Sepenting Apakah Halaman Tentang Saya

Sudah beberapa bulan yang lalu saya menulis sebuah artikel tentang halaman Tentang Saya yang hingga kini masih mengendap di dalam folder draft dan belom selesai-selesai saya rapikan.

Padahal, tinggal sedikit lagi materinya. Entahlah, sangat malas untuk menyelesaikannya.

Kini, saya malah lebih tertarik untuk bertanya kepada Anda semua, pemilik blog, yang mendasar tentang halaman ‘tentang saya’.

Penting nggak sih, halaman Tentang Saya di sebuah blog? Apakah Anda selalu ingin mengetahui dan membaca halaman Tentang Saya jika sedang berkunjung ke sebuah blog? Halaman Tentang Saya yang seperti apa yang Anda ingin baca? Bagaimana dengan profil blogger yang anonim?

Woooohoooo, banyak banget ya pertanyaannya?

Kalau saya yang dikasih pertanyaan seperti itu, akan saya jawab sebagai berikut. Soal penting atau tidak, saya berpendapat tetap penting, terlepas orang lain akan membacanya, atau justru mengacuhkannya. Jujur, saya sendiri tidak selalu ingin mengetahui siapa sebenarnya pemilik blog tersebut. Banyak blog yang saya singgahi tanpa sempat membaca halaman Tentang Saya-nya.

Saya lebih sering ‘menilai’ seorang blogger -salah satunya- dari komentar-komentar yang diberikannya terhadap artikel di blog lain yang juga saya kunjungi. Halaman tentang saya kan dibuat oleh blogger yang bersangkutan, dan biasanya hanya mengungkap yang baik-baik saja. Jarang menuliskan sifat atau sisi negatifnya. Tapi komentar justru ‘berbicara’ lebih banyak dari apa yang diungkapkan oleh blogger di halaman Tentang Saya-nya.

Halaman Tentang Saya biasanya sekedar saya manfaatkan untuk mengetahui informasi ringan seputar di mana blogger tersebut tinggal, usianya, pekerjaannya, dan hobby atau ketertarikannya terhadap suatu bidang / topik. Itupun belum tentu semua dituliskan dengan rinci. Banyak yang menutupi tidak bersedia mengungkapkan hal-hal pribadinya.

Ketika menemukan sebuah artikel bagus dan saya berpikir bahwa pemilik blognya seorang yang hebad, biasanya saya langsung mencari halaman Tentang Saya di blog tersebut. Namun saya agak kecewa juga jika tak banyak yang bisa saya dapatkan dari sana. Terutama -apalagi- jika pemiliknya anonim. Memang sih, tak penting siapa yang berbicara, lebih penting apa yang dibicarakan, tetapi makin yahud aja kalo saya bisa merasa dekat dengan pemilik blog tersebut.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah halaman Tentang Saya di blog Anda sudah menerangkan dengan baik siapa Anda sebenarnya kepada para pembaca blog?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

37 thoughts on “Sepenting Apakah Halaman Tentang Saya”

    1. kalau saya masalahnya lain lagi. karena saya anawia dikira blogger cewek, maka saya jelaskan dihalaman about. itu saja. selebihnya sebagai pajangan aja yang atinya blg itu diurusi.

  1. Mbak Nunik pernah menulis tentang “about me” nya saya, di suatu posting sebagai puanjanggg banget hehehe.

    Ya saya awalnya menulis itu sebagai catatan perjalanan hidup yang runut, makanya jadi panjang begitu. (dan belum selesai)…siapa tahu kelak kalau saya mati, gampang deh kalau mau buat biografi hihihi. Dan dengan membaca itu, cukup banyak sahabat lama yang “reuni”.

    Saya sendiri selalu mencari page tentang saya, jika saya membaca blog baru, dan memang tidak ada yang blak-blakan seperti saya (mungkin). Dan saya tahu bahwa dia hanya ingin menulis yang permukaan, bukan dari hati. Begitu kita menulis dari hati, identitas kita pasti harus kita buka. Tak kenal maka tak sayang, bukan?

    EM

    1. Yap bener, Mbak. Saya pernah nulis disalah satu postingan, tapi lupa yang mana, hehehe…

      Baca about me-nya Mbak Imelda nggak cukup setengah jam kalo bener-bener bacanya (nggak fast reading).

  2. Bagi saya tak terlalu penting , aku jarang melihat prihal diri di blog kawan-kawan. karena memang tak melihat dari siapa orangnya.aku hanya menilai dari kata-kata karena ini hanya maya.kecuali sudah kopdar

  3. Mba’ Nunik, Bagi saya halaman ‘Tentang’ itu penting. Saya kalau pertama kali mengunjungi sebuah blog, mesti membaca halaman About dulu. Selain ingin tahu identitas pemiliknya, juga supaya mudah menyapa panggilannya saat berkomentar.

    Anonim? Itu memang haknya dia sih. Cuman saya merasa seperti mengunjungi rumah tak bertuan.

    Halaman About yang seperti apa? Yang penting ada nama, panggilan, alamat (minimal kota asal), status, dan hobi. Mungkin segitu cukup kali ya. Tapi makin lengkap makin bagus menurut saya. πŸ™‚
    .-= budiastawa selesai posting Cara Menyembunyikan Artikel dari Home Page [Wordpress] =-.

    1. Meski rumah tak bertuan, tapi kalo tulisannya mantap, anggap saja kita jalan-jalan di objek wisata. Tapi kalo udah nggak bertuan, nggak bagus pula, eerrr, serasa nyasar di kuburan πŸ˜†

    1. πŸ˜†

      Iya, saya aja sudah nulis sepanjang itu di Tentang Saya dan majang foto paling cantik di sudut kiri atas, tetep saja masih sering dipanggil MAS. πŸ˜†

  4. Kalau menurut saya sich perlu Mbak…
    Belum terlalu penting tapi perlu.

    Baru terasa penting kalau ada pendatang baru yang pengin tau tentang kita.

    Untuk pengunjung lama yg sudah sering datang sich nggak akan nyari halaman itu, apalagi yg sudah sering komentar.

    Bukankah rata2 yg kita postingkan sudah menggambarkan tentang kita?.
    .-= marsudiyanto selesai posting 3 in 1 =-.

  5. Salam kenal.
    Tentang Saya? Info itu penting namun juga tidak penting; kalau kita sebagai orang Timur pasti berpendapat seperti itu.
    Kalau orang Barat, lain lagi, About Me alias Tentang Saya sangat penting, selain untuk memperkenalkan diri (promo diri juga), adalah untuk memberi pertanggung jawaban atas isi artikel. Thks.
    .-= Anggara selesai posting PENJELAJAH BAHARI SEJATI =-.

  6. saya mbaca profilnya, ingin tahu siapa pemilik blog agar saya bisa memanggilnya dengan tepat,apakah nduk/mbak/mas/pak/sir,mbah, dll.
    Soalnya ada blog yg gambar avatarnya wedok ayu tapi sing duwe pistolnya dowo..
    Nek blog ini kan avatarnya manis,sing duwe yo ayu merak ati.pas dimata-pas dihati. Lak ngono seeee

    wis ngono mbak alasanku.
    salam sayang
    .-= BlogCamp selesai posting Gethuk Weekend Pembawa Rejeki =-.

  7. perlu dan penting,biar tidak salah ngucap/nyapa..tp saya sendiri naruh halaman “tentang” minim info,paling cuman foto doang..lagian nanti di postingan toh ketauan apa aja tentang dirikuuu πŸ˜€

  8. Apa sebenarnya ini bisa dibilang salah kaprah ya? Kalau situs biasanya yang ada halaman about, jadi tentang situs itu, kalau ada yang membuat about di blog ya tentang blog itu.

    Jadi sebenarnya bukan tentang narablog-nya, tapi tentang blog-nya. Kemudian konsepnya bergeser karena menyalin begitu saja dari kata “about me” yang menjadi bagian dari situs personal, padahal itu sendiri kurang tepat, sebenarnya “about” selayaknya tetap “about” saja.

    Makanya sampai sekarang rasanya yang ada hanya atribut “about” bukan “about_me”, he he… πŸ˜€
    Tapi inilah perkembangan zaman.

    1. Yap, Bli. About tentang situsnya.

      Nah, kalo kini menjadi halaman Tentang Saya, mungkin mengadopsi dari buku: ada halaman Pendahuluan, Kata Pengantar dan Tentang Penulis.

      Apakah selayaknya di blog juga About hanya soal situsnya saja, dan tentang penulis dibuatkan halaman tersendiri?

  9. Penting banget untuk pencitraan diri, apalagi untuk blog-blog komersial.
    .-= rauff risharasakti selesai posting Logo Blog dan Pencitraan Blog Anda =-.

  10. jujur saya memang kurang concern dengan halaman tentang saya :mrgreen: mengingat siapa sih saya, dan juga blog saya ini bukanlah blog yang serius. toh saya hanya ingin blogwalking dan dapat ilmu dan teman se-“tipe” :mrgreen: . di setiap blogwalking juga saya jarang sekali membuka ‘tentang saya’ yang penting artikelnya :mrgreen: gitu ….
    *tentu saja pendapat saya berbeda dengan blogger beneran :mrgreen: *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge