Alexa Links In Rank

4-alexa-links-in-rank

Seingat saya, ada dua orang yang secara langsung bertanya kepada saya: “Mbak, bagaimana caranya supaya nilai Links In di Alexa Rank segitu banyaknya?”

Waktu itu saya jawab, tidak tahu, dan sampai saat ini pun belum benar-benar tahu, tetapi setidaknya mungkin ada sedikit yang bisa saya bagikan di sini.

Nilai site links in pada gambar di atas saya ambil dari blog lain, karena saat saya menulis postingan ini, saya tidak terhubung ke internet dan hanya gambar itu yang ada di PC saya.

Jika nilai Alexa Rank semakin ramping [kecil] semakin baik, berbeda dengan nilai site links in. Links in yang semakin besar adalah semakin baik.

Alexa sendiri bilang, site links in menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap suatu halaman website. Mirip dengan Page Ranknya Google barangkali.

Google juga menunjukkan tingkat kepercayaannya [Page Rank] berdasarkan pada jumlah halaman yang me-link menuju pada website kita.

Nah, nilai site links in saya pada saat PakDhe Cholik bertanya adalah 166. Jika saya tidak salah lihat, kemarin nilainya sudah bertambah menjadi 186. Lumayan nambah 20 lagi.

Dari mana saya dapat?

Saya sendiri tidak tahu pasti jawabannya. Jika dilihat dari blog saya, tidak ada trackback baru menuju isnuansa.com, artinya dari nilai 166 yang diberikan Alexa kepada saya menjadi 186 [berubah 20 point], dalam kurun waktu tersebut, saya tidak menerima trackback. Tidak ada link menuju blog saya.

Kegiatan saya paling hanya blogwalking dan meninggalkan komentar di blog orang lain. Satu kebiasaan saya, saya tidak berganti-ganti nama dan link dalam ‘beriklan’. Selalu meninggalkan link pada halaman HOME, bukan menuju ke postingan.

Contoh:

Name [required]: Isnuansa. Mail [will not be published] [required]: xxx@xmail.com Website: www.isnuansa.com

Meskipun saat ini saya mengikuti kontes SEO Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang, saya tidak berusaha untuk meninggalkan link berupa http://isnuansa.com/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di-pandeglang/ di kolom komentar blog lain. [Toh, hampir semua kolom komentar blog adalah Nofollow]

Saya lantas mencoba menelusurinya.

Saya membuka Alexa, menuju ke Site Info, dan melihat daftar “ Sites Linking To Isnuansa.Com ”

4-alexa-linking-sites

Seperti yang bisa Anda lihat, di sana semua daftar boleh Anda ketahui. Saya bahas satu per satu ya.

Nomer 1 ada dari halaman Kaskus. Sepertinya saya tidak pernah join di forum tersebut. Jadi bingung juga kenapa ada link menuju blog ini dari sana.

Yang ke dua dari who.is bla bla bla MegawatiDotNet adalah ketika saya ingin mengetahui atas nama siapa domain tersebut dipesan. Masa sih, hanya ngecek aja bisa ‘mendatangkan’ link? Kan pada saat ngecek, nggak perlu masukin alamat website kita segala seperti saat meninggalkan komentar di blog. Makanya, saya juga nggak tahu jawabannya.

Nomer 3, forum di Kompas, yang itu pasti saat Megawati [lulusan SMA] harus berdebat dengan SBY yang lulusan S3, saya komentar di sana.

Nomer 4 dari blognya Pak Sawali. Mungkin sudah 2 tahun lebih saya komentar di blognya Pak Sawali. Kalo dihitung lebih dua puluh postingannya saya komentari. Tapi entah kenapa, hanya satu yang ‘memberikan’ link menuju blog ini yaitu yang ‘berat’ tulisannya: Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca Jawa. Tertanggal bulan Januari tahun 2008.

Nomer 6, saya hanya membaca, kok ada link menuju blog saya?

Nomer 7 dari Anangku. Komentar di blognya Anang saya molai jauh lebih lama lagi. Saya komentator ‘tetap’ juga di Anangku selain di Pak Sawali. Bukan begitu, Nang? 😉

Jadi kesimpulan saya, semua itu hanya murni saya dapatkan dari blogwalking. PakDhe Cholik saya amati jauh lebih lama waktunya dalam melakukan aktivitas blogwalking ketimbang saya. Itulah sebabnya nilai Alexa Ranknya lebih ramping: lebih banyak trafiknya, lebih banyak blogger yang mampir ke blognya. Tinggal tunggu waktu saja PakDhe, mendapatkan nilai site links in. Sabar dan konsisten ngeblog adalah kuncinya.

Berapa nilai site links in Alexa Anda? Sudah dicek belum?

———————————————————–
Posting Terkait:
1. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
2. Hubungan Page Rank, Alexa dan SEO: Memangnya Page Rank, Alexa dan SEO terlibat cinta segitiga?
3. Tidak Perlu Shoutbox: Kenapa shoutbox perlu dihilangkan?

Abdul Cholik’s Blog

Pertama kali kenal dengan Bapak Abdul Cholik adalah saat pertama kali beliau memberi komentar di blog ini. Sekali blogwalking, beliau bisa berkomentar di 3 sampai 4 postingan sekaligus -tentu-saja-karena-isi-postingan-saya-menarik-hati. :mrgreen:

Bukan, bukan karena itu sih, tetapi karena saya yakini beliau bukan tipe komentator yang hanya blogjogging, loncat sana, loncat sini, fast reading dengan membaca beberapa kalimat pertama dan terakhir, ambil keputusan dengan cepat dan meninggalkan komentar tak bermutu.

Lulusan Akabri tahun 1974 ini [saya belum lahir, bahkan Papa dan Mama belum bertemu], saat ini saya ambil kesimpulan menghabiskan banyak waktu pensiunnya dengan blogging. Dapat terlihat dari jumlah tulisannya yang sudah mencapai 94 judul [saat review ini ditulis], padahal beliau baru mulai membuat MasCholik’s Blog bulan Mei yang lalu. Wow!

Pengalamannya jalan-jalan ke luar Negeri semasa bertugas bisa diintip di Profil Beliau. Hmmm jadi pengen… 😉

Wawancara ini sebenarnya sudah agak lama dilakukan. Tetapi karena saya sok sibuk, jadi baru bisa hari ini ditampilkan. Maaf ya, Pak Cholik. Dan terimakasih atas kesedian Bapak diwawancara.

abdul-choliks-blog

[I] : Sejak kapan Anda ngeblog?
[AC] : Untuk blog ini sekitar 3 bulan yang lalu, tetapi sebelumnya saya pernah membuat blog di FS dengan judul Aku Anak Tunggal, tetapi blog itu sudah saya hapus karena tidak ada yang mengunjungi karena saya belum tahu cara mempromosikan blog.

[I] : Berapa jumlah blog yang Anda kelola?
[AC] : Sekarang ada 3 buah, 2 diantaranya adalah blog famili yaitu Blog Trah Mochamad Chasan (www.trahmochas.wordpress.com) dan Blog Keluarga Sabariyah (www.keluargasabariyah.blogspot.com)

[I] : Berapa jam per hari waktu yang Anda habiskan untuk memanage blog?
[AC] : Saya biasanya mulai ngeBlog setelah sholat subuh dan berakhir kadang sampai jam 23.00, tetapi tidak terus-menerus supaya tidak jebol dompet.

[I] : Apa kendala terbesar dalam ngeblog?
[AC] : Awalnya banyak kendala terutama dari segi tehnis karena memang saya pemula, kemudian saya belajar dari para ahli blog (termasuk mbak Nunik) sehingga secara prinsipil kini tidak ada kendala yang berarti untuk ukuran blog sederhana seperti milik saya.

[I] : Apa topik favorit Anda?
[AC] : Saya tidak mengkhususkan pada satu atau dua topik, pokoknya apa yang lewat didepan mata dan terlintas diotak ya langsung saya tulis.

[I] : Pernah melakukan copy paste content blog lain?
[AC] : Pernah tapi saya saya trackback atau minimal saya sebutkan sumbernya, misalnya huruf Al-Qur’an dan terjemahannya dalam bahasa Inggris saya copy paste dari website lain dengan menyebut sumber dan trackback. Kalau scan dari buku biasanya hasilnya kurang bagus.

[I] : Berapa page view yang Anda dapatkan per hari?
[AC] : Awalnya sekitar 1-2,sekarang sudah lumayan.

[I] : Berapa kali dalam seminggu rata-rata Anda posting?
[AC] : Sehari minimal 1 artikel, seminggu ya sekitar 7 lah. Kadang ide seperti antri diotak saya, kalau nggak cepat-cepat ditulis takut hilang atau menguap.

[I] : Berapa banyak komentar rata-rata tiap postingan?
[AC] : Awalnya tak lebih dari 1, sekarang sekitar 3-5 komentar.

[I] : Berapa banyak postingan yang Anda komentari rata-rata dalam satu
hari atau satu kali blogwalking?

[AC] : Lebih dari 5 postingan. Setiap hari saya melirik daftar yang ada di dashboard saya, dibawah biasanya ada artikel sahabat yang terdaftar sebagai “artikel nge-top, artikel terbaru, blog dengan pertumbuhan tercepat, dll. Nah blog-blog baru itu yang saya kasih komentar terlebih dahulu, kemudian membalas komentar teman dan selanjutnya jalan-jalan di blog yang ada di blogroll saya dan memberi komentar disana. Biasanya juga mengunjungi blognya teman dari teman saya.

[I] : Pendapat tentang komentar: “PertamaX”?
[AC] : Saya sebenarnya tidak mengetahui istilah ini, tetapi kalau itu diartikan sebagai komentar untuk mendapatkan backlink ya sah-sah saja tetapi akan lebih baik kalau komentar diberikan yang senada -seirama dengan isi artikel. Lha saya sendiri pernah masuk blog yang salah satu isi artikelnya hanya kalimat begini “Ngapain ya enaknya”. Saya tidak mengerti mengapa dia hanya menulis seperti itu. Komentar saya ya singkat saja “Nonton TV”

[I] : Mengunjungi balik blog komentator Anda?
[AC] : Selalu saya lakukan walaupun itu komentar balasan atas komentar saya. Sekalian melihat barangkali ada artikel baru dan menarik.

[I] : Seberapa banyak pelanggan feed Anda?
[AC] : Untuk yang satu itu saya tidak tahu, mungkin tidak ada.

[I] : Apa saja yang Anda lakukan untuk promosi blog?
[AC] : Blogwalking, menambahkan url blog saya di signature pada email, ikut komunitas blog (Sejuta Blog, Planetblog, Myblog, dll), mendaftar di Search Engine dan menulis sebanyak-banyaknya tanpa meninggalkan kualitas.

[I] : Anda menerapkan SEO?
[AC] : Tidak

[I] : Apakah Anda memonetasi blog Anda?
[AC] : Dulu pernah mencoba tapi nggak laku karena belum memenuhi syarat.

[I] : Jika iya, jenis monetasi apa saja yang Anda ikuti?
[AC] : Sudah tidak pernah mencoba lagi.

[I] : Berapa lama sejak Anda memonetasi blog Anda, bisa menghasilkan?
[AC] : Tidak ada

[I] : Penghasilan pertama Anda?
[AC] : Tidak ada

[I] : Penghasilan rata-rata saat ini dari blog?
[AC] : Tidak ada

[I] : Apa kesalahan terbesar yang Anda lakukan selama ngeblog?
[AC] : Saya pernah menguji coba apakah dengan keyword tertentu blog saya bisa menarik perhatian. Hal ini berdasarkan pengamatan saya ada blog yang isinya nol besar (misalnya judulnya agak mesum padahal didalamnya tidak ada kaitannya dengan judul), tetapi bisa nangkring diatas daftar untuk beberapa lama. Ketika saya memberi judul yang aneh dengan foto yang tidak ada kaitannya dengan judul itu ternyata ada yang protes. Langsung artikel itu saya delete saja karena ini saya angggap memalukan diri saya sendiri.

[I] : Jika Anda bisa memberikan nasehat untuk bloger yang baru memulai
kegiatan mereka, apa nasehat Anda?

[AC] : 1. Luruskan niat untuk membuat blog agar blog kita bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
2. Terus membuat artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Untuk apa sih membuat blog yang hanya mengundang selera rendah. Jika anak cucu kita membacanya kan risi.
3. Rajin blogwalking, sebagai media untuk belajar sekaligus memperbanyak teman dan sambil silaturahmi.