Sarapan Dengan Omelet Cinta

Saatnya kembali ke jalan yang benaaarrr! Hahahaha. Belom bener-bener amat sih, karena makan makanan rumahan ini paling baru 10% dari total makanan yang masuk ke perut, tetapi setidaknya sedikit demi sedikit saya ada kemauan untuk belajar memasak. Biar kantong juga bisa ceria, karena memasak sendiri itu betul-betul bisa menghemat pengeluaran bulanan. Lumayan kan, sisanya bisa buat jalan-jalan, atau sesekali makan enak di restoran yang endeus. *lhoh*

Oke, untuk percobaan pertama ini, saya akan memamerkan keberhasilan saya membuat sarapan sendiri.

Keberhasilan memasak ini nggak bisa dilepaskan dari video memasak yang bertebaran di Youtube. Saya memang masih mengandalkan visual untuk belajar, jadi khusus untuk masak-memasak saya memilih belajar di Youtube dibandingkan di food blogger.

Olive Oil

Bahan membuat omelet cinta:

  • 3 butir telur
  • 1 buah wortel ukuran kecil
  • 2 batang daun bawang
  • 1 buah paprika ukuran kecil
  • 1/2 bawang bombay
  • 3 sendok makan Olive Oil
  • garam dan merica secukupnya

Bahan yang saya bikin sudah saya modifikasi dari yang ada di video ya. Yang divideo nggak pakai paprika, tapi saya pakai. Kalau suka pedes, boleh ditambah dengan irisan halus cabai rawit, tetapi karena saya bikin sekalian buat sarapan Diana, jadi kali ini nggak pakai cabai. Untuk rasa pedesnya nanti kalau sudah matang bisa dicocol saos.

Cara membuatnya cukup mudah. Kalau lihat step-stepnya di video, pasti semua bisa bikin. Omelet ini kan cuma kata lain dari telor dadar, hehehe. Wortel, daun bawang, bawang bombay dan paprika dirajang halus, dimasukkan ke dalam telur yang sudah dikocok lepas. Jangan lupa menyisihkan telur yang sudah dikocok sebanyak 3 sendok ya, ke dalam mangkuk kecil. Tambahkan dengan garam dan merica secukupnya ke dalam telur. Lalu dibikin dadar gulung. Nah, biar tampilannya cantik, ikutin deh metode yang ada di video.

Olive Oil

Yang penting, memasaknya harus lumayan sabar. Nggak lama kok. Kesalahan saya sebelum melihat video ini, adalah menuangkan seluruh adonan sekaligus ke dalam penggorengan, hahaha. Jadi, matengnya lama, dan sewaktu digulung jadi berantakan. Setelah saya ikutin cara di video, ternyata memang kalau tipis jadi gampang bikin gulungannya, dan tampilannya jadi cantik. Biar nggak lengket, setiap kali mau nuang adonan telur, olesin dulu wajannya dengan Olive Oil ya.

Olive Oil

Setelah semua matang, baru deh, dipotong melintang dan disatukan menjadi bentuk love-love. Rekatkan dengan telur yang sudah dipisahkan sebelumnya, dan matangkan sebentar di atas penggorengan. Taraaa, selesai dan siap disantap sebagai sarapan lezat untuk keluarga tercinta.

Biar lebih sehat makanannya, mulai sekarang saya memang memakai Olive Oil. Infonya banyak saya dapatkan dari Β @OliveOil_ID dan Bergabunglah di Revolusi Olive Oil. Dan tanggal 11 Maret 2014 tadi, saya ikutan acara “Healthy Food Goes To School”  di SDN Menteng 01 Pagi. Nantikan cerita saya tentang event tersebut di blog ini ya! πŸ˜‰

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

43 thoughts on “Sarapan Dengan Omelet Cinta”

  1. Waaaah….

    Zaman sekarang kalau mau belajar masak emang relatif gampang, ya. Banyak video2 memasak di internet. Terus cari-cari bahannya juga gampang, soalnya skrg banyak supermarket yg lengkap-lengkap.
    Aku juga abis belajar masak. Beberapa hari yg lalu abis masak Magelangan, hehe….
    Ditter selesai posting Mulai dari yang Paling Mudah

    1. Betuuulll, emak-emak pemula macam saya ini banyak terbantu oleh yang sudah malang melintang di perdapuran dan mau share pengalamannya melalui video.

      Soal belanja, nggak masalah, karena sekarang mini mart pun sudah lengkap banget.

    1. Hihihi, sama, Mbak, saya juga nggak bisa dibilang pinter masak. Ternyata, asal ada kemauan, bisa kok kita praktek bikin makanan yang belum pernah kita bikin sebelumnya.

      Makasih sudah mampir ya. πŸ˜€

  2. Karena 2 anakku goldarnya AB, sering pakai olive oil buat masak.
    Aku nggak bisa masak, udah sering belajar bahkan pernah ikut kursus tetap saja gagap :))
    Untung ada Bude di rumah yang bisa masak, nggak perlu beli di luar.

    1. Saya panas-panas langsung saya potong, hahahaha, trus disatukan, dan dikasih ‘lem’ pakai sisa telor, Mbak. Nggak sabar kalau nungguin dingin dulu. Biar kompor sekalian nggak usah dimatiin, dikecilin doang. πŸ˜€

  3. Saya yakin dari semua komentator, banyak yg fast reading dan gak muter videonya haha..

    Kecuali aku lah ya, aku buaca semuanya dan muter videonya, dan akhirnya aku kepingin bikin juga!!! Kampret banget idenya brillian yaaa…
    ndop selesai posting Jangan Takut Menggurui

  4. wow bisa lope lope gituu mbaa.
    dulu aku bisa bikin gede dan lebaar gitu. sejak kerja n di mes ada yg masakin, jd gak pernah masak lagi. kayanya jg ud gabisa masak kali ya aku. hihi.

    btw, maaf bgt mb komennya di blog aku 2x masuk di spam. karna aku jarang ngecek2 spam, baru kmarin taunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge