besar komentator memberitahu bahwa mereka akan scroll terlebih dahulu dari atas sampai bawah tulisan sebagai upaya untuk memperkirakan waktu baca, dan mengambil keputusan apakah akan melanjutkan membaca atau tidak.

Alamendah menyebut beberapa faktor seperti isi dan tema tulisan, latar belakang pembaca, mood, gaya penulisan, sampai dengan kelancaran koneksi internet berpengaruh pada kecepatan membaca sebuah tulisan.

Lama waktu baca tidak perlu ditampilkan karena kita bisa mengetahui lamanya pembaca berada di blog kita dari analytics, ujar Andi Sakab.

Jeprie paling pas menutup tulisan ini dengan kesimpulan, perkiraan waktu baca bisa jadi tidak akurat, karena banyak faktor yang mempengaruhi lama membaca masing-masing orang seperti yang telah disebutkan di atas.

24 thoughts on “Perkiraan Waktu Baca Satu Tulisan, Ternyata Tak Perlu

  1. Gak dapat petromax, kalah cepet sama mas agus.

    Ternyata banyak yang sependapat bahwa perkiraan waktu baca saat ini belum perlu. Lumayan nama saya ikutan mejeng.

  2. Hihihi posting ini melanjutkan yang kemaren ya mbak is 😀

    Sebenernya si klo menurut aku itu cuma buat pemberitauan klo tulisannya banyak, makanya sebelum baca di kasih tau… biar klo gak minat baca banyak bisa di close lagi blognya.. hihihihi 😆

  3. Kalau menurut saya, sebenarnya apa sih yang dicari pada saat kita menemukan artikel yang pas untuk dibaca? Mengerti atau sekedar tahu saja. Saya pikir perkiraan waktu menbaca setiap orang akan berbeda bergantung niatnya, tentu akan lebih lama ketika orang tersebut tertarik membaca artikelnya tapi dia merasa kesulitan dengan berbagai faktor, seperti penampilannya yang sulit dibaca atau emang dia yang…maaf…”telmi”… hehehe
    Nasir selesai posting Benefits Breast Milk ASI versus Formula Milk

  4. waktu baca ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kita membuka banyak tab, dan alhasil akan ada tab (blog) yang lama “tak tertutup” (maksudnya blog tersebut tetap terbuka karena belum sempat dibaca, karena yg baca lagi asyik buka situs lain)
    r10 selesai posting Meutias Diary 2nd Birthday Award

  5. Usur “menarik tidaknya” tulisan jg berpengaruh dalam lama membaca 😀
    Kalo menarik dibaca sampe selesai, bahkan dihayati lebih mendalam. Kalau ngga menarik tinggal kasih komen sepatah atau dua patah kata.

    Menarik tidaknya juga bergantung pada latar belakang pembacanya.

    Latar Belakang pembaca bergantung pada ….. dan seterusnya

    *jadi suka menggantung*
    @bangsaid selesai posting Modal Nekat

  6. Memang sih menurut saya juga gak perlu,, meskipun saya udah buatkan script nya, karena tergantung temanya,, kalau temanya penting banget misalkan Agama,, dan di dalam postingan itu ada hadist atu ayat tertentu saya bisa berjam-jam karena sambil baca saya cek kebenaran hadistnya itu,, dan kalau saya tidak punya kesempatan untuk ngecek nya saya pilih untuk bookmark dulu,,

    Kalau temanya soal PHP Atau HTML atau Javascript saya baca sambil cobain di localhost,,

    Nah perlakuan Khusus untuk blog Mba isnuansa,, sambil baca saya sambil mikir kalimat apa yang nanti akan saya tulis di kolom komentar 😆 😆 kadang kadang bacanya cuma 1-2 menit nulis komentarnya bisa setengah jam 😆
    Haryanto Blog selesai posting Bukti Bahwa Wartawan Masih gak Faham Juga tentang SalingSapacom

  7. Kalo waktu membaca dikasi timer, bisa aj salah prediksi. Soalnya saya kadang mantengin satu artikel diblog bisa lama banget, bukan karena lama membacanya tapi kadang saya tinggal ngapain dulu atau malah kadang ketiduran. Coz saya kan op warnet jadi gag risau dengan biaya koneksi 😛
    mood selesai posting Saat tak berkata kata

  8. Saya setuju dengan Billy, karena saya melakukan 100% blogging activities di hape :). Dan yang terpenting lagi tulisan tidak perlu panjang, pendek tapi sarat makna..

  9. relatif juga mbak, mungkin tergantung kondisi kapan waktu baca. bagi aku bukan bacanya yang penting, tetapi kemampuan memahami isi balik setelah membaca itu. ada surat ada makna tersirat he he he… salam kenal mbak, oh ya, ijin copas tentang artikel 7 alasan update blog mbak. mantafff isinya, biar temen2ku rajin blogging, keep your nice…

  10. Sebenarnya daripada perkiraan waktu baca, ada istilahnya “excerpt” atau “kutipan”, berbeda dengan tulisan panjang yang dipotong dengan read more, ini lebih seperti memberikan keterangan pendek tentang tulisan dalam satu paragraf. Jika “kutipan” ini menarik, maka pembaca bisa melanjutkan membaca ke tulisan penuh.

    Ini lebih menghemat waktu secara umum daripada menggunakan perkiraan waktu baca untuk melihat kemungkinan lama waktu membaca yang diperlukan.

    Mungkin jika dalam dunia penulisan karya ilmiah, seperti abstrak pada halaman muka. WordPress memiliki kemampuan ini, sayangnya tidak banyak yang menggunakan.
    Cahya selesai posting Perdete Despues

  11. Sah-sah saja pakai timer, sebenarnya itu tergantung selera. Kalau saya pribadi? Baca posting itu terlebih pada soul, selama soul-nya belum dapat ya tetap baca hingga paham, atau yang paling sering pindah bacaan ke posting lainnya yang lebih fresh…
    Fiz selesai posting Jaman Susah

  12. aku seh di kasih saran sama teman untuk membaca itu tidak sedetail mungkin saya di srankan tuk membaca cepat dan menemukan inti sarinya saja… maksih ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge