Tanah Lot Dan Cerita Air Suci

Selama jalan-jalan di Bali kemarin, saya nginep di Hotel Sari Pan Pacific -milik Bakrie Group- yang terletak bersebelahan dengan objek wisata Tanah Lot. View hotelnya bagus banget. Lebih asyik sebenernya bila dibandingkan dengan hotel tempat saya menginap saat saya ke Bali bulan April. Continue reading “Tanah Lot Dan Cerita Air Suci”

Pantai Kuta, Tujuan Wisata Utama Bali

Pantai Kuta, adalah salah satu tempat ‘wajib‘ yang harus dikunjungi jika Anda jalan-jalan ke Bali. Karena jika tidak, Pantai Kuta bisa membuat Anda seperti mendapat ‘cap‘ belum ke Bali. Sama seperti ketika Anda ke Makassar dan tidak ‘mampir’ ke Pantai Losari.

Sebenernya sih udah bosen, tiap kali ke Bali, ke Kuta melulu, tapi apa daya, kunjungan terakhir kemaren harus mengikuti jadwal rombongan, ya terpaksa harus kembali jalan-jalan ke Pantai Kuta [lagi]. Bahkan dalam dua hari berturut-turut saya ke Pantai Kuta.

Yang pertama, rencananya menikmati sunset. Nggak tahunya, mataharinya sembunyi ketutup awan tebal karena langit mendung. Jadi sma sekali nggak bisa melihat matahari terbenam. Ya sudah, terpaksa hanya leyeh-leyeh di atas pasir saja.

Yang kedua, datang ke Pantai Kuta untuk pamitan dengan Bali. Sudah mau ke Bandara, eh, mampir lagi buat makan siang di Kuta.

Yang menarik dari Pantai Kuta adalah kendaraan shuttle bus nya. Selama ini saya naik taksi ke sana, jadi nggak tahu kalo ternyata di sepanjang jalan menuju Pantai Kuta, bus dilarang masuk. Jadi jika Anda bersama rombongan dalam satu bus pariwisata, Anda hanya dapat parkir di area yang telah disediakan (masih jauh dari Pantai Kuta) dan naik shuttle bus menuju Pantai.

Shuttle bus yang ada adalah dari mobil semacam L-300 yang sudah dimodifikasi jadi terbuka, dan bernama KOMOTRA. Entah apa singkatannya, lupa. Tapi saya dan kawan-kawan sepakat menamainya dengan odong-odong. Hahaha… Sebutan yang sama mungkin jika Anda pernah naik kereta api jemputan (KRD/KRL).

Seperti ini nih wujudnya odong-odong.

Untuk dapat menaikinya, kita harus beli tiket seharga Rp. 3.000,- Bolak-balik jadi Rp. 6.000,- Dan KOMOTRA ini baru akan jalan jika penumpangnya sudah ada minimal 20 orang! Siap-siap menunggu lama deh!

Dreamland, Tanah Impian Di Bali

Pantai Dreamland, menjadi tujuan wisata pertama saya bersama kawan-kawan. Jangan tanya saya bagaimana caranya menuju Pantai itu, karena nama tengah saya adalah ‘pelor’ nempel molor, jadi selama perjalanan yang ada ya sudah tentu tidur! Apalagi malam sebelumnya hanya merem selama 2 jam.

Bersama rombongan kami naik Bis dari Hotel Sari Pan Pacific di daerah Tanah Lot, menuju Pantai Dreamland di daerah Pecatu, Uluwatu. Pas sampai di Pantai pas matahari sedang terik-teriknya dan nggak ada awan, membuat panasnya pol banget. Silau kalau mau ambil gambar.

Pantai Dreamland, sesuai dengan namanya, memang bener-bener seperti tempat impian. Beda dengan Kuta yang menurut saya biasa saja. (Soal Kuta, tetep akan saya tulis di postingan selanjutnya)

Dreamland pasirnya sangat putih dan airnya masih bening, sangat biru, dengan ombak yang cocok buat berselancar. Sayang, pembangunan pantai tersebut masih belum selesai, penataannya masih kurang bagus karena deretan pedagang masih berserakan di sekitar pinggiran pantai.

Bukit-bukit batu kapurnya juga sangat bagus, keren pokoknya buat foto-foto. Sayang kami nggak bisa menikmati keindahan itu untuk jangka waktu yang cukup lama. Saya pengen suatu saat nanti kalo ke Bali lagi, bisa menikmati sunset di Pantai Dreamland ini.

Harga tiket masuk ke Pantai Dreamland saya nggak tau berapa, secara gratisan gitu loh. 😆 Info dari teman, satu bis biayanya Rp.50.000,- Satu yang saya agak heran, untuk bilas dan ganti baju setelah Anda basah-basahan di air laut adalah Rp. 10.000,- Gosh, mahalnya. Untuk sekedar pipis, Anda harus bayar Rp. 3.000,-

Hmm, soal foto-foto, maaf nggak bisa berbagi secara utuh, di Facebook juga saya set private, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa lihat. 😉

~~~

Teman-teman pada twitteran nggak? Ayo saling follow dong, akun saya @isnuansa.

~~~

Fotografer: Debby