PPC Vs Review, Mana Yang Lebih Menghasilkan?

Akhirnya, blog saya pasangi iklan banner juga dari Telkom Fleksi. Setelah dari dulu tidak minat memasang iklan jenis banner tersebut. Kenapa nggak minat? Sederhana: saya nggak mau iklan yang kebanyakan bombastis dan menjual mimpi.

Tiba-tiba, melalui twitter, saya mendapat link informasi sebuah situs yang menawarkan kesempatan kepada blogger Indonesia untuk bekerja sama memasang iklan. Dan client mereka adalah brand besar, bukan sejenis iklan dari para penjual mimpi. Saya langsung tertarik buat bergabung.

Tujuan saya nggak semata-mata pada hasilnya sih. Soalnya baca-baca dari banyak tulisan, menyarankan untuk bersabar jangan memasang iklan terlebih dahulu sebelum mencapai sekian ratus ribu unique page view. Saya jangankan sekain ratus ribu, sekian puluh ribu saja belom. Tapi nggak papa. Ini proses belajar juga, supaya ada ilmu yang nantinya bisa dibagi. Apakah iklan banner akan menghasilkan jumlah yang lebih besar daripada nulis review? Apakah blog dengan tulisan yang tidak relevan dengan iklan yang dipasang akan sukses meraih klik?

Saya sebenarnya juga termasuk kategori “memaksakan diri” menerima iklan Fleksi. Saya kan sama sekali nggak pernah nulis tentang operator telekomunikasi, apalagi seingat saya, belum pernah sekalipun mengetikkan kata Telkom Fleksi di tulisan saya, jadi pengunjung yang datang menuju blog ini, tak satupun dari mereka mencari informasi tentang Fleksi. Padahal iklan banner yang ada adalah itu. Mungkinkah mereka akan klik iklan? Sepertinya tidak!

Penasaran diri saya sangat tinggi. Selama ini saya belum mendapat jawaban tentang berapa sih sebenarnya penghasilan blogger-blogger yang memasang iklan Pay Per Click jenis “penjual mimpi”. Padahal sidebar mereka sudah dipenuhi dengan iklan. Isi postingan pun penuh sesak dengan kotak-kotak berisi link iklan. Apakah yang dihasilkan sesuai dengan space yang disediakan di blog?

Telkom Fleksi ini memberikan nilai Pay Per Click yang lumayan tinggi buat ukuran sebuah iklan banner. Kita tunggu aja hasilnya, nanti akan saya tulis laporannya kok. πŸ™‚

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

55 thoughts on “PPC Vs Review, Mana Yang Lebih Menghasilkan?”

  1. Saya bantu klik deh bro… Btw postingnya kan berjudul “PPC Vs Review, Mana Yang Lebih Menghasilkan?” kenapa isinya banner flexi doang

    1. Iya juga ya, soalnya yang tentang review sudah saya tulis dua hari sebelumnya. Kumplit samapai nominal yang bisa didapatkan dari nulis review. Kalau diulang-ulang membosankan buat yang sudah baca.

      Terimakasih pertanyaannya, menyadarkan saya buat nulis yang lebih baik. Kesannya jadi nggak ada hubungannya antara judul dengan isi tulisan ya?

      Padahal saya sudah menulis tentang yang paid review sebelumnya, gitu…

      1. Berdasar yang saya baca di banyak situs, rekomendasi untuk pasang iklan PPC itu kalo trafik sudah diatas 100.000 per bulan Mas. Lha saya ini masih puluhan ribu saja. Jauuuh… Dan dalam beberapa hari ini, memang hasilnya masih minim. Nanti saya tulis kalo sudah berakhir periode iklannya.

  2. wah si mbak yang satu ini emang ahli banget yak.. (^_^)
    uangnya lumayan ya mbak buat jajan bakso..

    aku lebih suka iklan yang kaya gini..
    daripada iklan-iklan yang lain…yang iklanny kayanya gak mungkin aja.. πŸ˜€
    usagi selesai posting Wish Me Luck For Today

    1. Dari brand-nya mungkin Rp. 2.000,- Dengan sistem pembagian 65:35, publisher dapat Rp. 1.243. (hayyah, jadi buka-bukaan dot com)

      Blogspot jelas diterima! Teman GEN (lupa alamat blognya) yang blogspot aja diterima, dan trafik bulanannya 275.000. Penembak keyword yang jitu dia, hihihi…

  3. udah daftar sih kemaren, tapi males pasang banner-nya. Selain traffik masih rendah, saya musti ngedit theme dulu biar iklan tampil cakep.

    Kalo saya sih cari penghasilan online mending yang lebih jelas dapetnya, jadi freelance. Meskipun jarang dapet kerjaan, tapi sekali dapet hasilnya lumayan πŸ˜€
    Aris FM selesai posting 5 Twitter Tools yang layak dicoba

    1. Makanya saya nyoba dulu ini. Biar bisa cerita karena udah bener-bener ngerasain, hehehe…

      Kalo belom nyoba, belom puas. Dan ceritanya nanti akan lain kalo udah pernah, sama hasil membaca pengalaman orang lain. Bukan begitu?

  4. Jadi inget kopdar kita tempo lalu di itc πŸ™‚ yg nyinggung2 masalah PPC, dan baru kali ini mbaq isnu ngebahasnya. Semoga sukses.

    PPC Vs Review, Mana Yang Lebih Menghasilkan? menurutku tergantung mana yg mau di “seriusi”… program PPC dijalankan dgn serius, hasilnya bisa lebih menghasilkan dari Review. Sebaliknya review dikelola dgn serius, maksudnya memperbanyak blog PR/rajin nongkrongin broker review, hasilnya bisa melebihi PPC. Penjelasan dari para master mah istilahnya FOKUS. Sayangnya dibisnis internet kalau mau fokus suka susah2 gampang . πŸ™‚

    Salam,

      1. Ah, ga perlu ajar2in… toh nanti Mbaq Isnu bakal banyak belajar dari pengalaman… Sing penting nyemplung dulu baru deh tahu liku2nya… πŸ™‚

  5. PPC vs Review?
    Semuanya menghasilkan dan tidak ada ruginya kok untuk dicoba.
    Soal musti nunggu uniq visitor perbulan sampai 100rb, itu semua BS. Gak perlu musti nunggu sampai angka segitu untuk nyari duit. Toh juga gak merugikan pengonjung.

    Istilah kasar, kalo mau cari duit ngapain musti pilih-pilih dan ditunda-tunda?
    Selama halal udah terabas saja. hehe

    Oya, iklannya udah saya klik, kira-kira dapet berapa tuh? πŸ˜€
    dimasangga selesai posting News Tinypic Menghentikan Layanan untuk User Indonesia

  6. sepertinya blog saya masih jauh dari kriteria derasnya trafik, ya saya tahu itu hanya bersifat sementara…semoga. klo masalah penghasilan saya angkat tangan deh, soalnya belum menghasilkan apa-apa dari kedua hal tersebut…yah untuk mengtahui hasilnya, emang harus dicobakan Mba is? sukses ya…

  7. Saya gak bisa membandingkan mbak. Karena gak begitu serius di paid review. Hanya merasakan saja kalo mengelola 2 blog dengan 2 broker tidak terlalu menyita waktu.
    PPC bagi saya betul2 berat namun banyak tantangannya. Tantangan terberat adalah bagaimana blog kita ada di posisi 1 search engine dengan kata kunci yang banyak dibidik orang.
    Kalo Kang Casrudi bilang nyemplung dulu saya agak setuju. Namun jika sudah kenal punya tutor itu lebih baik. Seperti saya yang berguru ke beliaunya itu. Aplikatif banget. Saya pikir gak ada salahnya diskusi sama-sama (kalo Mbak Nunik gak berguru kali yah istilahnya, tapi diskusi karena kemampuan dan pengetahuan ngeblognya sudah advance πŸ™‚ ).
    Selamat memilih aja πŸ™‚

  8. wah …bener banget tuh………dari pada ptc yang ga jelas….udah nyoba beberapa kali tapi hasilnya manyun……………………….

  9. halo, salam kenal dan kunjungan balik nih, hehehe saya sendiri masih belum tahu tuh berapa hasilnya. tapi saya pasangnya untuk sekedar hiasan saja. sukur2 kalo ada yang minat. kalau bandingkan itu sih, menurut saya PTR yang lebih gede. entahlah pastinya, saya sendiri belum ikutan tuh
    ajundi14 selesai posting Cara Mendapatkan Backlink Dan Traffick

  10. Wah, saya dukung, Mba.
    Berapa pun hasil yg didapat nanti, saya mau belajar hal ini dan loporannya ditunggu.
    Kalo iklannya masuk akal boleh dicoba, Mba.

    Tapi, kali ini saya tidak dapat mengklik iklannya karena pake operamini.
    Inìlah resiko ketika kita memilih theme versi mobile iklannya tidak ditampilkan.
    Lain kali saya akan datang via aplikasi bukan operamini lagi, Mba.
    Iklannya akan kelihatan.

  11. Berarti anda bukan blogger matre. Basic blogger nggak sama mbak, mungkin ada yang memang mencari penghasilan dari ppc untuk penghidupan. Jadi g peduli berapa space yang mereka keluarkan untuk ads.

  12. mbak tolong dong ajarin bikin blog yg bisa menghasilkan duit, gak mustahil jaman sekarang siapa sich yang tidak tertarik dengan namanya duit, siapa tau klo saya udah punya blog bisa buat tambah-tambah uang dapur..hehehehe………thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge