Piknik Sebentar Ke Candi Plaosan

Holla! Selamat tahun baru 2019 semuanyaaa~

Gimana semangat ngeblognya masih menyala? Semoga nggak pernah padam ya. Saya juga (rencananya) mau lebih semangat lagi nulis di blog ini. Mudah-mudahan sih nggak hanya semangat di depan, akhirnya nanti letoy ya.

Di tulisan perdana tahun ini mau cerita salah satu tempat yang saya datangi selama liburan akhir tahun 2018 kemaren. Yap, Candi Plaosan tepatnya.

Saya maen ke Candi Plaosan tanpa rencana. Sudah beberapa hari di Klaten kok belom jalan ke mana-mana, paling makan doang. Diana diajakin ke luar juga susah, malah lebih seneng main sama simbahnya.

Jadi ya sudahlah ya, Diana dititipin sebentar ke simbahnya, saya dan suami pergi sebentar ke tempat yang nggak begitu jauh. Saya pilih ke Candi Plaosan, salah satu candi yang ada di Klaten yang belum pernah saya datangi.

Cek di peta, nggak jauh dari Candi Prambanan, ya syudah langsung cuzz aja, yamasak pakai nyasar sih kalau cuma ke daerah situ, pikir saya. Dan benar, Candi Plaosan ini gampang banget kok ditemuinnya, nggak jauh dari Candi Prambanan yang terkenal itu.

Harga tiket masuknya murah meriah banget ternyata, hanya Rp. 3.000,- saja per orang. Pas sampai lokasi cuaca sudah mendung adem gitu, jadi ya sesuai dengan rencana, nggak bakal lama-lama di candi ini, lagipula Diana juga ditinggal di rumah kan ya..

Baca-baca di internet, Candi Plaosan ini adalah candi bukti cintanya Rakai Pikatan yang beragama Hindu kepada istrinya Pramodyawardhani yang beragama Budha. Sampai sekarang pun masih ada pengunjung baik yang beragama Hindu maupun Budha datang ke Candi Plaosan untuk beribadah, menurut guide.

Masih banyaknya batu yang berserakan, itu karena proses pembangunan candi memang belum selesai sampai sekarang. Jika rampung semua, nantinya akan ada 58 candi yang berbentuk persegi dan 116 stupa yang mengelilingi candi utama di Plaosan Lor.

Btw, ini candi Plaosan Lor ya, Candi Plaosan Kidul ada di seberang jalan dari candi ini, tetapi saya nggak ke sana.

Mengelilingi Candi Plaosan juga tidak butuh waktu yang lama, cuma sebentar doang udah selasai. Pas saya ke sana, nggak begitu banyak pengunjung, karena ya memang belum waktunya liburan beneran sih, masih pertengahan Desember gitu.

Dari guide juga saya tahu, pembangunan candi ini butuh waktu lama. Pasca gempa sampai sekarang aja baru selesai segitu ya, masih banyak lagi yang belum berdiri, apalagi banyak juga batu yang tidak ada. Buat membedakan batu asli candi dengan batu imitasi (tambahan) adalah adanya 2 buah lubang di setiap batu yang nggak asli.

Saya naik dan masuk sampai ke dalam, dan di dalam tercium bau dupa yang dibakar. Angin di dalam candi semilir dan lebih sejuk dibandingkan di luar candi yang panas dan minim angin.

Kabarnya, aktifitas yang paling disukai di Candi Plaosan adalah sunrise/sunset photo hunting, tapi saya belom tertarik lama-lama bertahan di sini sampai sunset deh. Nggak lama dari saya di sini udah mulai gerimis, jadi saya memutuskan cabs saja.

Seneng, akhirnya bisa menambah satu lagi tempat di Klaten yang bisa didatangi. Kota kelahiran, yang belum sempat dijelajahi semuanya. Mungkin nanti selanjutnya candi yang bakal dikunjungi Candi Sojiwan.

4 thoughts on “Piknik Sebentar Ke Candi Plaosan

  1. Wah kalau ke Klaten nanti coba ngajak suami ke candi plaosan. Tahun kemarin ke Klaten cuman mampir ke Masjid Agung Klaten aja. Masjidnya bagus banget ya. Mudah-mudahan tahun ini bisa eksplore destinasi wisata di klaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge