Membuat Backlink Berkualitas Dengan Anchor Text Yang Tepat

Saya yakin Anda semua sepakat jika dikatakan bahwa mata uang di blogosphere adalah Backlink. Semakin banyak backlink yang Anda dapatkan, menjadikan blog Anda semakin baik di mata search engine. Apalagi jika backlink yang menuju pada blog Anda adalah backlink yang berkualitas.

Yang mungkin belum begitu disadari oleh teman-teman bloger adalah, terlalu sibuk mencari backlink dari blog lain [mengincar do follow atau menghabiskan terlalu banyak waktu untuk blogwalking dan meninggalkan komentar] sehingga melupakan sebuah kesempatan yang bisa kita dapatkan dengan cara yang lebih gampang dan lebih cepat.

Bagi search engine, dia akan mengikuti siapa saja yang memberikan tanda “ikuti link ini”. Bahkan dari blog kita sendiri! Makanya, daripada susah-susah meminta orang lain untuk memberikan backlinknya kepada blog kita, kenapa tidak kita lakukan sendiri?

Jangan berpikir bahwa search engine akan mengabaikan perintah “ikuti link ini” jika datangnya dari blog Anda sendiri. Search engine akan tetap melakukannya. Dan lebih sering Anda memberikan backlink pada postingan Anda yang lebih lama, maka search engine akan lebih sering pula mendatangi blog Anda untuk mengcrawl dan membaca isi tulisan Anda.

Dan satu lagi keuntungan yang Anda miliki dengan memberikan backlink pada postingan blog Anda sendiri: Anda bisa menggunakan Anchor Text yang tepat dengan keyword yang Anda butuhkan. Berbeda jika bloger lain yang melakukannya, sebagian besar akan menggunakan kata-kata yang kurang tepat seperti: KLIK DI SINI atau DI SINI.

Memang, kata KLIK DI SINI adalah sebuah mantra ampuh yang bisa membuat orang [di samping mesin crawl search engine] untuk mengikuti kehendak Anda mengklik link yang Anda berikan. Itu dari sisi kejiwaan manusia. Tetapi dengan menggunakan kata KLIK DI SINI, search engine akan berpikir bahwa link yang Anda berikan adalah sebuah tulisan tentang “klik di sini”, bukan tentang keyword yang akan Anda bidik.

Jadi, mulai sekarang, Anda bisa mulai “mengiklankan” tulisan Anda yang lebih lama, yang telah terpendam dan mungkin tidak bisa lagi ditemukan oleh pengunjung blog Anda dengan cepat, menggunakan Anchor Text yang tepat. Ada dua keuntungan sekaligus yang akan Anda dapatkan: 1. Search Engine [pasti] akan mendatangi kembali tulisan Anda tersebut, dan jika Anda beruntung, 2. Pembaca blog Anda [manusia] akan membaca [juga] tulisan Anda tersebut.

Mau?

Anchor Text Berlebihan Dalam Kontes SEO

Salah satu penyebab blog saya makin mundur di hasil pencarian dalam kontes SEO Kenali dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang adalah karena saya tidak mau [memaksakan diri] membuat postingan dengan anchor text yang tepat.

Apa anchor text itu?

Anchor text adalah teks atau tulisan pada sebuah halaman yang berisi link menuju pada halaman yang sama atau bisa juga halaman lain, yang dapat diklik. Biasanya berwarna biru dan bergaris bawah, tetapi semakin berkembangnya desain blog, anchor text bisa berwarna seseuai dengan desain blog tersebut.

Anchor text merupakan salah satu yang umum digunakan dalam sebuah kontes SEO karena dengan menempatkan keyword yang relevan dengan halaman yang diikutkan kontes, maka search engine akan memberikan nilai kepada halaman yang dituju tersebut.

Namun penggunaan optimasi dengan membuat postingan yang memiliki anchor text berupa keyword serupa dengan halaman yang dilombakan, membuat sebuah blog terlihat berisi ‘sampah’ belaka.

Blogger menjadi ‘setengah terpaksa’ berulang-ulang menulis hal yang sama dari waktu ke waktu, yang tidak berarti apa-apa untuk blogger lain yang membaca, selain berguna sebagai alat optimasi blog kontes belaka.

Sering menjumpai blog seperti itu?

Sebagai contoh, misalkan mengikuti kontes SEO kenali dan kunjungi objek wisata di Pandeglang. Dalam beberapa bulan ke dapan, postingan-postingan dalam blog tersebut pasti ‘berbau’ kata-kata kunci atau keyword dalam anchor text yang berlebihan. Judul postingan berikutnya tidak jauh dari:

  • Mengikuti kontes SEO lagi di Pandeglang.
  • Mohon dukungan untuk kenali dan kunjungi wisata Pandeglang.
  • Naik posisi di objek wisata Pandeglang.
  • Mencari backlink demi objek wisata.

Dan Anda dapat melanjutkan daftar postingan yang kira-kira isinya sejenis dan sama-sama saja: berupaya semaksimal mungkin memberikan backlink berupa anchor text yang memiliki relevansi dengan halaman yang dilombakan.

Fine. Buat pembaca yang hanya sekali lewat, mungkin tidak akan berpengaruh banyak. Tetapi buat blogger yang berlanggaan update blog kita, akan sedikit ‘mengganggu’ kenyamanan mereka karena terpaksa membaca tulisan ‘sampah’ tersebut.

Sebisa mungkin, seharusnya tidak sekedar menampilkan tulisan yang memaksakan anchor text berlebihan demi kontes SEO. Tetapi pertanyaannya: mau menang atau mau kalah? Nah, ini pilihan yang sulit. Usaha untuk menang tentu saja membutuhkan pengorbanan. Dan saya memilih belum siap kehilangan pembaca loyal blog saya. Makanya saya masih menghindari membuat postingan yang hanya mengulang-ulang keyword demi posisi yang baik untuk postingan saya yang diikutkan untuk kontes.

Bagaimana pembaca? Apakah Anda terganggu dengan isi postingan blog-blog yang mengikuti kontes SEO?

How To Artikel Yang Ditinggalkan Pembaca

how-to-blogPernah membaca artikel ‘How To‘ yang mengajarkan bagaimana caranya mendaftar atau membuat sesuatu?

Bagaimana mereka menjelaskan langkah-langkah tersebut kepada Anda? Mudah dipahami, atau malah membuat kepala Anda semakin pusing?

Saya punya pengalaman dengan beberapa artikel ‘How To‘ yang mungkin tujuannya memang ingin membantu pembacanya, tetapi akhirnya saya tinggalkan karena:

Anchor Text Berisi Iklan.

Saya kurang yakin apakah hal tersebut disengaja, atau memang keteledoran saja, tetapi begitu saya klik, halaman yang terbuka adalah iklan.

Apakah ini cara baru mengiklankan link-link Pay Per Click? Jelas saya langsung meninggalkan blog dengan model seperti ini.

Anchor Text ke Anchor Text ke Anchor Text.

Berapa banyaknya halaman yang Anda butuhkan untuk mempelajari cara membuat sesuatu di blog? Saya mencari yang habis satu halaman. Tidak perlu bersambung ke halaman lainnya.

Jika ilmu tersebut mengajarkan tingkat lanjutan dimana kita perlu mempelajari ilmu dasarnya terlebih dahulu, it’s fine untuk mengklik pelajaran ilmu dasarnya. Tetapi jika dibuat berlapis-lapis, dari anchor text ke anchor text yang lain, dan kembali lagi ke postingan awal, pusiiing deh. Saya tinggalkan saja. Cari sumber lain.

Tidak Detail Dan Tanpa Gambar.

Pemula seperti saya, inginnya memang ‘disuapi’. Jadi, akan berterima kasih kepada blogger yang dengan sukarela memberikan ilmunya tahap demi tahap, menyampaikannya dalam cara sederhana dan akan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan gambar.

Penuh Dengan Bahasa Teknikal Yang Sulit.

Banyak deh contohnya. yang pasti tanda-tandanya mudah. Mata saya akan menyipit dan dahi berkerut-kerut ketika menjumpai kata-kata yang saya sama sekali nggak tahu artinya.

Bagaimana dengan Anda?
Artikel ‘How To‘ yang seperti apa yang Anda ingin baca?