Staycation Semalam di Artotel Thamrin Jakarta

Diana udah pengen banget bobo hotel, padahal emak bapaknya sama sekali nggak ada rencana jalan-jalan ke luar kota. Ya sudah, akhirnya diputuskan staycation aja di Jakarta, itupun pilih yang nggak terlalu jauh jaraknya dari rumah. Tadinya saya pengen nginep sekali lagi di daerah Ancol, tapi suami nggak setuju, terlalu jauh katanya. Ya sudah, saya cari yang di tengah kota saja jadinya nginep semalem di Artotel Thamrin Jakarta.

Saya dapat harga Rp. 815.000,- tetapi karena saya poin Traveloka 5.335 yang bisa ditukar senilai Rp. 533.500,- maka saya hanya perlu membayar sisanya saja sebesar Rp. 280.800,- enak banget yaaa.

Saya pilih hotel ini karena dekat dengan Jalan Sabang, dan saya pengen kulineran malam di sana. Hotelnya juga gampang banget dikenali, karena dindingnya dipenuhi dengan mural yang digambar oleh beberapa pelukis ternama yang berbeda setiap lantainya.

Masuk ke dalam kamar, Diana langsung antusias. Meskipun ruangannya berukuran biasa saja, terkesan minimalis dan tidak ada bathtup-nya, tapi yang penting kasur empuk, ruangan dingin, dan kita bisa leyeh-leyeh seharian dengan nyaman tanpa perlu beberes nantinya, hehehe.

Pintu kamar mandi yang berfungsi ganda juga sebagai pintu lemari, bikin Diana sesekali ngumpet di dalamnya. Kalau kamar mandi dibuka, lemari otomatis tertutup, begitu juga sebaliknya.

Saya dan suami, memilih menikmati secangkir kopi sambil online dengan fasilitas wifi-nya yang kencang. Meskipun ada Dolce Gusto, di hari pertama saya memilih untuk membuat kopi sachet nescafe yang disediakan oleh Artotel Thamrin Jakarta.

kamar hotel artotel thamrin jakarta

Dari kamar kami di lantai 6, view menghadap ke gedung Bakmi GM. Tidak begitu menarik sih pemandangan luar gedung yang bisa dilihat dari dalam kamar. Praktis, sejak check in, kerjaan kami ya hanya tidur-tiduran sambil ngobrol saja. Diana, bisa dipastikan langsung mengeksplor kamar mandi, hehehe.

Malam harinya, kami makan malam di jalan Sabang. Niatnya pengen makan ini itu, tetapi setelah melihat-lihat, nggak ada yang bikin pengen banget buat dimakan. Maklum saya mual-mualnya parah, lihat dan bau makanan apa saja, bikin seluruh isi perut bergejolak. Akhirnya kami makan sate ayam saja, dan membungkus nasi goreng Pak Heri yang terkenal itu untuk dimakan tengah malam siapa tahu lapar lagi.

Sarapannya gimana? Sarapannya lumayan komplit, ada berbagai roti, salad, bubur, nasi, sereal, buah, dan kopi. Tapi keluarga saya termasuk yang tidak bisa memasukkan segala hal dalam satu kali makan, jadi ya biasanya hanya bisa nyobain beberapa macam makanan saja. Perut sudah kepenuhan. Yang penting sih ngopi kalau saya.

Karena sarapan sudah agak siang, resto sudah nggak terlalu penuh dengan tamu yang hendak sarapan. Suasananya nyaman, ada pilihan smoking area juga buat yang akan merokok.

Seneng bisa staycation semalam di Artotel Thamrin Jakarta. Anaknya seneng akhirnya bisa kesampaian nginep di hotel lagi, emak bapaknya juga seneng, nggak mesti jalan-jalan ke luar kota, bisa nginep di hotel dengan tukar poin dan nambah bayar sedikit doang.

2 thoughts on “Staycation Semalam di Artotel Thamrin Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge