Susu Pertumbuhan

Jika Anda salah satu pengamat televisi seperti yang suka Telor Bebek ala Tukar Nasip, Anda pasti juga pernah melihat iklan-iklan yang berseliweran di tengah-tengah acara. Apalagi jika acaranya memiliki rating yang bagus seperti kasus Nasrudin dan Antasari Azhar yang memperebutkan Rani Juliani, gosipnya Julia Perez, sampai acara pencarian bakat seperti Dream Girls.

Iklan yang sering saya perhatikan akhir-akhir ini adalah iklan biskuit, susu, vitamin pertumbuhan, dan margarin. Ada apakah?

Mereka sama-sama menawarkan bahwa jika anak-anak mengkonsumsinya, mereka akan dengan mudah bertambah tingginya. Entah kenapa tinggi badan menjadi suatu komoditas yang β€œlayak” untuk dijual.

Memang, banyak pekerjaan yang memberikan syarat tinggi badan seperti jika kita memiliki cita-cita menjadi seorang peragawan peragawati, pramugara pramugari, polisi ataupun pebasket.

Kita sering berpikir tinggi badan adalah faktor genetis, keturunan. Jika orangtua kita tinggi, maka kemungkinan anaknya akan memiliki tubuh tinggi semakin besar. Demikian juga sebaliknya. Jadi kalau Tuhan pengen kita buruk rupa, jerawatan, pendek, hidung pesek dan miskin, ya sudah kita pasrah saja. Begitukah?

Ternyata enggak. Saya pernah baca suatu artikel –tapi mohon maaf saya lupa judulnya– yang menceritakan tentang seorang Ibu dosen dengan tinggi sekitar 150an, dimana kelima anaknya memiliki tinggi di atas 170 cm, bahkan salah satunya adalah pebasket nasional [I Gede Sudiatnyana mungkin ya].

Bisa jadi dengan mengkonsumsi susu, vitamin pertumbuhan dan suplemen itulah, salah satu cara supaya kita terhindar dari β€œkutukan tubuh pendek”. Kalau kita terapkan sejak kecil, mengapa tidak?

———————————————

Rani Juliani, tingginya berapa ya? πŸ˜›

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

3 thoughts on “Susu Pertumbuhan”

  1. Asal gizi yang diberikan pada anak mencukupi tentu persoalan tinggi badan tak perlu dikhawatirkan. Kalau dengan berbagai upaya tetap saja pendek, ya barangkali ada faktor keturunan yang mempengaruhinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge