Siapa Untung, Brand Atau Blogger?

Sudah sering baca dong ya tulisan saya di blog ini tentang menang kuis “ini itu”, terutama melalui media twitter. Dan biasanya, saya bakalan tulis di blog cerita tentang kemenangan kuis “ini itu” tersebut.

Saya duga, beberapa brand memang sengaja (yang bukan menentukan pemenang berdasarkan penjawab tercepat) memenangkan blogger, karena akan tau efek positif penulisan di blog.

Itu kalo Social Media Managernya beneran ngerti dunia social media, bukan asal comot sembarang karyawan dijadiin pemegang akun brand.

Lantas, mari hitung-hitungan angka. Bukan sok hitung-hitungan sih ya sebenernya, ini buat pengetahuan blogger yang lain juga, soalnya kemarin ada beberapa yang tanya ke saya soal “tarif” nulis review, makanya saya kaitkan saja.

Untuk hadiah kuis “ini itu” yang besar, ya sudah wajar kalau seorang blogger akan menuliskan ceritanya dengan serius di blog. Tetapi untuk yang hadiahnya seperti tiket nonton, pihak mana yang untung?

Selembar tiket nonton, berharga (paling mahal) Rp. 50.000,- Dengan menuliskan cerita di blog, berarti nominal yang kita dapat (meski bukan dalam bentuk uang) ya sebesar itu.

Sedangkan kalo review, seperti obrolan saya dengan PakDhe waktu kopdar di Riung Sunda, minimal yang harus kami dapatkan itu $10, di bawah nilai itu tolak saja. Dan saya setuju. 200 kata yang kita tulis, dengan 1-3 link menuju situs pemasang iklan, seharusnya berharga di atas $10.

Kenapa kecil? Karena dalam paid review pada dasarnya yang di cari adalah backlink, bukan engagement. Tak perlu ada komentar yang masuk. Meski secara moral ya sebenernya kita nggak boleh sembarangan nulis paid review, tetapi karena harganya yang rendah itu, ya asal tulis aja, tinggal.

Kalau jumlah $10 di paid review dianggap kecil, lantas, bagaimana jika hadiah kuis adalah tiket nonton? Apakah seorang blogger nggak merasa rugi menuliskan “review brand pemberi hadiah” tersebut di blog? Seharusnya sih, enggak juga. Ada nilai yang tak terhitung yang didapat oleh blogger. Blogger dapat cerita. Hidup matinya blog bergantung pada apa yang bisa kita tuliskan secara kontinyu di blog, bukan?

Bagaimana menurut Anda? Siapa lebih untung?

35 thoughts on “Siapa Untung, Brand Atau Blogger?

  1. hm, semua untung mbak.

    Kalo memang gak mau nyebutin brand yg udah kasih kita hadiah, blogger tinggal sebut brand dengan , misal M*Z**e (utk salah satu brand minuman ).
    Karena blogger juga perlu sharing2 cerita keberuntungannya dia,

  2. Kalau saya yang dapat hadiah dan diminta nulis review, kemungkinan besar akan saya tolak. Terutama jika hadiahnya cuma selembar tiket. Tapi kalau memang itu berguna buat saya pribadi dan bermanfaat bagi pembaca saya pasti akan ikut mempromosikan, walaupun hadiahnya minim sekali.

  3. Kayaknya sama2 diuntungkan Mbak, tergantung bagaimana cara ngetungnya.
    Dan tentu saja jangan hanya dari tinjauan materi semata.

    Kita tinjau dari sisi blogger saja,
    Dia dapat bahan postingan, yang pastinya aktual dan menarik, apalagi mbahas tentang hadiyah…

    Lalu ada manfaat ganda, yaitu pahala dan rasa aman. Pihak brand akan senang, dan kita aman dari jerat hukum.
    Knapa?
    Karena nggak ada satu pasalpun dalam KUHP bahwa “perbuatan menyenangkan” itu melanggar hukum. Yang melanggar adl perbuatan tidak menyenangkan
    marsudiyanto selesai posting Mertamu

  4. bingung juga yah klo gitu caranya….
    mungkin klo hadiahnya gede… tulisannya agak banyak.
    klo hadiahnya “ceketek” ya ala kadarnya… yg penting ada report. Wkwkwkw

  5. Keduanya beruntung dengan catatan masing-masing memerankan peranan-nya, blogger, social media dan semua web 2.0 recipes adalah bagian dari advertising tricks and gimmicks.. dimana niche segment itu saat ini masih dimiliki para blogger – apalagi sata kaliber blogger itu memang sudah tersohor 😀

    Jadilah blogger yang konsisten, baik dalam mutu tulisan, bobot promosi yang dimuat dalam tiap tulisan/artikel dan manfaat yang bisa diambil oleh pembaca – at the bottom line the one who brings more benefits will stay afloat among others with bad or crappy advertisement.

    Seneng udah bisa mampir kesini, salam hangat dari Kuwait.
    domba garut! selesai posting UNICEF berikan pembekalan kepada Konga XX-H-MONUSCO

  6. ke2 belah pihak dong
    secara sama2 menikmati hasilnya saat itu juga.
    Tapi untung yg didapat Brand jauh lebih besar dan berjangka panjang dg link yg dipasang sang Blogger 🙂
    gitu loh nurut pendapat sy

  7. Kalau masalah siapa yg untung tentunya ke2 nya diuntungkan. Karena sama-sama menghasilkan “sesuatu”. Tp kalau mana yg untungnya paling besar, wah itu susah dijawab.

    Yg jelas saya ga pernah ikutan kuis kaya gitu. Mending pasang ‘idblognetwork’. Sehari bisa dapet 50.000 Wkwkwkwkkk…. :mrgreen: 😆

    Lama tak komen…

    1. Hahaha, ini saya penasaran aja, hampir semua blog blogspot (bukan menyerang ya) memasang iklan pay per klik. Saya mau membuktikan aja, berapa sih yang di dapat?

      Saya masih percaya kok, kalo review masih lebih besar. 🙂

      1. Soalnya di blogspot job review susah benerrrrrrrr…!!!! apalagi kalau temanya bukan “lahan basah” seperti blog saya. Sekarang rata2 yg dapet job cuma blog domain sendiri (yg gratisan jarang). Belum lagi kemampuan menulis English yg belepotan, maka PPC jd satu2nya pilihan buat Monetize blog.

        eh, kalau satu-satunya bukan pilihan. tp paksaan 😆

  8. Saya sendiri sih tak mempersoalkan soal siapa yang untung, soalnya yang penting kita tetap bisa menulis meski tak dibayar sekalipun. mungkin karena saya sudah menjadi menulis sebagai hobby kali ya? bagi saya, produktivitas serta tidak malu-maluin ya sangat penting. semakin sering menulis ya kemampuan kita semakin terasah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge