The Markplus Conference Experience

 Bloggers@MarkPlus Conference

Postingan kali ini bakal panjang dan lama dibaca. Dan nggak akan ada hubungannya dengan tip menulis atau ngeblog. Yang punya cukup waktu, ayo mulai dibaca, yang nggak suka barang tulisan yang panjang panjang, ya OOT aja. :mrgreen:

Kemarin, Kamis 10 Desember 2009, di Ritz Carlton Ballroom, Pacific Place Jakarta, saya seharian menghadiri The Markplus Conference 2010.

Khusus tahun ini, Markplus memberikan kesempatan kepada 100 bloger untuk hadir di acara yang spektakuler tersebut.

Tanpa persiapan yang cukup, saya nekad hadir. Awalnya saya pengen janjian dengan bloger lain, tapi berhubung nggak ada yang sudah saya punyai kontak personnya, saya nggak jadi janjian. Malas harus kirim email ke mereka terlebih dahulu untuk menanyakan nomer HP. Jadilah saya berjuang sendirian, nggak punya teman ngobrol seharian.

Kamera saya kebetulan rusak, mau pinjam punya bos, dibawa kunker. Terpaksa pinjam punya adik yang chargernya entah dimana. Deg-degan juga, jangan-jangan baru dipakai sebentar nanti sudah habis baterainya. [Damn, dan terbukti, baru beberapa foto dibuat, batrenya sudah tewas πŸ‘Ώ ]

Jam 7 sudah keluar rumah padahal semalam nggak tidur, dan di bis tidur pules dengan suksesnya. Hampir kebablasan, untung tepat di BEJ mata saya terbuka, dan memutuskan turun di halte berikut. Ini juga sudah termasuk kelewat, karena saya musti balik lagi jalan kaki. Sampai lokasi belum begitu ramai, saya langsung minum kopi dulu, padahal perut nggak keisi makanan sejak rabu siang. Lapernya nggak ketulungan.

Di bagian luar ballroom ada banyak stand sponsor acara, tapi sayang nggak terlalu luas untuk menampung 5000 pengunjung pada saat bersamaan sehingga semua harus berdesak- desakan.

Tepat waktu, acara dimulai jam 9 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di dalam ruangan ballroom yang berisi 4500 orang bersama menyanyikan lagu kebangsaan, membuat saya merinding dan seperti biasa karena saya sedikit cengeng seperti pemain sinetron protagonis yang selalu dianiaya mata berkaca-kaca. Setelah itu dilanjutkan dengan lagu rapnya Pandji yang -entah bener atau salah- judulnya Gelora Bung Karno.

Sang Guru Hermawan Kartajaya menyampaikan white papernya yang berjudul take the challenge to move forward. Hermawan memprediksi ekonomi 2010 akan semakin cerah. Dan bloger dapat mengambil peranan karena hubungan antara konsumen dan penjual semakin horisontal. Blog menjadi sarana untuk menyampaikan cerita [story telling] tentang sebuah brand agar memiliki karakter. Dan beberapa kali Sang Guru menyebutkan kata blog dan bloger, untuk memberikan penekanan. Entahlah, dari sekian ribu marketeers itu ada berapa ratus yang memiliki -atau setidaknya paham dengan- blog.

Pemberian award kepada 18 orang marketeers adalah sesi selanjutnya. Dan penghargaan tertinggi sebagai Marketeers Of The Year 2009 diraih Bapak Emirsyah Satar dari Garuda Indonesia. Sambutan dari Menteri Kelautan Bapak Fadel Muhammad singkat saja diberikan.

Selain memberikan penghargaan sebagai Marketeers Of The Year 2009, Markplus juga memberikan award kepada 4 orang Marketeers yang telah meninggal dunia di tahun 2009. The Immortal Marketeers Award 2009 diberikan kepada Timothy Mc Kay [Holcim], Andi Camaro, Mbah Surip, dan Michael Jackson. Khusus award untuk MJ, ruangan tiba-tiba dimatikan lampunya dan muncullah Adam Jackson di panggung yang membuat heboh. Adam ditemani 16 orang penari ‘gadungan’ yang berkostum MJ tapi tariannya nggak jelas.

Pas saat break sebelum masuk sesi The New Strategy, saya malah sempat foto sama si Adam Jackson, hehe, nggak penting banget tapi seneng aja, jarang-jarang ketemu artis. [Sering sih, ketemu semacam Vena Melinda, Adji Massaid, Tere, dll, kan nggak mungkin foto-foto.] Ada juga saya lihat Ade Rai dan Piyu Padi juga hadir di acara ini, entah sebagai apa, kok saya lihat cuma semenit abis itu nggak ketahuan lagi pergi ke mana.

Fotonya saya upload di Facebook aja ya, malas masukin ke blog, bikin blog makin berat aja. Yang belum jadi teman, add saya di http://facebook.com/isnuansa ya… πŸ˜† Sayang, hari Senin baru bisa dilihat fotonya, nunggu charger dari Adek saya dulu… :mrgreen:

Nah, habis foto sama Adam, masuk ke sesi The New Strategy. Di sesi ini, ruangan dibagi menjadi 3 bagian, Product, Brand, dan Customer. Ruangan pertama oleh Nokia, kedua oleh Telkom dan ketiga oleh BRI. Saya ikut di ruangan kedua, dengan tema See, Hear, Smell, Taste, and Touch. Any Sixth Sense? Narasumbernya dari Telkom Indonesia, Khong Guan dan Hyundai.

Jam 12.30 saatnya makan siang, antrinya boo, kayak ular naga panjangnya. :mrgreen: Jadilah saya ngambil sop buntut lebih dahulu. Lumayan buat mengganjal perut. Padat banget acaranya, karena pada saat sesi makan siang aja ada mini workshop Brand Vs Character. Narasumbernya Bapak Sam dari Marta Tilaar dan Desi Anwar dari Metro TV. Saya dapet lipstick dari Caring colors, lumayan setengah tahun ke depan tak perlu beli lipstick lagi, maklum sehari paling banyak sekali doang ngolesinnya. Yang punya saya sendiri, ZA, masih ada juga sih, sebulan lagi belon abis.

Desi Anwar memberikan materi tentang Publitising, yaitu gabungan antara public relation dan advertising. Dan hal itu sudah diterapkan di Metro TV, satu-satunya televisi yang pendapatan iklannya hanya sekitar 60%, sedang televisi yang lain mencapai 95%. Pendapatan lainnya diperoleh dari kerjasama partnership dengan perusahaan yang akan membuat tayangan di Metro TV dalam bentuk tayangan yang lebih panjang [bukan seperti iklan yang 30 detikan] seperti program-program CSRnya.

Jam 2 acara dilanjutkan dengan sesi New Caring Services, dimana dihadirkan tiga orang narasumber, Bapak Emirsyah Satar [Garuda Indonesia], Bapak Agus Mulyono [Samapta Polri] dan Ibu Noni Purnomo [Blue Bird Group]. Dari ketiga pembicara, saya paling senang dengan Ibu Noni Purnomo yang sangat tepat menyampaikan presentasinya, menguasai bahan dan tepat tema. Dengan konsep New Caringnya itu, yang membuat Blue Bird Group, sebuah perusahaan yang bermula dari garasi, hingga kini melayani 7 Juta pelanggan setiap bulan!

Sesi selanjutnya adalah Expert Panel, dimana Ketua Asosiasi Motor, Mobil, Telekomunikasi, Makanan, Perumahan, Perbankan dan Bursa Efek berkumpul untuk memberikan prediksinya tentang pertumbuhan di tahun mendatang. Seluruhnya secara kompak menyebutkan angka di atas 10%.

Pada saat break untuk sholat Magrib, diumumkan yang mendapatkan door prize, angka saya yang terdiri dari lima digit [06171] meleset satu angka paling belakang saja dari yang memenangkan HP Nokia Express Music, yang dimenangkan oleh nomer tiket 06179! πŸ˜₯ Nggak hoki saya… πŸ˜₯

Kick Andy adalah acara penutup dari seluruh acara Markplus Conference, dan syutingnya dimulai jam 7. Sayangnya, kursi sudah penuh dengan pengunjung yang berasal dari luar [pengunjung Pacific Place mungkin], dan saya terpaksa pulang. Badan juga sudah sangat lelah, setelah hari sebelumnya tidak tidur, dan kamera juga sudah nggak berguna, ya pulang saja.

Sebelumnya, saya masih inget, ada beberapa door prize yang belom dibagikan seperti 3 Sepeda Polygon dan “bulan madu” ke Makassar untuk 2 orang menikmati Disneyland Indonesia. Tiket Jakarta-Makassar PP untuk 2 orang, masuk Disneyland dan akomodasi [hotel, makan dll] dbayari Chairul Tanjung. 😎 Mau juga dong dapet itu… πŸ˜‰

Salut buat Markplus Inc yang sukses menyelenggarakan konferensi sebesar itu dengan sukses. Tahun depan kalo bisa sih, lebih besar lagi dan saya diundang [lagi] *ngarep* Bravo Markplus!

One-To-Many Tidak Mati!

 Bloggers@MarkPlus Conference

Hari Kamis yang lalu, sehari menjelang hari raya Idul Adha, saya sengaja pulang kantor agak larut. Sudah menduga jika jalanan akan lebih macet dari biasanya. Saya membuka feed reader saya. Membaca berpuluh-puluh judul blog yang terlewatkan dan belum sempat terbaca sebelumnya. Dari seorang teman, dokter Andaka, saya membaca puluhan tulisan yang telah didaftarkan untuk mengikuti Bloggers@MarkPlus Conference 2010. Ada 100 free tickets yang dibagikan penyelenggara kepada blogger untuk dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. Setelah itu, di jalan, ketika terjebak kemacetan di Gatot Subroto yang membutuhkan waktu hampir 2 jam menuju Cawang, mata saya menatap sebuah Billboard segede β€˜Gaban’ yang mengiklankan MarkPlus Conference 2010 dengan HTM sebesar Rp. 900.000,- [Sembilan Ratus Ribu Rupiah] dan bisa didapatkan dengan Kartu Kredit sebuah Bank dengan harga yang sama, tetapi mendapatkan dua tiket masuk. Lantas, saya jadi teringat New Wave Trend #1: From (One-to-Many) Broadcasting to (Many-to-Many) Networking.

Di dunia yang horizontal ini, berkat perkembangan teknologi internet, semua orang punya kesempatan yang sama untuk terhubung dan saling menghubungi. Trickle down effect dari sebuah pesan menjadi sangat luar biasa karena ia kini dapat diteruskan secara real-time oleh siapa saja yang menerima, mendengar atau melihat.

Many-to-Many Networking diterapkan dengan baik oleh MarkPlus Conference 2010 dengan mengajak Bloggers menyebarkan informasi melalui networking yang telah mereka miliki, baik di blog, maupun social media yang seperti Twitter dan Facebook.

Di era New Wave, teknologi broadcasting yang bersifat One-to-Many tidak mati.

Ya, sepakat. Meski trendnya sudah menjadi Many-to Many Networking, tetap diperlukan juga billboard –yang segede gaban itu- terpasang di jalan utama di mana puluhan ribu orang lewat setiap harinya untuk menbroadcast suatu hal. One-to-Many tidak mati.

~~~

Dengan tulisan ini, semoga dapat mengantarkan saya menjadi salah satu Blogger yang akan menghadiri MarkPlus Conference 2010, Kamis, 10 Desember 2009, The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta. Bloggers@MarkPlus Conference 2010