3 Alasan Utama Tidak Backup Blog

Saya ngeblog dari tahun 2005 kalau tak salah ingat. Berawal dari sebuah blog gratisan, dan kemudian 2007 pindah ke yang berbayar.

Tetapi jika Anda telusuri arsip yang ada di blog ini, hanya ada beberapa bulan saja, bukan bertahun-tahun. Kemanakah tulisan saya selama ini? Hilang!

Kok bisa? Karena saya tidak pernah melakukan back up terhadap blog saya. Jadi ketika server yang ada di Amerika itu rusak dan kehilangan backup-annya, sayapun tinggal menyesali nasip.

Saya, dan Anda, bisa jadi sebenarnya sama, masih harus banyak belajar how to blog. Ada 3 penyebab dan alasan yang paling sering dikemukakan kenapa kita tidak melakukan back up pada blog kita.

1. Tidak Tahu.

Tidak tahu jika sebuah blog harus di back up. 😆 ‘Gw banget ini mah’

Owh, jadi kalau punya blog itu harus di back up ya? Biar apa?

Ya. Seperti halnya menyimpan file-file pribadi lainnya dan surat-surat berharga nan penting, biasanya kita memiliki salinannya, fotokopiannya dan back up ditempat lain (flash disk atau cd). Supaya kalo yang satu
rusak atau hilang, kita masih punya yang lain.

So, sekarang udah tahu kan, kalo blog juga perlu di back up? 😉

Tak tahu caranya. Gimana? Coba baca tulisan SATRYA Jangan Lupa Backup Database Anda dan BUDIASTAWA Mudahnya Backup File Dengan Yadis Backup. Saya belum mampu bikin tutorialnya. Jadi plis, jangan tanya saya teknisnya. Tugas saya hanya sampai pada tahap memberi pencerahan bahwa blog Anda adalah aset juga. 😆

2. Malas.

Ini juga sebenarnya kelanjutan dari ‘Gw banget itu tadi’. Meski sudah tahu bahwa kita perlu melakukan back up, eh, masih saja bilang malas.

3. Semua Kan Baik-Baik Saja.

Eh, ada juga lho tipe blogger seperti ini. Keras kepala seperti saya. Yang menganggap semua kan baik-baik saja. Bisa jadi karena terlalu percaya diri atau percaya bahwa hostingnya sangat ampuh
seperti yang mereka dengung-dengungkan dalam setiap iklannya. 😆

Anda, apa yang akan dilakukan sekarang? 😉