Pesona Pulau Alor NTT dan Tarian Lego Lego

Tulisan ini kiriman Guest Blogger, Satya Be. Teman-teman juga bisa menulis untuk blog ini sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Desa tradisional Takpala di pulau Alor, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah desa yang dihuni oleh suku Abui. Terletak di dataran tinggi Lembur Barat, kecamatan Alor Tengah Utara, kabupaten Alor. Kelompok etnis Abui adalah kelompok etnis terbesar di Pulau Alor. Kata Abui juga sering disebut Tak Abui yang berarti ‘gunung besar’.

Desa Takpala mulai diperkenalkan di Eropa oleh turis Belanda pada tahun 1973. Dia memamerkan jepretan fotonya tentang kehidupan masyarakat Takpala. Dia juga membuat beberapa foto-foto tersebut menjadi kalender untuk mempromosikan kehidupan primitif di Pulau Alor. Sejak saat itu daerah ini dipenuhi oleh turis-turis dari Eropa. Desa ‘Takpala’ berasal dari kata ‘Tak’ berarti ‘Hambatan’ dan kata-kata ‘Pala’ berarti ‘Kayu’.

Oleh karena itu Takpala dapat digambarkan sebagai ‘kayu penghalang’, tetapi beberapa orang lebih suka menggambarkannya sebagai ‘gada kayu (pentung)’. Masyarakat di desa Alor sampai saat ini masih benar-benar menjalankan tradisi dan budaya mereka. Saya menyebutnya sebagai surga tersembunyi dari Indonesia. Masyarakat di pulau ini tidak pernah gagal untuk menghibur tamu-tamu mereka. Karena di sana tersedia banyak tempat liburan untuk kita kunjungi berikutnya, terutama yang berkaitan dengan wisata alam.

Ya, beberapa daerah sangat menarik dengan budaya yang tak kalah uniknya. Kabupaten Alor adalah salah satunya. Ini adalah rumah desa Takpala dan telah menjadi tujuan liburan terbaik untuk belajar budaya dan sejarah lokal. Lokasi ini ada di utara kecamatan Alor tengah dan berada di dataran tinggi. Bagian barat pulau Alor adalah rumah bagi kelompok etnis terbesar, suku Abui. Pejuang yang ditakuti sampai 1984, tapi saat ini mereka sangat ramah menyambut para wisatawan di desa tradisional, Takpala.

Warna Warni Tarian Lego Lego

Tarian lego lego yang ditarikan para penduduk akan tampil menyambut kita saat memasuki desa yang masih sangat tradisional hingga saat ini. Saat menari lego lego, para penari perempuan memakai gelang perak di pergelangan kaki mereka. Sehingga akan menghasilkan suara gemerincing jika kaki mereka dihentakkan. Gemerincing gelang logam itu terdengar mengisi atmosfer di setiap langkah para penari. Saat menari, mereka juga bernyanyi dan melantunkan pantun-pantun asli bahasa nenek moyang mereka. Tapi, bernyanyi dan membaca puisi ini biasanya hanya dilakukan oleh para Penatua. 

Makna tari lego lego adalah suatu bentuk ucapan syukur dan kegembiraan mereka kepada Tuhan. Perempuan setempat bersama para penari lainya mengenakan kain tradisional. Wanita mengurai rambut mereka dan ysng laki-laki menggunakan ikat kepala. Dalam tarian ini para penari perempuan maupun laki-laki membentuk lingkaran menghadap ke mezbah, sambil menari diiringi alunan musik dari gong dan genderang. Suku Abui mengunakan kain warna-warni karena mereka memiliki tenunan tangan dalam pola ciri khas suku mereka. Segala sesuatu yang indah, musik, cuaca, tempat dan kain tenunan yang warna-warni itu.

Kita akan terhipnotis oleh suara genderang moko yang mulai ditabuh oleh Penatua untuk memulai tarian sebagai membuka upacara. Para penari ini tak enggan mengajak para wisatawan untuk bergabung dalam tarian mereka. Tentu saja dengan kehangatan mereka, meskipun sedikit sulit bagi saya untuk mengikuti irama musiknya. Sangat senang menjadi bagian dari upacara ini. Sederhana tetapi bermakna, inilah yang biasa digunakan untuk menandai peristiwa penting kehidupan. 

Saat mencoba bergabung dengan tarian, saya sering menginjak kaki para penari perempuan, tapi untungnya mereka menanggapinya dengan baik dan tetap tersenyum. Pengalaman ini merupakan bagian dari perjalanan ke pulau Alor. Saya selalu menantikan hal ini, saya menganggap itu suatu kehormatan karena diizinkan untuk ikut ambil bagian dalam tradisi penting tersebut. Sekali lagi ini adalah rahasia keramahan suku Alor yang harus kita akui potensinya dari Nusa Tenggara Timur.

Suvenir dari Desa Takpala Pulau Alor

Di akhir pertunjukan tari lego lego dan selesai sudah pengambilan foto, kita dapat mengunjungi bagian kanan desa tempat dimana para wanita Abui menjual berbagai kerajinan tangan lokal buatan mereka sendiri. Ada sekitar 10 lapak darurat untuk kita kunjungi. Beberapa kerajinan termasuk biji kering pisang lokal yang dibuat menjadi gelang dan kalung yang dikombinasikan dengan liontin terbuat dari kayu.

Jenis lain dan juga unik adalah kerajinan biji kayu Kenari yang berasal dari pohonnya. Karena Kabupaten Alor juga disebut “Nusa Kenari” maka bisa jadi kenangan indah jika kita bawa pulang kerajinan yang mirip tasbih kayu ini. Bahkan ada perhiasan yang juga dijual dengan harga sedikit lebih mahal lagi, yaitu taring babi hutan. Namun, apapun itu adalah salah satu pendapatan lokal bagi orang Abui, maka saya membeli sekitar lima kalung dan tiga gelang sebagai oleh-oleh.

Di tempat-tempat seperti ini, sering kali terasa sangat baik untuk berkontribusi pada masyarakat. Beberapa lapak bahkan menjual parang (pedang) buatan tangan dan perisai kayu. Bagi Anda yang gampang marah, saya akan sarankan untuk tidak membelinya (takut di salah gunakan). Tetapi sekali lagi, jika Anda seorang kolektor pedang yang serius, pedang asli suku Abui benar-benar eksotik untuk di koleksi.

2 thoughts on “Pesona Pulau Alor NTT dan Tarian Lego Lego

  1. Waktu itu pernah tugas ke NTT tepatnya di gedung P4TK Jl Soeharto, karyawan P4TK disana sarankan untuk ke Pulau Alor ini, namun waktu itu waktunya mepet, hanya dapat hadiah gelagn bahas dari salah satu karywan yang sangat akrab waktu itu..

    NTT penuh kenangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge