Pernahkah Jalan Sendiri?

Pertanyaan di atas adalah salah satu yang ditanyakan pada saya ketika wawancara ACI Detikcom beberapa hari yang lalu. Buat yang belum tau ACI Detikcom, sila dibaca di websitenya. Sebuah kontes yang bertemakan cinta Indonesia dan berhadiah jalan-jalan gratis selama 14 hingga 21 hari keliling Indonesia. Dan pemenang utama mendapatkan 100 juta rupiah. Wow! Pengen menang? Tentunya.

Balik lagi ke pertanyaan: “Pernah jalan sendiri ke mana?” Saya terus terang seneng banget dapet pertanyaan itu. Seneng banget! Kenapa? Karena banyak di antara kita pastinya yang biasa jalan-jalan dengan keluarga atau rombongan teman. Jadi saya bisa sedikit mengobati rasa kecewa saya yang merasa kurang nilainya di saat sesi take video. Saya dengan mantap menjawab bahwa saya pernah jalan-jalan sendiri!

Cih! Apanya yang dibanggakan, cuma jalan-jalan sendiri aja! Eh, coba dulu dong, hayoo, siapa yang sudah pernah tunjuk jari. Tuh kan saya lihat cuma sedikit yang tunjuk jari. πŸ˜†

Saya sih pengennya juga sama, kalau jalan tuh ada temennya, tapi terkadang ada saja kendalanya. Seperti jadwal yang nggak nyambung. Saya bisa, kawan harus kerja. Kawan bisa, saya yang nggak bisa. Huh. Akhirnya saya memutuskan jalan sendiri saja.

Jalan bareng teman tuh yang paling kerasa manfaatnya adalah soal biaya-biaya yang bisa di share. Bayar hotel dibagi, sewa kendaraan dibagi, kalau perlu makan-pun dibagi (untuk porsi makanan yang besar tentunya). Kalau jalan sendiri, tentu semua biaya juga harus ditanggung sendiri. πŸ˜₯

Yang berkesan saat jalan sendiri adalah ke Bali via darat. Naik kereta api ekonomi pula. Sempet ngeblog di atas kereta . Nyebrang pelabuhan jam 2 pagi, hehehe. Untungnya, selama di Bali sama enaknya ketika jalan-jalan bareng dengan teman-teman. Ini cerita ngeblog dari Bali. Tulisan saya tentang Ayam Betutu, makanan Khas Bali.

Satu lagi masalah jika jalan sendiri. Kejadian ketika saya jalan ke Makassar. Foto yang di dapat adalah foto objek wisatanya saja. Saya nggak bisa terlalu banyak narsis, karena nggak selalu ada orang yang bisa saya mintain tolong untuk mengambilkan gambar. Nggak semua objek wisata yang dituju ramai pengunjung. Bahkan ada yang sepi dan blas nggak ada wisatawan lain! πŸ˜† Siapa dong yang mau saya mintain tolong?

Berikut beberapa dokumentasi saya saat jalan ke Makassar:
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #1
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #2
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #3
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #4
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #5
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #6
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #7

Bagaimana dengan Anda? Pernah jalan-jalan ke mana saja sendirian?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

26 thoughts on “Pernahkah Jalan Sendiri?”

  1. Wuih..panjang euy list jjs sendirinya πŸ˜€ hebaaat

    Aku pernah sih, tp itu karena kepaksa hehhe kadang ganjil juga, gak ada teman ngobrol.

    Btw, aku pernah ke Roma sendirian, ke melbourne juga. Dua itu aja πŸ˜€ sisanya ke pasar sendirian wekkeke

  2. JJS (jalan-jalan sendir) banyak enaknya juga gak sedikit kendalanya πŸ˜† (berarti 50%-50%) kalau yang dituju tempat yang ramai dan keamanan terjamin sih gak masalah tapi yang jadi permasalahan adalah kalau yang dituju tempatnya gak kondusif dan banyak kriminalitas. Tentunya kita berpikir ulang untuk mendatangi tempat itu. Bukan karena gak ada orang yang dimintai tolong untuk take picture saat didepan objek yang serem namun demi keselamatan diri sendiri :mrgreen:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. hahaha, ketawa baca pengalaman Pak Guru yg naik gunung sendirian Mba.
    Saya pikir dia mau terjun ke jurang karna putus cinta.

    kalo saya, jalalan sendiri ke luar daerah blm pernah, Mba.
    selalu bersama teman atau keluarga.
    yg jalan sendiri dalam wilayah sendiri, tidak usah dihitunglah…hehe

  4. Ini musti yang bener2 sendirian yah Mbak ? hee … Kutu mah paling ke Bogor, or pulang kampung ke Majalengka. Selebihnya y pasti ada temannya, soalnya biasanya ke tempat yang baru pertama kali Kutu singgahi, jadi belum tau medan gt deh mbak

    pengen dunk jalan2 keliling Indonesia, dibayarin pula, hehe ^^
    KutuBacaBuku selesai posting Apa sih Kesia-siaan itu

  5. Travelling is a state of mind….kalo punya temen jalan bagus! Jalan sendiri juga tidak masalah, karena kita bisa konsen dengan sekitar kita tanpa memikirkan apakah partner jalan kita suka ini atau itu…yang pada akhirnya mengurangi intensitas perjalanan itu sendiri. Jalan sendiri punya virtue nya sendiri….ibarat meditasi dengan cara yang berbeda.

    Enjoy Travelling alone…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge