Full Vs Partial Feed

Feed: disebut juga feed web atau feed news, adalah sebuah format data yang digunakan di dunia internet untuk memudahkan penggunanya mendapatkan updates artikel dari situs atau blog favoritnya. Terdapat dua jenis format utama feed: RSS Feed dan Atom Feed.

[Diambil dari “Kamus Istilah Blogger” ciptaan Mas Medhy Aginta]

Feed akan memudahkan Anda untuk mendapatkan updates posting blog terbaru dari blog yang Anda ingin baca tanpa harus mengunjungi blog tersebut. Tidak mungkin bukan, Anda seharian bolak-balik ke ratusan blog, hanya untuk sekedar mengecek apakah mereka memiliki posting baru atau tidak. Waktu Anda akan benar-benar terbuang percuma ketika sudah capek berusaha mengunjungi blog, ternyata posting yang ada masih artikel minggu lalu.

Feed adalah solusinya. Anda bisa berlangganan lewat email, atau feed reader. Saya sendiri berlangganan melalui Bloglines. Caranya mudah.

1. Buka Bloglines.

2. Sign Up untuk memiliki account dengan email Anda.

Lantas, apakah Anda akan memberikan full feed atau partial feed?

Full feed adalah feed yang diberikan oleh pemilik blog secara penuh kepada pembacanya. Jika isi postingannya adalah artikel dengan panjang 2000 kata, seluruhnya akan bisa dibaca oleh pelanggannya melalui feed reader tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

Partial feed adalah feed yang diberikan kepada pelanggan hanya berupa ringkasan atau potongan atau sebagian dari artikel asli yang di publish oleh pemilik blog.

Banyak pro kontra diantara bloger tentang perlunya memberikan full feed atau partial feed dari blog mereka. Saya sendiri memberikan full feed kepada pembaca Isnuansa Dot Com –meskipun-baru-ada-5-orang-yang-berlangganan-. 😉

Alasan saya: Saya juga suka dengan blog-blog yang isinya menarik dan memberikan full feed blognya. Sejak berlangganan 200+ blog, dan setiap harinya mereka selalu aktif update, saya akan perlu lebih banyak waktu untuk sekedar mengunjungi blognya membaca sisa artikelnya.

Sebagai gambaran: Saya kadang kala kesal jika membaca koran dan menemukan artikel menarik di halaman depan dengan judul sangat menggiurkan, namun diakhiri dengan tulisan BERSAMBUNG ke halaman sekian kolom sekian. Anda juga?

Ya, memang ada beberapa yang beralasan bahwa memberikan hanya sebagian artikel, bisa membawa pembaca feed untuk berkunjung ke blog [dan ini berarti trafik yang tinggi, page view]. Tetapi ini hanya terjadi bila apa yang Anda tulis adalah artikel yang cukup bagus untuk TERUS dibaca. Jika postingan blog terbaru Anda hanya masuk kategori biasa-biasa saja, maka yang ada adalah pembaca skip melanjutkan membaca feed selanjutnya. [ingat tentang koran, saya JARANG membaca halaman sambungannya!]. Anda rugi dua kali jadinya, blog Anda tidak mendapat kunjungan, tulisan Anda pun tidak sepenuhnya dibaca orang. Anda menulis untuk dibaca orang lain, bukan?

Kelemahan untuk memberikan full feed juga ada. Tulisan Anda akan lebih mudah dicuri, dikopi paste dan dipublish oleh para plagiat. Tulisan saya 7 Hal Keterlaluan Dalam Menulis juga langsung dikopi dan dipublish beberapa saat setelah posting. Ada cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi, yaitu dengan tidak lupa memberikan deep linking atau tautan kepada beberapa postingan lama di blog Anda. Sehingga jika tulisan Anda dikopi paste, setidaknya link-link dalam postingan Anda akan ikut terkopi dan memberikan pingback kepada blog Anda.

Untuk membedakan link dengan deep link pikirkan ini: Link adalah jika Anda memberikan tautan kepada http://isnuansa.com/ sedangkan deep linking adalah jika Anda memberikan tautan kepada salah satu judul postingan seperti http://isnuansa.com/newbie-belajar-seo/.

Saya lebih memilih untuk memberikan full feed kepada pembaca blog agar mereka merasa nyaman, tidak ada keharusan untuk mengunjungi blog secara langsung. Itu adalah salah satu bentuk pelayanan dalam bersosialisasi dengan bloger lain.

Untuk cara mensetting full feed di wordpress adalah dengan membuka bagian setting lalu buka reading  pilih for each article in a feed, show: Full Text.

————————————————————-

Nunik yang berharap subscribernya bertambah banyak 😉

Bloglines Down

bloglines-plumber

Dari pagi saya mati gaya. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi memang faktanya seperti itu. Bloglines Down.

Pertama kali saya buka, saya masih bisa baca beberapa feed. Tetapi anehnya, justru setelah dibuka, tanda feed yang belum terbaca malah naik menjadi 200 postingan per feed. sayang saya tidak sempat membuat screenshotnya. Saya buat ‘mark as read’ malah nggak bisa. Dan akhirnya Bloglines Down! Sampai sekarang. Entah sampai kapan. Help, saya tidak punya bacaan.

Update 17:59 WIB sudah bisa buka bloglines, dan kecepatannya tinggi! Makasih ya, saya baca-baca dulu. 😉